Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengembangan Model Pembelajaran PAI Berbasis ECIRR (Elicit, Confront, Identify, Resolve, Reinforce) Terintegrasi Sains Lainah, Lainah; Ramli, Syahrur; Ridha Ahida; Yahdillah Fahmi; Afrita Wahyuni
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v4i2.964

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh model pembelajaran kurikulum merdeka yang menginstruksikan integrasi antara materi PAI dengan lintas disiplin ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas, praktikalitas dan efektifitas pengembangan model pembelajaran PAI berbasis ECIRR terintegrasi sains. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Diseminate). Penelitian dilaksanakan pada SMPN 4 Batusangkar tahun pelajaran 2022/2023. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket validitas, dan praktikalitas. Data validitas dan praktikalitas yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan skala likert 1-4. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan memenuhi semua aspek pengembangan, sesuai dengan karakterisitik berbasis ECIRR (Elicit, Confront, Identify, Resolve, Reinforce). Model pembelajaran PAI terintegrasi sains. diuji cobakan pada materi sistem peredaran darah, yang merupakan integrasi QS Al-‘Alaq, An-Nisa’ ayat 11, dan Hadis tentang kesehatan dalam Islam memiliki persentase validitas sebesar 81% dengan kategori sangat valid, persentase praktikalitas respon angket siswa dan guru dengan hasil 87% dengan kategori sangat praktis.
Eksplikasi Pendidikan Islam terhadap Konsep Merdeka Belajar Basri, Hasan; Ramli, Syahrur; In'ami, Moh; bahri, syamsul; Mustafa, Mustafa
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13505

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan kritis perspektif pendidikan Islam terhadap konsep merdeka belajar. Pendekatan yang digunakan adalah kulitatif dengan menggunakan library reseach guna menemukan litertur dari buku terutama artikel di jurnal yang diterbitkan dalam kurun tahun 2020 –dimana wacana merdeka belajar sudah digulirkan, sampai 2024. Literatur yang terkumpul diklasifikasi dan dirangkum intinya sesuai topik pembahasan dengan menggunakan content analysis secara fleksibel, lalu dibangun kesimpulan dengan menggunakan analytical construct. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep merdeka belajar yang terambil dari konsep filsafat progresivisme menghendaki kebebasan dan kemajuan dalam pendidikan. Dalam pendidikan Islam, konsep merdeka belajar terwujud dalam bentuk kebebasan peserta didik untuk memilih menekuni suatu bidang ilmu sesuai minatnya pada kategori sains dan ṡaqāfah Islam. Adapun terkait pendidikan pada aspek pembentukan kepribadian Islam, tidak diberlakukan kebebasan dalam arti bahwa setiap peserta didik tidak memilih untuk memiliki kepribadian Islam atau tidak, melainkan mereka mesti memiliki kepribadian Islami, yakni memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku berdasarkan ajaran Islam. Kata Kunci: Merdeka belajar, eksplikasi, pendidikan Islam, progresivisme. 
Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Modul Ajar (Analisis Didaktis terhadap Model Pembelajaran di MTsN 6 Tanah Datar) Herawati, Susi; Faizah, Nur; Gustina, Gustina; Maimori, Romi; Ramli, Syahrur; Akbar, Muhammad Ravi
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan hasil analisis terhadap modul ajar kurikulum merdeka. Ditemukan berbagai problematika didaktis dalam menyusun TP, ATP, KKTP, dalam modul berbasis PBL, PjBL dan DBL. Guru belum memahami teknik menyusun modul ajar secara optimal. Pembelajaran yang kurang terencana akibat ketidaksiapan modul ajar mengakibatkan pembelajaran belum optimal. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data penelitian adalah guru PAI di MTsN 6 Tanah Datar, Kepala Madrasah, dan wakil kurikulum. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi, pemaparan (display data) dan penarikan kesimpulan. Teknik penjaminan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah guru memahami kewajiban untuk menyusun modul ajar berbasis kurikulum merdeka, namun mengalami beberapa kendala. Pertama, untuk merumuskan (TP) guru mesti menganalisis TP kognitif (konseptual dan factual), TP psikomotorik (prosedural), TP afektif (meta kognitif). Kedua, untuk merumuskan ATP dilandasi analisis kebutuhan peserta didik. Ketiga, untuk menyusun KKTP dan rubric harus disesuaikan dengan TP. Keempat, untuk menyusun modul PBL dan PjBL guru membutuhkan pedoman dan pelatihan dalam MGMP.
Eksplikasi Pendidikan Islam terhadap Konsep Merdeka Belajar Basri, Hasan; Ramli, Syahrur; In'ami, Moh; bahri, syamsul; Mustafa, Mustafa
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13505

