Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Wawasan Nusantara/Geopolitik dan Geostrategi Manurung, Marzuki; Khudri, Syaidil; Nasution, Halimatus Sa’diah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29913

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan mahasiswa tentang wawasan nusantara/ geopolitik dan geostartegi di indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut sebagai peneliti menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dalam pengumpulan data yang berupa observasi dan wawancara dengan beberapa mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasanya pemahaman mahasiswa tentang wawasan nusantara ini sangat minim. Kita harus meningkatkan kesadaran penuh terhadap pentingnya pemahaman, peran dan posisi wawasan nusantara/ geopolitik dan geostrategi di Indonesia ini melalui jalur internet yang sangat mudah di akses dimanapun dan juga bisa melalui jalur pendidikan dan lain sebagainya.
Rule of Law / Negara Hukum Manurung, Marzuki; Rambe, Arjonah Syahwirada; Ihsan, Muhammad Naufal; Ritonga, Rabiyatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29915

Abstract

Negara hukum merupakan prinsip fundamental dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bernegara, yang menempatkan hukum sebagai landasan utama. Perubahan keempat UUD 1945 tahun 2002 menegaskan Indonesia sebagai negara hukum dalam Pasal 1 Ayat (3). Konsep negara hukum memiliki dua tradisi utama, yaitu Rechtsstaat (tradisi Eropa Kontinental) dan Rule of Law (tradisi Anglo-Amerika), yang menekankan supremasi hukum, persamaan di hadapan hukum, serta peradilan yang independen. Dalam konteks Indonesia, konsep negara hukum dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Pancasila, sehingga dikenal sebagai Negara Hukum Pancasila. Selain perspektif Barat, konsep hukum juga berkembang dalam Islam, dengan prinsip utama yang bersumber dari Al-Qur'an, Sunnah, Ijma', dan Qiyas. Indonesia sebagai negara hukum menegaskan bahwa segala aspek kehidupan bernegara harus berlandaskan hukum.
Transformasi Organisasi Islam di Era Digital Manurung, Marzuki; Doloksaribu, Thorino Ivan; Widad, Mahdy Husnul
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.557

Abstract

The advancement of digital technology has significantly impacted various aspects of life, including Islamic organizations. Digital transformation requires these organizations to adapt in terms of management, communication, and da'wah dissemination to remain relevant in the modern era. This study aims to analyze how Islamic organizations utilize digital technology to expand their reach, enhance program effectiveness, and address challenges such as misinformation and shifting societal interaction patterns. The research employs a literature review and case study analysis of several Islamic organizations that have adopted digital platforms. The findings indicate that digital transformation offers significant opportunities to strengthen membership networks, streamline coordination, and improve transparency. However, a strategic approach is needed to maintain a balance between Islamic values and technological dynamics. This study is expected to serve as a reference for Islamic organizations in designing effective and sustainable digital transformation strategies.
Pemikiran Politik Pada Masa Dinasti Umayyah Dan Abbasiyah siregar, romadhan; Prasetio, Agung; Naufal, Faris; Manurung, Marzuki
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Publisher : STISIPOL Raja Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56552/jisipol.v7i1.303

Abstract

This study discusses the dynamics of Islamic governance during the Umayyad and Abbasid dynasties and the contribution of classical Islamic political thought in explaining the transition from the shura-based caliphate to a hereditary monarchy. The main problem addressed is how the structure of power functioned during these two major dynasties and the extent to which the political thought of figures such as Al-Farabi, Al-Mawardi, and Ibn Khaldun reflects the political reality of their time. This study aims to analyze the characteristics of the Umayyad and Abbasid power systems and relate them to the construction of state theory developed within Islamic political philosophy. The method used is a qualitative approach through library research and descriptive analysis of primary and secondary sources. The findings reveal that the Umayyad government system was marked by power centralization and dynastic consolidation, while the Abbasid period introduced administrative and intellectual innovations despite maintaining a monarchical structure. Each of the three Islamic thinkers studied developed an ideal concept of statehood in response to the political conditions of their time. Al-Farabi emphasized the ideal state (al-Madinah al-Fadhilah), Al-Mawardi detailed the principles of imamate under sharia, and Ibn Khaldun highlighted the role of social cohesion (ashabiyah) in maintaining political stability. This study concludes that classical Islamic political thought remains relevant for development in the context of contemporary governance.
Identitas Nasional, Lokal, dan Globalisasi Manurung, Marzuki; Ramadhina, Sri Ratu; Nasution, Marwati Febria; Marulafau, Muhammad Kahfiki
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1317

