Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN BERBANTUAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SDN 003/IX SENAUNG Tria, Febi; Sofwan, Muhammad; Putri, Andi Gusmaulia Eka
Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jpdf.v5i4.1545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan berbantuan media permainan monopoli untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS Kelas IV SDN 003/IX Senaung. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Data penelitian ini diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah itu data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran (TGT) mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus I diketahui bahwa tingkat motivasi belajar siswa berada pada klasifikasi “sedang” dengan persentase mencapai 61,8%% artinya belum mencapai indikator yang diharapkan dalam penelitian ini, dan setelah dilakukan perbaikan pada siklus kedua maka meningkat pada klasifikasi “Tinggi” dengan persentase mencapai 79%.
UJI VALIDITAS MULTIMEDIA INTERAKTIF ETNOMATEMATIKA BANGUN RUANG BERBASIS CANVA TERINTEGRASI 3D PADA KELAS VI SD L, Assalwa Tazkiya; Sastrawati , Eka; Putri, Andi Gusmaulia Eka
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i1.8768

Abstract

Technology development has shaped students’ learning habits that are increasingly aligned with digital devices; however, geometry instruction in Grade VI at SDN 220/III Pugu still relies heavily on two-dimensional resources and limited solid-geometry manipulatives. This condition may hinder the achievement of the Phase C geometry learning outcomes in the Merdeka Curriculum, particularly the ability to construct and decompose cubes and rectangular prisms (including composite solids) and to determine front, top, and side views. This study aimed to develop and validate a three-dimensional integrated interactive learning multimedia product grounded in the ethnomathematics context of the Masjid Agung Kerinci for Grade VI solid geometry. A research and development approach was employed using the ADDIE model, limited to the development stage, comprising curriculum and needs analysis, analysis of student characteristics and facilities, design using storyboards and flowcharts, functional testing, and expert validation. The product was developed in Canva and utilized the Canva AI-Code feature to embed interactive elements and three-dimensional visualizations in a 1920 × 1080 link-based presentation containing information menus, user guidelines, learning materials, exercises, reflection activities, and inter-slide navigation. Validation involved three experts in content, language, and media using a 1–5 Likert scale, with qualitative feedback and quantitative analysis through validity percentages. The results indicated very high validity across all aspects: content validity 94%, language validity 96%, and media validity 93.33%, followed by revisions focusing on strengthening introductory content, refining language accuracy, and clarifying device recommendations. In conclusion, the developed three-dimensional interactive multimedia is feasible as a supporting medium for Grade VI solid-geometry learning and can be advanced to the implementation stage to examine practicality and its impact on learning outcomes. ABSTRAKPerkembangan teknologi membentuk pola belajar peserta didik yang semakin dekat dengan perangkat digital, tetapi pembelajaran geometri di kelas VI SDN 220/III Pugu masih dominan mengandalkan sumber dua dimensi dan alat peraga bangun ruang yang terbatas. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pencapaian elemen geometri Fase C Kurikulum Merdeka, terutama pada kompetensi mengonstruksi dan mengurai kubus serta balok beserta gabungannya dan menentukan tampak depan, atas, dan samping. Penelitian ini berfokus pada pengembangan serta uji validitas multimedia pembelajaran interaktif terintegrasi tiga dimensi berbasis etnomatematika Masjid Agung Kerinci pada materi bangun ruang kelas VI. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang dibatasi sampai tahap pengembangan, meliputi análisis kurikulum, kebutuhan, karakteristik peserta didik, dan sarana prasarana; perancangan melalui storyboard dan flowchart; pengembangan produk disertai uji fungsional; serta validasi ahli. Produk dikembangkan menggunakan Canva dan memanfaatkan fitur Canva AI-Code untuk menyematkan elemen interaktif dan visualisasi tiga dimensi dalam format presentasi 1920 × 1080 berbasis tautan, yang memuat menu informasi, petunjuk penggunaan, materi, latihan, refleksi, dan navigasi antarslide. Validasi melibatkan ahli materi, bahasa, dan media menggunakan skala Likert 1–5 serta dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif melalui persentase. Hasil menunjukkan tingkat validitas sangat tinggi pada aspek materi sebesar 94%, bahasa 96%, dan media 93,33%, dengan perbaikan pada penguatan pengantar materi, penyuntingan kebahasaan, dan penegasan rekomendasi perangkat. Dengan demikian, multimedia yang dikembangkan dinyatakan layak sebagai media pendukung pembelajaran bangun ruang kelas VI dan dapat dilanjutkan pada tahap implementasi untuk menguji kepraktisan serta dampaknya terhadap capaian belajar.
Peran Komunitas Belajar Guru dalam Mendukung Inovasi Platform Pembelajaran Digital di Sekolah Dasar Rahman, Fadhilla; Hariandi, Ahmad; Putri, Andi Gusmaulia Eka
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8728

