Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Vitamin C Supplementation in Preventing Severity Progression in Mild and Moderate COVID-19 Patients at Universitas Airlangga Hospital Arifandi, Yoga Akbar; Rosyid, Alfian Nur; Indiastuti, Danti Nur; Effendi, Wiwin Is
JUXTA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Airlangga
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/juxta.V16I12025.63-69

Abstract

Highlights: The administration of different dosages of vitamin C significantly yields different outcomes in preventing the progression of disease severity. Most patients with mild and moderate coronavirus disease (COVID-19) did not demonstrate an escalation in disease severity.   Abstract Introduction: Coronavirus disease (COVID-19) is an infectious disease that increases pro-oxidant elements and decreases antioxidants. Vitamin C functions as a potent antioxidant in humans due to its electron-donating properties.  This study aimed to explain the impact of three distinct vitamin C supplementation dosages in preventing disease severity progression among mild and moderate COVID-19 patients. Methods: This retrospective study used secondary data from 100 medical records (n=100). The subjects were classified into three categories based on the vitamin C dosage. The data were analyzed using the International Business Machines Corporation (IBM) Statistical Package for Social Sciences (SPSS) version 26.0 for Windows. Results: Most of mild and moderate COVID-19 patients (78%) did not experience increased disease severity. Vitamin C supplementation significantly demonstrated a different outcome in preventing disease severity progression among the three groups (p=0.018). However, it did not significantly show any difference in reducing the duration of hospital stay (p=0.680). Conclusion: The impact of vitamin C supplementation on COVID-19 severity appeared to vary depending on the dosage administered. However, it did not affect the duration of the hospital stay.
Hubungan Air dan Sanitasi dengan Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun di Madiun Al Banna, Muhammad Hasan; Swannjo, Julian Benedict; Utomo, Aulia Putri; Evelyn, Evelyn; Liauwnardo, Albertus Alarik; Arifandi, Yoga Akbar; Davin, Samuel; Targanski, Constantia Lidwina; Armyne, Amara Destania; Nurika, Marlinda; Susanti, Dwi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 7 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i7.672

Abstract

Latar Belakang: Stunting terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, terutama berdampak pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Stunting disebabkan oleh kelaparan yang terus-menerus, infeksi, dan masalah lingkungan, termasuk kualitas air yang buruk dan sanitasi yang tidak memadai. Di desa Klorogan dan Geger, yang terletak di Kabupaten Madiun, sebagian besar rumah tangga bergantung pada air sumur, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang keamanannya dan hubungannya dengan stunting pada anak-anak . Metode: Penelitian observasional potong lintang dilakukan pada anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun di Desa Klorogan dan Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner standar yang selaras dengan kriteria WHO untuk air minum dan sanitasi. Stunting dinilai menggunakan skor z tinggi badan menurut usia (HAZ) sesuai dengan kriteria pertumbuhan WHO. Korelasi antara sumber air, sanitasi, dan stunting diperiksa menggunakan Uji Eksak Fisher. Hasil: Penelitian ini melibatkan 115 partisipan. Angka kejadian stunting ditetapkan sebesar 17,39%. Sekitar 68,70% rumah tangga menggunakan sumber air yang lebih baik, sedangkan 98,26% memiliki fasilitas sanitasi yang lebih baik. Studi statistik memperlihatkan tidak ada korelasi signifikan antara kualitas air (p=0,2512) atau status air (p=0,7616) dengan stunting. Namun, stunting lebih banyak terjadi pada populasi dengan sanitasi yang tidak memadai, sumber air yang tidak memenuhi standar, dan kualitas air yang rendah. Kesimpulan: Studi ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara status sumber air, kualitas air, dan sanitasi dengan stunting.