Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MABBAKANG TRADITION (Case Study of Local Cultural Values in the Pange Community, Mattappawalie Village, Barru Regency) Mastura, Emi; Akhiruddin; Amir, Arfenti; Sriwahyuni
JPTK : JURNAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Vol 3 No 2 (2024): November : IJOLEH
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/ijoleh.v3i2.258

Abstract

This study aimed to determine the public perception of the mabbakang tradition in Pange, Mattappawalie Village, Barru Regency. This type of research is a qualitative case study type using purposive sampling to determine research informants. The techniques in data collection are observation, interviews, and documentation. With data analysis techniques through data collection, data reduction, data presentation and concluding. The results of this study are the perception of the Pange community regarding the mabbakang tradition, namely (a) the mabbakang tradition as a tradition of giving honey or maccani; (b) the mabbakang tradition as a tradition of warding off disaster.
EXPRESSIVE WRITING THERAPY UNTUK MENCEGAH DEPRESI PADA REMAJA KOTA LHOKSEUMAWE Steffi Harkensia, Linur; Mauliza, Rizky; Sari, Yunita; Fatna, Nesa; Tia Novita, Putri; Izlin, Reza; Mastura, Emi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4484-4490

Abstract

Remaja merupakan individu yang pada usianya akan merasakan banyak emosional dan juga rentan akan masalah kesehatan mental. Menurut World Health Organization (WHO) masalah kesehatan mental sering terjadi pada masa kanak-kanak dan awal remaja. Depresi dan kecemasan merupakan penyebab terbesar dari beban penyakit dan kecatatan yang dialami oleh Remaja. Agar depresi dapat ditekan, maka salah satu terapi yang dapat digunakan dengan Expressive writing. Expressive writing yaitu sebuah teknik atau terapi sederhana utuk menuliskan perasaan mengenai suatu kejadian yang melekat, emosional, maupun traumatis dalam hidup. Expressive writing lebih menekankan pada pengungkapan pikiran atau perasaan dengan menulis yang akan membuat individu melepaskan perasaan perasaan yang bergejolak dalam hati..Oleh karena itu Prodi Pendidikan Profesi Ners Universitas Bumi Persada melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi pada remaja terkait terapi  Expressive writing.  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan demonstrasi secara langsung metode yang dapat dilakukan bagi remaja untuk mencegah depresi. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan yaitu dengan memberikan materi penyuluhan mengenai terapi Expressive writing, melakukan latihan Expressive writing yang dilakukan oleh anggota tim pengabdian kepada masyarakat. Kemudian pengabdi juga melakukan evaluasi pada remaja tentang perasaan yang dirasakan setelah latihan Expressive writing. Hasil setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan pada remaja terkait Expressive writing baik dari pengertian, manfaat, tujuan dan tata cara memulai Expressive writing untuk mencegah Depresi. Kesimpulan setelah mengikuti penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan Remaja tentang menjaga kesehatan mental khusunya depresi yaitu dengan kegiatan Expressive writing.
The Effectiveness of the Traditional Congklak Game in Developing Fine Motor Skills in Early Childhood at the Kasih Bunda Kindergarten, South Aceh Erlina, Erlina; Mastura, Emi; Herrera, Lilian A.; Norli, Muhammad Asyraf
Journal of Basic Education Research Vol 4 No 3 (2023): September
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jber.v4i3.866

Abstract

Purpose of the study: The primary objective of this research is to investigate the influence of the traditional game, Congklak, on the development of fine motor skills in early childhood at Kasih Bunda Kindergarten. Methodology: This study employed an experimental research design with a pre-experimental approach. The participants consisted of students from the B2 group at Kasih Bunda Kindergarten, South Aceh, totaling 27 students in the experimental class. Data analysis was conducted using descriptive quantitative methods, comparing the averages of pre-test and post-test data collected through observations. Hypothesis testing was performed using the t-test based on the results of the activity scale. Main Findings: The main finding of this research is the comparison of average values before and after the treatment. With tcount > ttable, specifically 27.30 > 2.056, the null hypothesis (Ho) is rejected, indicating a significant difference between the scores obtained from the initial and final tests at a 95% confidence level. Consequently, it can be concluded that the Congklak game significantly contributes to the development of fine motor skills in young children at Kasih Bunda Kindergarten. Novelty/Originality of this study: The novelty of this research lies in the discovery of the potential of traditional games, such as Congklak, not merely as recreational activities but as effective tools for enhancing young children's fine motor skills, particularly in understanding number concepts and counting activities, thereby making classroom learning more engaging and enjoyable.