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut sekolah dasar untuk mengimplementasikan pembelajaran berbasis platform digital, namun keterbatasan kompetensi guru dan pendampingan profesional masih menjadi kendala dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunitas belajar guru dalam mendukung inovasi platform pembelajaran digital di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SDN 13/I Muara Bulian, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, ketua komunitas belajar guru, dan guru-guru yang terlibat aktif dalam komunitas belajar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas belajar guru berperan sebagai sarana pengembangan kompetensi profesional guru, media difusi dan pendampingan inovasi pembelajaran digital, serta penguat kolaborasi dan keberlanjutan praktik pembelajaran berbasis teknologi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan optimalisasi komunitas belajar guru intra-sekolah sebagai strategi berkelanjutan dalam mendukung transformasi pembelajaran digital di sekolah dasar.
Strategi Manajemen Perubahan Guru dalam Optimalisasi Penggunaan Platform Pembelajaran Digital di Sekolah Dasar Maharani, Jihan; Hariandi, Ahmad; Putri, Andi Gusmaulia Eka
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8836

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan transformasi digital dalam pembelajaran sekolah dasar yang belum diimbangi dengan perencanaan dan pengelolaan perubahan secara sistematis oleh guru. Guru sebagai agen perubahan masih menghadapi keterbatasan dalam perencanaan, pengembangan kompetensi, serta pemanfaatan platform pembelajaran digital secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen perubahan guru dalam mengoptimalkan penggunaan platform pembelajaran digital di SD Negeri 13/I Muara Bulian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan model analisis studi kasus menurut Yin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan penggunaan platform pembelajaran digital belum terintegrasi dalam kebijakan sekolah dan masih bersifat individual, bergantung pada inisiatif guru, kesiapan siswa, serta ketersediaan perangkat. Pengembangan kompetensi guru juga belum terstruktur, karena pelatihan digital bersifat insidental dan belum menjadi fokus utama dalam kegiatan komunitas belajar. Pemanfaatan platform digital lebih didasarkan pada persepsi kemanfaatan dan kemudahan penggunaan, sehingga variasi penggunaan antar kelas cukup signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa sekolah masih berada pada tahap awal perubahan (unfreezing), di mana kesadaran akan pentingnya teknologi sudah terbentuk, namun belum didukung oleh visi, strategi, dan kebijakan perubahan yang jelas. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kebijakan sekolah, perencanaan strategis, serta pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan agar transformasi digital pembelajaran dapat berjalan efektif dan berkelanjutan di sekolah dasar.
Measuring the Practicality of Science Process Skills-Based Electronic Student Worksheet: A Rasch Model Analysis Risdalina, Risdalina; Rosmalinda, Desy; Pamela, Issaura Sherly; Putri, Andi Gusmaulia Eka
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 14 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v14i2.19925

