Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Transformatif

Pengaruh Kecerdasan Emosional Guru Terhadap Iklim Kelas Dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Naziroh; Sartono
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 4 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i2.2188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana kecerdasan emosional guru memengaruhi suasana kelas dan prestasi akademik siswa sekolah dasar. Kecerdasan emosional guru merupakan elemen kunci dalam membina lingkungan belajar yang mendukung dan membentuk prestasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, memanfaatkan metode studi kasus dan observasi terperinci. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan guru, observasi kelas, dan tinjauan catatan prestasi siswa. Temuan menunjukkan bahwa guru dengan kecerdasan emosional yang kuat dapat menumbuhkan iklim kelas yang positif, meningkatkan partisipasi siswa, dan berkontribusi pada hasil belajar yang lebih baik. Kecerdasan emosional memungkinkan guru untuk mengelola emosi mereka sendiri dan siswa mereka, berkomunikasi secara efektif, dan menginspirasi siswa. Penelitian ini menyoroti pentingnya meningkatkan kecerdasan emosional guru melalui program pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
Objek Wisata Batu Runciang Nagari Silungkang Oso, Kota Sawah Lunto, Sumatera Barat Dipprayuda Putra Anwar; Jihan Hafizhah Rahmah; Nadia Sapitri; Naziroh; Yuke Permata Lisna
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 4 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i2.2191

Abstract

Batu Runciang yang terletak di Nagari Silungkang Oso, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, merupakan objek wisata geologi berbentuk formasi batuan karst unik berusia ±299 juta tahun. Selain kekayaan geologi, kawasan ini juga menyimpan potensi budaya berupa tenun songket Silungkang dan pertunjukan musik tradisional Talempong Batuang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi untuk mengkaji potensi, tantangan, serta strategi pengembangan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batu Runciang memiliki daya tarik wisata yang tinggi namun terkendala oleh infrastruktur jalan yang buruk, fasilitas umum yang minim, promosi yang kurang optimal, rendahnya partisipasi masyarakat lokal, serta ancaman terhadap keberlanjutan budaya lokal. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan peningkatan infrastruktur, promosi wisata yang lebih masif, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta upaya pelestarian budaya lokal melalui regenerasi generasi muda. Dengan pengelolaan berbasis geowisata berkelanjutan, Batu Runciang berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat.