Rendahnya kemampuan operasi hitung perkalian pada peserta didik sekolah dasar seringkali disebabkan oleh pembelajaran yang bersifat hafalan tanpa pemahaman konsep yang konkret dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media papan perkalian berbasis kearifan lokal suku Sasak terhadap kemampuan operasi hitung peserta didik kelas III SDN 06 Ampenan. Novelty dalam penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal suku Sasak pada media tradisi begibung dengan penggunaan dulang sebagai representasi konsep perkalian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 26 peserta didik kelas III SDN 06 Ampenan yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest peserta didik adalah 41,54, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 84,62. Uji normalitas menunjukkan data posttest tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengintegrasian kearifan lokal dalam media pembelajaran matematika tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep perkalian peserta didik secara signifikan, tetapi juga dapat melestarikan budaya lokal serta menjadi alternatif model pembelajaran kontekstual bagi guru di sekolah dasar.