Abstract

This study aims to measure the practicality of science process skills-based electronic student worksheet in the Biology and Environmental Concepts course of a Primary School Teacher Education Program at the University of Jambi. In this study, practicality refers to students' perceptions of ease of use, clarity of language, attractiveness of appearance, practicality in learning, practicality of science process skills-based activities, and efficiency of use. This study uses a quantitative descriptive approach involving 27 primary school education students as respondents. The research instrument is a questionnaire on the practicality of the electronic student worksheet consisting of 12 statements and analyzed using the Rasch Model with the help of Winsteps software. The Rating Scale Model was used because all items employed the same five-point response categories. The analysis was carried out to obtain the person and item reliability values, separation index, item suitability to the model, and mapping of respondent abilities and item difficulty levels. The results of the analysis show that the person reliability value is 0.82 (real) and 0.85 (model), with a Cronbach Alpha value of 0.93 which indicates the consistency of student responses in the very high category. The low item separation indicated limited spread of item difficulty and was interpreted as preliminary evidence of positive but homogeneous practicality perceptions rather than as definitive proof of broad usability. The person separation value of 2.14 (real) and 2.35 (model) indicates that the instrument is able to group respondents into three levels of practicality perception. All statement items were found to fit the Rasch Model with Infit and Outfit Mean Square (MNSQ) values ranging from 0.5 to 1.5. Wright mapping showed that the item difficulty level ranged from -0.62 to 1.10 logit and was below the average respondent's ability (mean person measure = 2.62 logit), indicating that the electronic student worksheet was generally easy to use and understand by students. Thus, the findings provide preliminary, context-bound evidence that the science process skills-based electronic student worksheet is practical for the sampled cohort and can be refined before wider implementation.
PENGEMBANGAN LKPD MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA RUMAH ADAT BUMI SERENTAK BAK REGAM PADA MATERI GARIS DAN SUDUT DI KELAS V SD Ananta, Viola; Sastrawati, Eka; Putri, Andi Gusmaulia Eka
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10313

Abstract

Mathematics learning in elementary schools still faces challenges in students’ understanding of abstract concepts, particularly in lines and angles, which are not yet supported by contextual teaching materials based on local culture. Moreover, the development of ethnomathematics-based worksheets remains limited, resulting in a gap between mathematical concepts and students’ real-life experiences. This study aimed to develop and evaluate the feasibility of an ethnomathematics-based mathematics worksheet using the context of the Bumi Serentak Bak Regam traditional house for fifth-grade students. This study employed a Research and Development method using the ADDIE model, consisting of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through validation questionnaires from material, pedagogical, and language experts, as well as response questionnaires from teachers and students. The results showed that the developed worksheet achieved a very high level of validity, with average scores of 4.7 from material experts, 4.7 from pedagogical experts, and 4.9 from language experts. The practicality test results indicated an average score of 5 from teachers and 4.69 from students, both categorized as very practical. These findings indicate that integrating ethnomathematics into learning materials is not only feasible but also has the potential to enhance conceptual understanding through culturally contextual learning. The implication of this study suggests that local culture-based teaching materials can serve as an effective strategy to improve mathematics learning quality while strengthening students’ cultural identity. ABSTRAK Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya pemahaman konsep abstrak, khususnya pada materi garis dan sudut, yang belum didukung oleh bahan ajar kontekstual berbasis budaya lokal. Selain itu, pengembangan LKPD yang mengintegrasikan etnomatematika masih terbatas, sehingga belum optimal dalam menjembatani konsep matematika dengan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan LKPD matematika berbasis etnomatematika dengan konteks Rumah Adat Bumi Serentak Bak Regam pada materi garis dan sudut kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen penelitian berupa angket validasi ahli materi, pedagogis, dan bahasa, serta angket respon guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan skor rata-rata ahli materi 4,7, ahli pedagogis 4,7, dan ahli bahasa 4,9. Uji kepraktisan menunjukkan skor rata-rata 5 dari guru dan 4,69 dari siswa, yang termasuk kategori sangat praktis. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi etnomatematika dalam LKPD tidak hanya layak digunakan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pemahaman konsep melalui pendekatan kontekstual berbasis budaya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sekaligus memperkuat identitas budaya peserta didik.