Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Desa: Model Kolaborasi Dalam Pelaksanaan Program Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Desa Silalahi I dan II Harahap, Aprilinda M; Doloksaribu, Thorino Ivan; Widya Syahri, Muhammad Syaikah; Febiola, Jesika; Aprilia, Gesia
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatear Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v5i1.12199

Abstract

Artikel ini membahas laporan kegiatan pengabdian masyarakat program studi pemikiran politik islam di desa Silalahi I dan II. Dalam artikel ini juga membahas kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam pelaksanaan program pembangunan sumber daya manusia dan lingkungan untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Oleh karena itu artikel ini dibuat untuk memperlihatkan masyarakat dan pejabat di desa Silalahi I dan II dalam menanggapi dan merespon segala kegiatan yang kami laksanakan.Tidak sedikit masalah yang kami hadapi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini seperti hal nya letak lokasi penanaman yang berubah, perubahan segala struktur kegiatan, masalah masalah ini lah yang kami hadapi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Tujuan dari penulisan ini adalah membahas bagaimana segala kegiatan pengabdian masyarakat yang kami dan masyarakat lakukan dalam pelaksanaan program pembangunan sumber daya manusia dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan dua metode, metode kualitatif berupa dokumentasi hasil kegiatan dan wawancara, juga menggunakan metode kuantitatif diperlukan untuk menghitung keberlanjutan program kerja yang kami lakukan selama kegiatan. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, serta kesadaran akan pentingnya pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa terbukti efektif dalam memperkuat partisipasi lokal dan mendorong pembangunan inklusif. Program ini dapat menjadi model untuk penguatan sinergi perguruan tinggi dengan masyarakat dalam mencapai SDGs di tingkat desa.
Konsep Kekuasaan Dan Legitimasi Dalam Perspektif Antropologi Manurung, Marzuki; Doloksaribu, Thorino Ivan; Ayu Purnama Sari; Abib Alwi Alamsyah; Mahdy Husnul Widad; Bagus Prasetyo; Nasution, Ahmad Afriza; Aldino Ilham; Muhammad Muzamil; Muhammad Irham Fahmi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4440

Abstract

Kekuasaan dan legitimasi merupakan dua konsep fundamental dalam kajian antropologi politik yang menentukan bagaimana struktur sosial, otoritas, dan praktik pemerintahan terbentuk serta dipertahankan. Topik ini penting untuk dibahas karena dinamika politik kontemporer, baik di level negara maupun komunitas lokal, memperlihatkan bahwa kekuasaan tidak hanya bersumber dari institusi formal, tetapi juga dibangun melalui simbol, tradisi, dan norma budaya yang memengaruhi legitimasi. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan memahami relasi antara kekuasaan dan legitimasi dalam konteks masyarakat majemuk, di mana interaksi antarbudaya sering kali menciptakan bentuk otoritas yang hibrid. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana legitimasi kekuasaan terbentuk, dipertahankan, dan dinegosiasikan dalam ruang sosial yang sarat dengan nilai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis wacana terhadap karya-karya antropologi politik, serta observasi terbatas pada praktik simbolik di komunitas lokal. Hasil sementara menunjukkan bahwa legitimasi tidak hanya berasal dari legalitas formal, tetapi juga dari pengakuan sosial yang dibangun melalui ritual, simbol, dan praktik budaya. Dengan demikian, antropologi politik memberikan kontribusi penting untuk memahami bahwa kekuasaan bersifat relasional dan legitimasi selalu bergantung pada konteks sosial-budaya yang melingkupinya.