Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Effectiveness of The Larvicide Combination Extract of Basil (Ocimum basilicum) Leaves And Soursop (Annona muricata) Leaves Against Aedes aegypti Larva Shafrina Rohma, Hanna; Mufidah, Hartalina; Anggia Destiawan, Rian; Trianggaluh Fauziah, Dina
Journal of Medical Laboratory in Infectious and Degenerative Diseases Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jmid.v2i2.28

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an acute febrile illness caused by dengue virus infection which is transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. An alternative method that can be used is a vegetable larvicide to eradicate Aedes aegypti larvae. Basil leaf extracts (Ocimum basilicum) and soursop leaves (Annona muricata) contain flavonoids, saponins, alkaloids, tannins and essential oils as larvicide compounds. Purpose: This study aims to determine the effectiveness of the larvicidal combination of basil (Ocimum basilicum) and soursop (Nnona muricata) leaf extracts against Aedes aegypti larvae at concentrations of 5%, 10%, 15% and 20%. Methods: This type of research is descriptive quantitative research with an experimental design. This study used 6 samples of Aedes aegypti larvae at each concentration. The treatment stage was carried out by adding a combination of basil (Ocimum basilicum) and soursop leaf (Annona muricata) leaf extracts in concentrations of 5%, 10%, 15% and 20% into an Erlenmeyer flask containing larvae and distilled water. Calculate the number of deaths at 30 minutes, 1 hour, 2 hours and 3 hours. Results: The results of this study showed larval mortality at a concentration of 5%, namely 0 larvae in 30 minutes, 1 larva in 1 hour, 2 larvae in 2 hours and 3 larvae in 3 hours. Larval mortality at a concentration of 10% is 1 larva in 30 minutes, 2 larvae in 1 hour, 3 larvae in 2 hours and 0 in 3 hours. Larval mortality at a concentration of 15% is 2 larvae in 30 minutes, 3 larvae in 1 hour, 1 larva in 2 hours and 0 larvae in 3 hours. Larval mortality at a concentration of 20% was 3 larvae in 30 minutes, 3 larvae in 1 hour and 0 larvae in 2 and 3 hours. Conclusions: The combination of basil (Ocimum basilicum) and soursop leaf (Annona muricata) leaf extracts is most effective as a larvicide at a concentration of 20% with a death time of 30 minutes.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Krim Perona Pipi dari Ekstrak Bunga Rosela (Hibiscuss sabdariffa L.) sebagai Pewarna Alami Retno Ningsih, Ajeng; Trianggaluh Fauziah, Dina; Setyaningrum, Lindawati; Palupi, Jenie
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/gzbqnr42

Abstract

Perona pipi ialah sediaan kosmetik yang digunakan untuk memberikan warna pada pipi dengan pilihan warna yang beragam. Bahan alami yang digunakan sebagai pewarna alami adalah bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.). Tujuan daripada penelitian ini guna mengidentifikasi senyawa antosianin pada penggunaan ekstrak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) kosentrasi 5%, 10%, dan 15% pada krim perona pipi. Serta mengidentifikasi uji evaluasi krim perona pipi melalui uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, iritasi, serta hedonik. Penelitian ini menerapkan metode eksperimental laboratorium dengan melakukan skrining antosianin, dan melakukan uji evaluasi berupa uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, iritasi serta hedonik. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak bunga rosela positif mengandung senyawa antosianin. Hasil evaluasi uji organoleptik krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10 % dan 15% memiliki tekstur semi padat dengan aroma khas bunga rosela dan memiliki warna pada kosentrasi 5% putih sedikit pink, 10% pink muda, 15% pink gelap. pH krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5% yaitu 6.73, 10%  6.53, 15% 5.63. Uji homogenitas krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15% yaitu homogen. Uji daya sebar krim perona pipi  kosentrasi ekstrak 5% yaitu 5.3 cm, 10% 6.3 cm dan 15% 5.7 cm. Uji daya lekat krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5% yaitu 7.07 detik, 10% 6.53 detik. dan 15% 6.77 detik. Uji iritasi krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10% dan 15% yaitu tidak menimbulkan iritasi. Uji hedonik krim perona pipi kosentrasi ekstrak 15% banyak disukai responden dalam segi tekstur, warna dan aroma.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Hand Body Lotion dari Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Dwi Rofiqil Maula, Angga; Trianggaluh Fauziah, Dina; Purwanti, Aliyah; Tri Agustin, Ayu
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/6hahad10

Abstract

Kulit rentan rusak akibat radikal bebas sinar UV, sehingga membutuhkan antioksidan eksternal. Biji alpukat kaya flavonoid, fenol, vitamin E, tanin, dan asam lemak seperti linoleat, oleat, dan palmitat. Kandungan ini menjaga kelembapan dan kekencangan kulit, cocok digunakan dalam produk seperti hand body lotion. Membuktikan adanya kandungan senyawa dalam biji alpukat dan mendapatkan konsentrasi ekstrak biji alpukat yang menunjukkan mutu fisik yang baik dan hasil sediaan hand body lotion yang dapat diterima dengan baik oleh responden. Aquadest dijadikan pelarut dalam metode dekokta untuk menghasilkan ekstrak biji alpukat yang konsentrasinya mencakup 2%, 5%, dan 8%. Evaluasi sediaan mencakup uji mutu fisik organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar, beserta pengujian terhadap panelis yaitu uji hedonik dan iritasi. Data dianalisis melalui aplikasi SPSS versi 25. Hasil uji mutu fisik (organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, beserta daya sebar) memperlihatkan hasil yang memenuhi persyaratan pengujian sediaan yang baik. Pada pengujian terhadap responden mendapatkan hasil penerimaan yang baik dan tidak terjadi reaksi iritasi. Ekstrak biji alpukat kaya akan senyawa flavonoid, tanin, saponin, beserta fenolik. Penelitian memperlihatkan bahwasanya formulasi hand body lotion yang mengandung ekstrak ini memenuhi standar mutu fisik, mencakup uji organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, beserta daya sebar. Pada uji terhadap responden hasil uji hedonik responden lebih menyukai warna sediaan pada formula F1 yaitu 54,5%, sementara aroma 72,7% dan tekstur 63,6% pada formula F2. Pengujian iritasi sediaan hand body lotion ini dapat diterima dengan baik karena tidak menyebabkan iritasi dan aman untuk digunakan.