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan kritis perspektif pendidikan Islam terhadap konsep merdeka belajar. Pendekatan yang digunakan adalah kulitatif dengan menggunakan library reseach guna menemukan litertur dari buku terutama artikel di jurnal yang diterbitkan dalam kurun tahun 2020 –dimana wacana merdeka belajar sudah digulirkan, sampai 2024. Literatur yang terkumpul diklasifikasi dan dirangkum intinya sesuai topik pembahasan dengan menggunakan content analysis secara fleksibel, lalu dibangun kesimpulan dengan menggunakan analytical construct. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep merdeka belajar yang terambil dari konsep filsafat progresivisme menghendaki kebebasan dan kemajuan dalam pendidikan. Dalam pendidikan Islam, konsep merdeka belajar terwujud dalam bentuk kebebasan peserta didik untuk memilih menekuni suatu bidang ilmu sesuai minatnya pada kategori sains dan ṡaqāfah Islam. Adapun terkait pendidikan pada aspek pembentukan kepribadian Islam, tidak diberlakukan kebebasan dalam arti bahwa setiap peserta didik tidak memilih untuk memiliki kepribadian Islam atau tidak, melainkan mereka mesti memiliki kepribadian Islami, yakni memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku berdasarkan ajaran Islam. Kata Kunci: Merdeka belajar, eksplikasi, pendidikan Islam, progresivisme. 
Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Modul Ajar (Analisis Didaktis terhadap Model Pembelajaran di MTsN 6 Tanah Datar) Herawati, Susi; Faizah, Nur; Gustina, Gustina; Maimori, Romi; Ramli, Syahrur; Akbar, Muhammad Ravi
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan hasil analisis terhadap modul ajar kurikulum merdeka. Ditemukan berbagai problematika didaktis dalam menyusun TP, ATP, KKTP, dalam modul berbasis PBL, PjBL dan DBL. Guru belum memahami teknik menyusun modul ajar secara optimal. Pembelajaran yang kurang terencana akibat ketidaksiapan modul ajar mengakibatkan pembelajaran belum optimal. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data penelitian adalah guru PAI di MTsN 6 Tanah Datar, Kepala Madrasah, dan wakil kurikulum. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi, pemaparan (display data) dan penarikan kesimpulan. Teknik penjaminan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah guru memahami kewajiban untuk menyusun modul ajar berbasis kurikulum merdeka, namun mengalami beberapa kendala. Pertama, untuk merumuskan (TP) guru mesti menganalisis TP kognitif (konseptual dan factual), TP psikomotorik (prosedural), TP afektif (meta kognitif). Kedua, untuk merumuskan ATP dilandasi analisis kebutuhan peserta didik. Ketiga, untuk menyusun KKTP dan rubric harus disesuaikan dengan TP. Keempat, untuk menyusun modul PBL dan PjBL guru membutuhkan pedoman dan pelatihan dalam MGMP.
Indeks Diseminasi Moderasi Beragama dengan Teknik Flanders Interakcion Analysis Categories (FIAC) Syahrur Ramli
Journal of Contemporary Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Contemporary Islamic Education
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jcie.v3i2.3979

Abstract

Penelitian ini menganalisis indeks diseminasi moderasi beragama di perguruan tinggi berbasis interaksionisme yang distimulasi melalui dialog (verbal), implementasi dan verifikasi (self sufficient). Dinamika dialogis sering muncul dalam bentuk kajian ide, teori, dan nilai dalam bentuk kritik saran. Dinamika implementasi moderasi beragama merupakan kegiatan dan program. Dinamika verifikasi menghadirkan autentifikasi kebijakan, regulasi, manajemen dan materi. Diseminasi moderasi beragama menghasilkan indeks domain respons positif dan negatif. Kesiapan menerima moderasi beragama diduga berkorelasi dengan dinamika interaksionisme. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menganalisa variabel indeks diseminasi moderasi beragama menggunakan teknik Flanders Interakcion Analysis Categories (FIAC). Variabel diseminasi berbasis interaksionisme diuraikan melalui indikator stimulus (verbal, inplementasi dan verifikasi), dan indikator respon (positif, negatif). Penelitian dilakukan pada April-Mei tahun 2023, dengan 76 responden dari 186 populasi. Teknik pengumpulan data melalui angket dan pengolahan menggunakan statistical approach (SPSS versi 23.0). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa indeks diseminasi moderasi beragama melalui stimulasi verbal sebesar 37%. Adapun indeks berdasarkan stimulasi implementasi sebesar 20% dan verifikasi sebesar 43%. Hipotesis ini menganalogikan bahwa diseminasi dominan masih pada tahap verifikasi moderasi beragama. Indeks diseminasi dianalisa melalui respon positif mahasiswa sebesar 74% kesiapan untuk melakukan verifikasi dan respons negatif sebesar 26%.  
PENGARUH PENGGUNAAN PLATFORM DIFFIT TERHADAP OPTIMALISASI MODEL PEMBELAJARAN ECIRR DI UPT SDN 09 SIMAWANG Syafri, Zulfawan; Ramli, Syahrur; Fadriati, Fadriati; Hamdi, Choirul; Zakia, Nadia; Pelina, Dilla
Damhil Education Journal Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dej.v5i1.2648