Abstract

Artikel ini membahas tentang hubungan antara identitas nasional, lokal, dan pengaruh globalisasi dalam konteks masyarakat modern. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana globalisasi memengaruhi pembentukan identitas nasional dan lokal, serta untuk memahami tantangan yang dihadapi masyarakat dalam mempertahankan identitas budaya lokal mereka di tengah arus global. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah berbasis kajian pustaka dari literatur buku dan jurnal yang berkaitan dengan kewarganegaraan dan identitas nasional serta lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun globalisasi membawa pengaruh besar terhadap homogenisasi budaya, banyak individu dan komunitas yang berusaha memperkuat identitas lokal dan nasional mereka melalui berbagai bentuk pelestarian tradisi. Globalisasi, di satu sisi, membuka peluang baru untuk interaksi antarbudaya, tetapi di sisi lain, juga menimbulkan ancaman terhadap kelestarian nilai-nilai lokal yang khas. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan antara menerima pengaruh global dan melestarikan identitas budaya yang ada.  
HAM Internasional dan Penegakannya di Indonesia Manurung, Marzuki; Rangkuti, Intan Nabila; Manik, Karizza Az Zahra; Al Adawia, Rabiya
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1318

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar yang melekat pada setiap individu sejak lahir dan tidak dapat dicabut atau dialihkan oleh siapa pun. HAM mencakup hak hidup, kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, dan hak atas rasa aman. Secara internasional, HAM diatur dalam berbagai instrumen hukum seperti Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) 1948 yang menjadi landasan moral dan hukum bagi negara-negara dalam menghormati serta melindungi hak-hak individu. Dalam praktiknya, penegakan HAM seringkali menghadapi tantangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hambatan yang dihadapi antara lain adalah kurangnya kesadaran masyarakat, lemahnya sistem hukum, serta campur tangan politik. Penegakan HAM membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah, lembaga hukum, dan masyarakat sipil. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian HAM secara umum, menelaah peran HAM dalam konteks internasional, sertamenganalisis berbagai bentuk upaya dan tantangan dalam penegakan HAM di era modern.
Negara, Agama, dan Warga Negara Manurung, Marzuki; Amanda, Annisa; Al-Aziz, Mahiruddin; Lubis, Indra Pratama
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1319

Abstract

Artikel ini membahas keterkaitan antara negara, agama, dan hak serta kewajiban warga negara dalam konteks Indonesia. Sebagai negara yang berlandaskan Pancasila, hubungan antara agama dan negara menjadi krusial untuk menciptakan harmoni sosial tanpa mengabaikan keberagaman. Kajian ini menguraikan konsep negara, tentu pembentukannya, dan fungsi utama negara dalam mengatur kehidupan berbangsa. Selain itu, artikel ini mengupas hak dan kewajiban warga negara berdasarkan UUD 1945 dan nilai-nilai ajaran Islam, menyoroti pentingnya keseimbangan antara hak individu dan kewajihan kolektif demi mewujudkan keadilan. Mewujudkan keadilan sosial Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini mempertegas bahwa sinergi antara negara, agama, dan warga negara menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan dan kemajuan bangsa.
Kewarganegaraan dan Identitas Nasional Nasution, Syifa Anisa; Fathurrahman, Fathurrahman; Azzahra, Fatimah; Manurung, Marzuki
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1325

Abstract

Identitas nasional adalah konsep yang kompleks dan multidimensi, mencakup berbagai aspek kehidupan bangsa dan negara. Artikel ini bertujuan untuk memahami konsep kewarganegaraan, identitas nasional, dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari, serta untuk menganalisis faktor-faktor pembentuk identitas nasional Indonesia. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah berbasis kajian pustaka dari literatur buku dan jurnal yang berkaitan dengan kewarganegaraan dan identitas nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas nasional Indonesia memiliki dimensi yang lebih luas dan mendalam, yang mencakup konsep bangsa Indonesia, faktor-faktor pembentuk identitas nasional, dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini menyimpulkan bahwa identitas nasional Indonesia merupakan konsep yang dinamis dan terus berkembang, sehingga penting untuk memahami dan menghargai identitas nasional dalam rangka mempersatukan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.