Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPROVING KNOWLEDGE AND ATTITUDES ABOUT CERVICAL CANCER DETECTION IN JAVA'S PANTURA REGION: PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DETEKSI KANKER SERVIKS DI PANTURA PULAU JAWA Rahmanto, Ilham; Hanum, Safa Salsabila; Safitri, Cahyani Tiara; Khaerana, A. Insyirah; Targanski, Constantia Lidwina; Hendrarto, Bagus Adjie Dwi; Hartawan, M. Wildan Nabalah; Susilo, Imam
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V7.I1.2025.1-7

Abstract

Background: Early detection of cervical cancer through IVA and Pap smear examination is crucial for preventing and reducing cervical cancer mortality. However, IVA and Pap smear coverage in Indonesia, particularly in Mentaras Village, Gresik Regency, remains low. The low knowledge and attitudes of women of childbearing age towards IVA and Pap smear examinations are major obstacles to early detection. Objective: This community service aims to improve the knowledge and attitudes of women of childbearing age in Mentaras Village towards IVA and Pap smear examinations through health socialization. Method: Health socialization was conducted for 23 participants from the PKK mothers' group using PowerPoint presentations and brochures. Evaluation was performed using a post-test questionnaire to measure participants' knowledge and attitudes after the activity. Results: After the socialization, all participants (100%) demonstrated a good level of knowledge, and 91.30% showed a positive attitude towards IVA and Pap smear examinations. These results indicate that the socialization activity positively impacted participants' awareness. Conclusion: Health socialization effectively improved understanding and attitudes towards the early detection of cervical cancer. Regular similar activities are recommended to expand community participation.
Hubungan Air dan Sanitasi dengan Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun di Madiun Al Banna, Muhammad Hasan; Swannjo, Julian Benedict; Utomo, Aulia Putri; Evelyn, Evelyn; Liauwnardo, Albertus Alarik; Arifandi, Yoga Akbar; