Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

LEVEL OF KNOWLEDGE OF FLOOD AND LANDSLIDE DISASTER MITIGATION FOR STUDENTS IN PUBLIC JUNIOR HIGH SCHOOLS MGB, A. ilmadana; Deprian, Ivmal; Anisa, Anisa; Ramlah, Ramlah; Fadly, Ftrya L; Tomsio, Ismail; Adriansyah, Adriansyah; Yusneti, Yusneti; Hariyadi, Eko
Geographica: Science and Education Journal Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/gsej.v6i2.2315

Abstract

Floods and landslides are one of the many main problems faced in Indonesia, including in Southeast Sulawesi, which has a major impact on the lives of its people. In dealing with floods and landslides, mitigation knowledge is needed as an effort to recognize the risk of floods and landslides, as well as how to deal with them. This study aims to evaluate the level of knowledge of grade VIII students of SMPN 01 Wundulako, Kolaka Regency related to flood and landslide disaster mitigation. Through research using a quantitative approach to disaster education, students are equipped with an understanding of the causes, impacts, and mitigation actions of disasters. The results of the study show that the percentage of students' knowledge about flood disaster mitigation, which is 79.7%, is in the high category, and the percentage of students' knowledge level about landslide disaster mitigation, which is 89%, is in the very high category, so that the average of the overall data is 84.4%. Knowledge about disaster mitigation needs to be improved through learning programs that are structured, interactive, and in accordance with students' level of understanding. This step is expected to be able to create a generation that is more aware and ready to face potential disasters in the future.
Analisis Spasial Daerah Rawan Banjir Di Desa Sumber Rejeki Kamur, Sudarwin; Deprian, Ivmal; Tomsio, Ismail; Agustayana, Ketut Mahadi; Sugiasih, Intan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/es3yj387

Abstract

Desa Sumber Rejeki merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, yang sering mengalami banjir akibat curah hujan tinggi dan kondisi topografi yang bervariasi. Permasalahan utama desa ini adalah belum tersedianya data spasial seperti peta administrasi dan peta daerah rawan banjir yang dapat digunakan untuk mitigasi dan perencanaan pembangunan. Berbeda dari pendekatan responsif sebelumnya, kegiatan ini menerapkan metode pemetaan partisipatif berbasis GIS untuk menghasilkan peta rawan banjir dan peta administrasi terbaru sebagai dasar mitigasi preventif di wilayah yang minim data spasial. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap, yaitu: (1) persiapan dengan pengumpulan data sekunder; (2) survei lapangan berbasis partisipatif untuk memperoleh data primer dan informasi lokal; (3) analisis dan pemetaan menggunakan metode skoring dan overlay dalam perangkat lunak ArcGIS; serta (4) validasi hasil peta bersama pemerintah dan masyarakat desa. Pengetahuan lokal warga berdasarkan pengalaman historis terhadap banjir memberikan informasi penting mengenai lokasi rawan, kedalaman, durasi, dan penyebab banjir yang sering kali tidak terdeteksi oleh teknologi konvensional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa wilayah Desa Sumber Rejeki terdiri atas tiga tingkat kerawanan banjir, yaitu tidak rawan (±70%), cukup rawan (±19%), dan rawan (±11%). Peta yang dihasilkan tidak hanya berguna untuk mitigasi bencana, tetapi juga untuk perencanaan pembangunan desa yang lebih aman, partisipatif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan pemetaan partisipatif berbasis SIG mampu memperkuat ketahanan masyarakat melalui pengelolaan risiko berbasis lokal, dan dapat dijadikan model bagi desa lain yang memiliki risiko banjir serupa. Spatial Analysis Of Flood-Prone Areas In Sumber Rejeki Village  Abstrak Sumber Rejeki Village is one of the areas in Watubangga Subdistrict, Kolaka Regency, which often experiences flooding due to high rainfall and varied topography. The main problem facing this village is the lack of spatial data, such as administrative maps and flood-prone area maps, which can be used for mitigation and development planning. Unlike previous responsive approaches, this activity applies a GIS-based participatory mapping method to produce the latest flood-prone maps and administrative maps as a basis for preventive mitigation in areas with minimal spatial data. The implementation method consists of four stages, namely: (1) preparation by collecting secondary data; (2) participatory field surveys to obtain primary data and local information; (3) analysis and mapping using scoring and overlay methods in ArcGIS software; and (4) validation of map results with the government and village community. Local residents' knowledge based on historical experiences of flooding provides important information about vulnerable locations, depth, duration, and causes of flooding that are often undetectable by conventional technology. The results of the activity show that the Sumber Rejeki Village area consists of three levels of flood vulnerability, namely not vulnerable (±70%), moderately vulnerable (±19%), and vulnerable (±11%). The resulting map is not only useful for disaster mitigation, but also for planning safer, more participatory, and sustainable village development. This activity confirms that a participatory GIS-based mapping approach can strengthen community resilience through local risk management, and can serve as a model for other villages facing similar flood risks.
Edukasi Pencegahan Tindakan Bullying di KalanganPelajar melalui media pembelajaran di kelas X D SMAN 1 Wundulako Tomsio, Ismail; Barra, Johanes; Nuhung, Nabila Fitriyani; Yanti, Fitra; Azis, Muh.Zul; Karnaedi, Karnaedi; Rahmat, Rahmat; Alimuddin, Alimuddin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i1.4704