Abstract

This article aims to describe the impact of using digital platform in learning. Kurikulum Merdeka provide some platform for learning. It has been use for every single mmodel, method or learning strategy. ECIRR model is one of learning system applied in UPT SDN 09 Simawang. But it has problem to find learning material for accepting step by step in ECIRR. This model should search learning sourches and take it for learning. Reserachers try to find digital platform can be used for optimizing ECIRR. Diffit is that platform. Fitur in diffit should be analyze for making impact in ECIRR. This article is experimental by Diffit as X variable and ECIRR as Y variable. The data collecting by questionare, sharing to 26 member of MGMP PAI Rambatan Region. The result of questionare emboding the impact of diffit to ECIRR by 42%.  Analyzing step of ECIRR shows that the impact diffit for optimize of elicit step by 94%, confront step by 88.5%, identify step by 90.5%, resolve step by 95.8% and reinforcement step by 89.55%
Analisis Diferensiasi Materi Pendidikan Agama Islam pada Model Project Based Learning Menggunakan Pendekatan Etnografi T. Idris; Ramli, Syahrur; Susrizal, Silvia; Zakia, Nadia; Delvica, Ghusti
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/al-ilmi.v8i1.3915

Abstract

Differentiated learning has problem to serach materials. Teachers have more difficulties to get sourches. This study aims to analyze the differentiation of PAI materials using Project Based Learning model. PAI materials in high school are spread in the dimensions of Al-Qur'an Hadith, Aqidah Akhlak, Fiqh and SKI. The PjBL model is difficult for PAI teachers, especially to formulating their learning themes and activities. The researcher analyzed that the Keminangkabauan ethnographic theme can be used as the theme of PjBL. Teachers must play an active role in finding material differentiation through values, philosophies, artifacts and Minangkabau’s figures that are relevant to all dimensions of PAI. This research is a qualitative descriptive by analyzing the phenomenon of low understanding of Keminangkabauan for students in high school. This research is located at SMAN 1 Lintau, Tanah Datar Regency. The respondents of this study were 158 students and 4 PAI teachers. Primary data was obtained through interviews and analysis of teacher teaching module documents. Data triangulation was carried out by exploring in-depth aspects of material differentiation, identifying the ethnographic value of Keminangkabauan and presenting it in the form of research findings. The results of this study describe the differentiation of Keminangkabauan ethnographic material on the PAI element. The aspects used are Minangkabau proverbs which are analyzed for their relevance to PAI values, the diversity of Minangkabau cultural heritage and the analysis of classic and modern Minangkabau figures. These three ethnographic aspects are integrated with PAI material so as to produce material differentiation
PENGARUH DIGITALISASI TAHSIN DAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP HASIL ASSESMENT SISWA PADA MADRASAH Ramli, Syahrur; Lainah, Lainah; Sesmiarni, Zulfani
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i1.3755

Abstract

Abstract This study analyzes extracurricular learning in MTsN 7 Lima Puluh Kota developed by applying digitalization of differentiated learning. The extracurricular concept uses media, facilities and infrastructure of labor computers and projectors with differentiated learning using digital tarteel applications. The use of the tarteel application will certainly have an impact on the final assessment results of eskul tahsin activities. This research is a type of experimental quantitative research. The variable X1 in this study is the digitization of tahsin, variable X2 is differentiated learning and variable Y is the result of tahsin assessment. The population and sample are 86 students of grade VII MTsN 7 Lima Puluh Kota of West Sumatra Province for the 2023/2024 academic year. Quantitative assessment data is obtained through pre-test and post-test. The instrument used is a questionnaire. The results of research through data testing showed that the influence of digital tahsin as much as 36% on the results of tahsin assessment. The effect of tahsin learning differentiated by 6% on the results of tahsin assessment. The results of the R square coefficient value show the influence of the two variables on Y by 0.6 or 60% of the influence of differentiated tahsin digital on the results of the assessment of tahsin students grade VII MTsN 7 Lima Puluh Kota. Keywords: Digital Tahsin; Differentiated Learning; Learning Assessment
Comparison of Reflective Thinking through Project Based Learning and Differentiated Instruction in Islamic Religious Education Based on Minangkabau Ethnography Herawati, Susi; Ramli, Syahrur; Susrizal, Silvia; Akbar, M Ravi; Delvica, Ghusti
Hikmah Vol. 22 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/hikmah.v22i1.510

