Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

History of the Emergence of the Khawarij and Murji'ah Elly Warnisyah Harahap; Jesika Pebiola; Mahdy Husnul Widad; Nadia Gita Sari; Roni Riski Hasibuan; Eka Agustina; Aldino Ilham
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i3.1520

Abstract

This research explores the historical emergence of the Khawarij and Murji’ah sects within early Islamic history, aiming to understand their origins, doctrinal differences, and impacts on Islamic thought. The study addresses the primary research question: how did the Khawarij and Murji’ah sects arise, and what were the key theological and political factors that influenced their development? Utilizing a historical-analytical method, this research examines primary sources, including early Islamic texts and historical records, as well as secondary scholarly analyses. The findings reveal that the Khawarij emerged as a radical faction following the Battle of Siffin, emphasizing strict piety and rejecting any form of sin among leaders, whereas the Murji’ah advocated a more lenient stance, deferring judgment of sinners to God. The study concludes that the Khawarij and Murji’ah significantly shaped early Islamic discourse on faith, leadership, and community, leaving a lasting legacy on Islamic jurisprudence and theology. This research highlights the complex interplay of theology and politics in the formation of early Islamic sects, providing deeper insights into the dynamics of religious movements.
Konsep Kekuasaan Dan Legitimasi Dalam Perspektif Antropologi Manurung, Marzuki; Doloksaribu, Thorino Ivan; Ayu Purnama Sari; Abib Alwi Alamsyah; Mahdy Husnul Widad; Bagus Prasetyo; Nasution, Ahmad Afriza; Aldino Ilham; Muhammad Muzamil; Muhammad Irham Fahmi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4440

Abstract

Kekuasaan dan legitimasi merupakan dua konsep fundamental dalam kajian antropologi politik yang menentukan bagaimana struktur sosial, otoritas, dan praktik pemerintahan terbentuk serta dipertahankan. Topik ini penting untuk dibahas karena dinamika politik kontemporer, baik di level negara maupun komunitas lokal, memperlihatkan bahwa kekuasaan tidak hanya bersumber dari institusi formal, tetapi juga dibangun melalui simbol, tradisi, dan norma budaya yang memengaruhi legitimasi. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan memahami relasi antara kekuasaan dan legitimasi dalam konteks masyarakat majemuk, di mana interaksi antarbudaya sering kali menciptakan bentuk otoritas yang hibrid. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana legitimasi kekuasaan terbentuk, dipertahankan, dan dinegosiasikan dalam ruang sosial yang sarat dengan nilai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis wacana terhadap karya-karya antropologi politik, serta observasi terbatas pada praktik simbolik di komunitas lokal. Hasil sementara menunjukkan bahwa legitimasi tidak hanya berasal dari legalitas formal, tetapi juga dari pengakuan sosial yang dibangun melalui ritual, simbol, dan praktik budaya. Dengan demikian, antropologi politik memberikan kontribusi penting untuk memahami bahwa kekuasaan bersifat relasional dan legitimasi selalu bergantung pada konteks sosial-budaya yang melingkupinya.