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masayarakat edukasi pencegahan tindakan bullying melalui media pembelajaran di kelas X D SMAN 1 Wundulako. Masalah utama yang ditemukan yaitu rendahnya kesadaran siswa terhadap bentuk, dampak, dan konsekuensi bullying, di mana sebagian siswa masih menganggap perilaku mengejek, mengucilkan, atau memberi julukan sebagai hal yang wajar dalam pergaulan. Metode yang digunakan adalah edukatif partisipatif, yaitu pendekatan yang menggabungkan penyampaian materi dengan keaktifan siswa dalam setiap tahap kegiatan. Metode pelaksanaan meliputi 4 tahap, yaitu: (1) tahapan persiapan; (2) pelaksanaan; (3) evaluasi; serta (4) keberlanjutan program. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa, dilanjutkan dengan penyampaian materi secara interaktif menggunakan media presentasi, diskusi, dan studi kasus, serta diakhiri dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kategori nilai “Sangat Baik” dari 5 menjadi 10 siswa, serta penurunan pada kategori “Cukup Baik” dan “Kurang Baik”. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep, bentuk, dan strategi pencegahan bullying. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam menumbuhkan kesadaran, empati, serta komitmen siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan bullying. Bullying Prevention Education among Students through Learning Media in Grade X D of SMAN 1 Wundulako Abstract Community service activities to educate on bullying prevention through learning media in class X D SMAN 1 Wundulako. The main problem found was the low awareness of students regarding the forms, impacts, and consequences of bullying, where some students still consider the behavior of teasing, ostracizing, or giving nicknames as normal in social interactions. The method used was participatory education, an approach that combines material delivery with student activity in each stage of the activity. The implementation method includes 4 stages, namely: (1) preparation stage; (2) implementation; (3) evaluation; and (4) program sustainability. The activity began with a pre-test to determine the level of students' initial understanding, continued with interactive material delivery using presentation media, discussions, and case studies, and ended with a post-test to measure the increase in understanding. The results showed a significant increase in the "Very Good" category from 5 to 10 students, as well as a decrease in the "Quite Good" and "Less Good" categories. This shows that the education provided is effective in increasing students' understanding of the concepts, forms, and strategies for preventing bullying. Thus, this activity has a positive impact in fostering students' awareness, empathy, and commitment to creating a school environment that is safe, comfortable, and free from bullying