Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Assistance in Obtaining Halal Certification (Self-Declaration) for Sweet Hony Canteen at Mulawarman University Sumadi, Lalu Aditya; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Pujokaroni, Agustu Sholeh; Andriyani, Yulian; Banin, Maghfirotin Marta; Suprapto, Hadi; Rohmah, Miftakhur
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2024.10.02.011

Abstract

Halal food is increasingly important for both Muslims and non-Muslims due to its cleanliness and health benefits. Halal certification, regulated by Law No. 33 of 2014 on Halal Product Assurance, is essential for building consumer trust, expanding markets, and boosting company sales. It is particularly crucial for MSMEs, such as food stalls, as it impacts both trust and revenue. This community service project helped the Sweet Hony canteen obtain halal certification through socialization, interviews, and document preparation, supported by students, Field Supervising Lecturers (FSL), and the Halal Research Center at Mulawarman University. The effort led to the issuance of a Business Identification Number (BIN) and an ongoing halal certification process.
STUDI PENDAHULUAN: PENGUJIAN ALAT PENGEPRES BUAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DENGAN VARIASI LAMA PENGUKUSAN DAN PENGEPRESAN Utoro, Panggulu A.R.; Murdianto, Wiwit; Pujokaroni, Agustu Sholeh; Andriyani, Yulian; Banin, Maghfirotin Marta; Sulistiawan, Dwi; Rahmansyah, Muhammad Rinaldy
Cannarium Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v21i2.6969

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak durasi pengukusan dan penekanan pada kinerja alat pengepres buah kelapa sawit (kapasitas 5 kg) dalam produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO). Pengujian melibatkan kombinasi durasi pengukusan buah kelapa sawit (15, 30, dan 45 menit) dan durasi pengepresan (10 dan 15 menit). Berdasarkan hasil uji menggunakan umpan buah kelapa sawit sebanyak 3 kg, diperoleh rata-rata hasil rendemen padatan sekitar 79,44%. Rata-rata volume CPO yang dihasilkan adalah sekitar 9,42%, dengan hasil minyak tertinggi pada kombinasi 45 menit pengukusan dan 15 menit pengepresan, menghasilkan sekitar 410 ml. Persentase CPO dari proses penyaringan adalah 74,93%, sementara viskositas rata-rata CPO sekitar 30,72 Mp.S, dengan kadar air sebesar 5,80%. Intensitas warna tertinggi dicapai pada kombinasi 30 menit pengukusan dan 15 menit pengepresan, dengan nilai sekitar 0,26 pada panjang gelombang pengujian 600 nm. Nilai analisis warna rata-rata untuk L* (kecerahan), a* (merah), dan b* (kuning) adalah sekitar 19,70, 7680,00, dan 6287,06. Untuk penelitian masa depan, hasil ini dapat dimanfaatkan dalam produksi Minyak Sawit Merah.
Perbandingan Food Coping Strategi dan Kejadian Stunting Pada Rumah Tangga Diperdesaan dan Perkotaan : Perbedaan Food Coping Strategy antara Rumah Tangga di Perdesaan dan Perkotaan terhadap Kejadian Stunting Pujokaroni, Agustu Sholeh; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Aini, Qurratu; Saragih, Bernatal
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.80-91

Abstract

Background: Stunting is one of the growth and development disorders of children as a consequence of a chronic nutrition deficiency and repeated infection, reflected by the height below the standard. Objectives: This research aims to recognize the differences in food coping strategies between rural and urban households toward stunting incidents. Methods: Cross-sectional design with 300 children in Paser Regency (rural) and Balikpapan City (urban). Assessment of daily nutrition intake of the children using multiple-passed 1 x 24-hour recall to the mother. The household dietary diversity was assessed using the Household Dietary Diversity Score (HDDS). In each household, Anthropometry was measured on the children (weight and height) and mother (weight, height, the middle of the upper arm, waist, and hips). Results: The survey showed that the wife was more dominant in determining the food menu, cost of food, and the processing of nutritious food. Food coping strategies in rural households are to consume less favorable food cheaper, collect wild plants, hunt or harvest early, and ask for food or help from colleagues or siblings; meanwhile, food coping strategies in urban households are to consume less favorable food and cheaper. Food security in urban households was 75.3%, and in rural households was 59.3%. The average infant's body length in rural and urban households was 49.22 cm, and the proportion of short infants was 7.33% in urban households and 14.67% in rural households. Conclusions: The food coping strategy performed in rural households was deeper than in urban households.
Sintesis dan karakterisasi sodium karboksimetil selulosa dari serabut kelapa sawit Pujokaroni, Agustu Sholeh; Marseno, Djagal Wiseso; Pranoto, Yudi
Journal of Tropical AgriFood Volume 3, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.3.2.2021.6656.101-113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pembuatan CMC dari serabut buah kelapa sawit (SBS). Dua tahapan percobaan dilakukan, yaitu penyiapan selulosa dari SBS dan pembuatan CMC menggunakan selulosa SBS dari perlakuan terpilih. Percobaan tahap pertama merupakan percobaan faktor tunggal (konsentrasi NaOH 5,0-17,5%), sedangkan percobaan tahap kedua merupakan percobaan faktorial (konsentrasi NaOH 5-20%, dan kadar Natrium monokhloro asetat/NaMCA 3-7 g). Setiap perlakuan diulang lima kali. Parameter yang diamati pada percobaan tahap pertama adalah rendemen, kadar selulosa, kadar air, dan kadar abu. Parameter yang diamati pada percobaan tahap kedua adalah hasil, kadar air, kemurnian, kelarutan, viskositas, dan derajat substitusi. CMC SBS dengan karakter terbaik dari percobaan kedua kemudian dianalisis dengan sinar-X dan FTIR. Kecuali data difraksi sinar-X dan spektrum FTIR yang dianalisis secara deskriptif, data lainnya dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyiapan selulosa dari SBS dengan formula 5% w/v dalam 15% NaOH merupakan metode paling potensial (rendemen dan kadar selulosa bertuut-turut adalah 25,50% dan 63,34%) dan dipilih sebagai metode penyiapan selulosa SBS. Pada percobaan CMC dari selulosa SBS, ditunjukkan bahwa konsentrasi NaOH dan kadar NaMCA serta interaksinya memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap hasil, kadar air, kemurnian, kelarutan, viskositas, dan derajat substitusi CMC. Metode penyiapan CMC menggunakan formula 5 g selulosa SBS dalam sistem 100 mL isopropanol dan 20 mL 15% NaOH dan 6 gram NaMCA merupakan metode potensial yang menghasilkan CMC SBS dengan karakteristik derajat substitusi 1,19, viskositas 4,1 cps, dan kelarutan 60,25%. Hasil, kemurnian, dan kadar air CMC SBS yang dihasilkan berturut-turut adalah 156,35%, 86,44%, dan 11,83%. CMC SBS yang dihasilkan tersebut mempunyai karakter difraksi sinar-X dan spektrum FTIR yang serupa dengan tepung selulosa dan CMC komersial.