Abstract

Low reflective thinking skills and a lack of understanding of local values among students in Islamic Religious Education are problems at State Senior High School 1 Lintau. Theoretical learning makes it difficult for students to relate religious teachings to the ethnographic culture of Minangkabau. This study aims to compare the effectiveness of project-based learning and differentiated learning models in improving students' reflective thinking skills in integrated Islamic Education lessons incorporating Keminangkabau ethnography. The study used a quantitative comparative approach through an experiment involving 158 students and 4 educators. Data were collected through questionnaires and interviews. The results indicate that the differentiated learning model is more effective in enhancing self-awareness, reflection in action, and future planning. Meanwhile, the project-based model is superior in fostering social reflection. These findings highlight the importance of selecting appropriate learning models to develop reflective skills and strengthen understanding of local values, thereby making Islamic Education more meaningful and contextual.
Co-Authors Adripen Adripen Afrita Wahyuni Aidil Darmawan Akbar, M Ravi Akbar, M. Rafi Akbar, Muhammad Ravi Ali Muddin Jailani Amirul Mukminin Andieni Putri Olivia Arifin Ariyogo Adi‎ Guna Auliya Rahmi Bal'qis, Aisyah Shinta Bambang Supradi Budi Budi Cahyati, Putri Darmawan, Aidil Darul Ilmi Darul Ilmi Delvica, Ghusti Demina Demina Demina Demina Depki Elnanda Dzaky Hafizh Muttaqien Eliwatis Eliwatis Eliwatis Eliwatis Elvita, Yanti Fadriati Fadriati Febi Nuris Putra Ferdino Wedi Sanjaya Gusrina Fadhila Gusrina Fadhila Gustina Gustina Gustina Gustina Gustina Gustina, G Hamdi, Choirul hasan basri Hasan Basri Hasanah, Aisyah Ramadhani Idris, T Ilahi, Wahyu Iswantir M KHADAFI, MUHAMMAD Khairani, Arrahmi Lainah Lainah Lainah Lainah Lainah, Lainah M Fauzil Azra M Ravi Akbar M Yoga Habibullah M. Ravi Akbar Maimori, Romi Masruchin Meisil Yanda Merri Yelliza Merri Yelliza Moh Inami Movitaria, Mega Adyna Muh. Fauzi Muhammad Khadafi Muhammad Ravi Akbar Mustafa Mustafa Mustafa Mustafa Nadia Zakia Nadia Zakia Nadia Zakia Natasya Aprilia Putri Niatul Sovia Nur Azizah Nur Faizah Nur Faizah Pelina, Dilla Rabiha Maya Adiera Radhitiya Dwi Putra Rahmatia Safitri Rahmatul Riza Ramza Husmen Ramza Husmen Raudatul Hafiza Ravi Akbar, M. Ridha Ahida Ridha Ahida Ridwal Trisoni Ridwal Trisoni Rifa Andriana Rita Zahara Kamsir Rosalina, Viona Rusdi, Luthfia Fadhila Sabilal Muhtadin Salmiwati Salmiwati Sel Pitriyani Silfia Hanani Silvia Susrizal Silvia Susrizal Silvia Susrizal Siska Andeska Putri Suryati Suryati Susi Herawati Susi Herawati Susi Herawati Susi Ratna Sari Susi Ratna Sari, Susi Ratna Syafri, Zulfawan Syafrul Nalus syamsul bahri Syamsul Bahri T. Idris Teti Depita Thongin, Arthit Tri Rifni Rosita Utami, Aisyah Putri Wiwik Handayani Yahdillah Fahmi Yahdillah Fahmi Yanti Elvita Yudha Putra Pratama Yusuf Baihaqi Zakia, Nadia Zulfani Sesmiarni Zulfani Sesmiarni Zulfani Sesmiarni Zulfani Sesmiarni Zulpina Zulpina