Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Efektifitas Media Pembelajaran PAI Terhadap Kreativitas Siswa di SMAN 1 Lintau Depri, Hude; Fitriani, Wahidah; Akbar, M Ravi
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13760

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisis efektifitas media pembelajaran terhadap kreativitas siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah (SMA). Media dirancang pada setiap elemen pembelajaran PAI. Namun tidak semua media relevan dengan pembelajaran. Oleh karena itu, guru mesti melakukan analisis kebutuhan dalam memilih dan menggunakan media yang relevan. Meskipun media audio visual melalui cap cut, You Tube dan video animasi terlihat menarik, namun siswa sering tidak dapat menemukan fungsi media terhadap pembelajaran. Hal ini disebabkan karena belum terdapat penugasan yang ideal setelah menggunakan media. Bahkan media hanya sekedar pelengkap saja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan sasaran sampel sebanyak 100 siswa di SMAN 1 Lintau. Komparasi dilakukan terhadap media audiovisual yang dirancang pada setiap elemen PAI kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas media terhadap kreatifitas siswa tertinggi pada media elemen SKI sebesar 45%. Sedangkan media pada elemen Al-Qur’an Hadis hanya meningkatkan 21% kreatifitas siswa. Kata kunci:  Kreativitas, Media Pembelajaran
Analisis Efektifitas Media Pembelajaran PAI Terhadap Kreativitas Siswa di SMAN 1 Lintau Depri, Hude; Fitriani, Wahidah; Akbar, M Ravi
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13760

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisis efektifitas media pembelajaran terhadap kreativitas siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah (SMA). Media dirancang pada setiap elemen pembelajaran PAI. Namun tidak semua media relevan dengan pembelajaran. Oleh karena itu, guru mesti melakukan analisis kebutuhan dalam memilih dan menggunakan media yang relevan. Meskipun media audio visual melalui cap cut, You Tube dan video animasi terlihat menarik, namun siswa sering tidak dapat menemukan fungsi media terhadap pembelajaran. Hal ini disebabkan karena belum terdapat penugasan yang ideal setelah menggunakan media. Bahkan media hanya sekedar pelengkap saja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan sasaran sampel sebanyak 100 siswa di SMAN 1 Lintau. Komparasi dilakukan terhadap media audiovisual yang dirancang pada setiap elemen PAI kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas media terhadap kreatifitas siswa tertinggi pada media elemen SKI sebesar 45%. Sedangkan media pada elemen Al-Qur’an Hadis hanya meningkatkan 21% kreatifitas siswa. Kata kunci:  Kreativitas, Media Pembelajaran
Comparison of Reflective Thinking through Project Based Learning and Differentiated Instruction in Islamic Religious Education Based on Minangkabau Ethnography Herawati, Susi; Ramli, Syahrur; Susrizal, Silvia; Akbar, M Ravi; Delvica, Ghusti
Hikmah Vol. 22 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/hikmah.v22i1.510

Abstract

Low reflective thinking skills and a lack of understanding of local values among students in Islamic Religious Education are problems at State Senior High School 1 Lintau. Theoretical learning makes it difficult for students to relate religious teachings to the ethnographic culture of Minangkabau. This study aims to compare the effectiveness of project-based learning and differentiated learning models in improving students' reflective thinking skills in integrated Islamic Education lessons incorporating Keminangkabau ethnography. The study used a quantitative comparative approach through an experiment involving 158 students and 4 educators. Data were collected through questionnaires and interviews. The results indicate that the differentiated learning model is more effective in enhancing self-awareness, reflection in action, and future planning. Meanwhile, the project-based model is superior in fostering social reflection. These findings highlight the importance of selecting appropriate learning models to develop reflective skills and strengthen understanding of local values, thereby making Islamic Education more meaningful and contextual.
The Affective Assessment Crisis: Deconstructing the Failure of Internalizing Islamic Ecotheology within the Merdeka Curriculum in PAI Herawati, Susi; Ramli, Syahrur; Trisoni, Ridwal; Thongin, Arthit; Maimori, Romi; Sesmiarni, Zulfani; Akbar, M Ravi
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v6i1.1801

Abstract

This study investigates the "internalization deficit" in Islamic ecotheology at MAN 1 Tanah Datar, where the flexibility of the Merdeka Curriculum paradoxically leads to the neglect of affective dimensions. The research aims to bridge the cognitive-affective gap by leveraging a meaningful learning framework to address superficial environmental ethics. The primary focus is directed toward deconstructing current assessment models that fail to engage the spiritual and emotional dimensions of students in Islamic Education (PAI). Utilizing a qualitative phenomenological design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and data triangulation involving 5 PAI teachers and 15 students. The results reveal a profound "affective void," as curriculum implementation prioritizes cognitive mastery and administrative reporting over spiritual cultivation. Current evaluation instruments are hindered by a "quantification bias" that measures only administrative compliance, preventing ecotheological values from internalizing into authentic behavioral traits (akhlak). The study concludes that internalizing ecological values requires the adoption of "slow pedagogy" and a transition toward qualitative-affective assessment methods, such as reflective journals and long-term behavioral tracking in local ecosystems. These findings recommend a reconstruction of authentic environmental ethics by prioritizing sincerity (ikhlas) and spiritual responsibility as stewards of the Earth (Khalifah).
Analisis Efektifitas Media Pembelajaran PAI Terhadap Kreativitas Siswa di SMAN 1 Lintau Depri, Hude; Fitriani, Wahidah; Akbar, M Ravi
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13760

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisis efektifitas media pembelajaran terhadap kreativitas siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah (SMA). Media dirancang pada setiap elemen pembelajaran PAI. Namun tidak semua media relevan dengan pembelajaran. Oleh karena itu, guru mesti melakukan analisis kebutuhan dalam memilih dan menggunakan media yang relevan. Meskipun media audio visual melalui cap cut, You Tube dan video animasi terlihat menarik, namun siswa sering tidak dapat menemukan fungsi media terhadap pembelajaran. Hal ini disebabkan karena belum terdapat penugasan yang ideal setelah menggunakan media. Bahkan media hanya sekedar pelengkap saja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan sasaran sampel sebanyak 100 siswa di SMAN 1 Lintau. Komparasi dilakukan terhadap media audiovisual yang dirancang pada setiap elemen PAI kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas media terhadap kreatifitas siswa tertinggi pada media elemen SKI sebesar 45%. Sedangkan media pada elemen Al-QurÔÇÖan Hadis hanya meningkatkan 21% kreatifitas siswa.┬áKata kunci: ┬áKreativitas, Media Pembelajaran