Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Knowledge of Teenagers in Surabaya about COVID-19 and Prevention Behavior Armyne, Amara Destania; Febriyana, Nining; Retnowati, Wiwin; Karimah, Azimatul
JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/juxta.V16I12025.76-82

Abstract

Highlights: Most respondents had good knowledge and prevention behavior. No significant relationship was found between knowledge and behavior to prevent COVID-19.   Abstract Introduction: Coronavirus disease (COVID-19) is a newly discovered infectious disease caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2), which can affect individuals of all ages. The high positive number of COVID-19 cases in Surabaya and the proportion of teenagers in society is quite large. This study examined the knowledge of teenagers in Surabaya about COVID-19 and prevention behavior. Methods: This descriptive study used a cross-sectional design and an online questionnaire (Google Forms). The target sample was teenagers aged 10-19 years old who live in Surabaya. A total of 122 respondents were involved (n=122). Sampling was performed using the consecutive sampling method, and the data was processed using the International Business Machines Corporation (IBM) Statistical Package for Social Sciences (SPSS) version 19.0 using univariate and bivariate analysis (p=0.367). Results: The results showed that most respondents had good knowledge (72.1%) and good behavior (89.3%) regarding COVID-19. No significant relationship was found between knowledge and behavior to prevent COVID-19 among adolescents who live in Surabaya (p=0.367). Conclusion: This study revealed that most respondents had good knowledge and prevention behavior. Due to a limited number of samples, a larger sample would have provided a more thorough representation of the population and resulted in more accurate outcomes.
Hubungan Air dan Sanitasi dengan Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun di Madiun Al Banna, Muhammad Hasan; Swannjo, Julian Benedict; Utomo, Aulia Putri; Evelyn, Evelyn; Liauwnardo, Albertus Alarik; Arifandi, Yoga Akbar; Davin, Samuel; Targanski, Constantia Lidwina; Armyne, Amara Destania; Nurika, Marlinda; Susanti, Dwi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 7 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i7.672

Abstract

Latar Belakang: Stunting terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, terutama berdampak pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Stunting disebabkan oleh kelaparan yang terus-menerus, infeksi, dan masalah lingkungan, termasuk kualitas air yang buruk dan sanitasi yang tidak memadai. Di desa Klorogan dan Geger, yang terletak di Kabupaten Madiun, sebagian besar rumah tangga bergantung pada air sumur, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang keamanannya dan hubungannya dengan stunting pada anak-anak . Metode: Penelitian observasional potong lintang dilakukan pada anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun di Desa Klorogan dan Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner standar yang selaras dengan kriteria WHO untuk air minum dan sanitasi. Stunting dinilai menggunakan skor z tinggi badan menurut usia (HAZ) sesuai dengan kriteria pertumbuhan WHO. Korelasi antara sumber air, sanitasi, dan stunting diperiksa menggunakan Uji Eksak Fisher. Hasil: Penelitian ini melibatkan 115 partisipan. Angka kejadian stunting ditetapkan sebesar 17,39%. Sekitar 68,70% rumah tangga menggunakan sumber air yang lebih baik, sedangkan 98,26% memiliki fasilitas sanitasi yang lebih baik. Studi statistik memperlihatkan tidak ada korelasi signifikan antara kualitas air (p=0,2512) atau status air (p=0,7616) dengan stunting. Namun, stunting lebih banyak terjadi pada populasi dengan sanitasi yang tidak memadai, sumber air yang tidak memenuhi standar, dan kualitas air yang rendah. Kesimpulan: Studi ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara status sumber air, kualitas air, dan sanitasi dengan stunting.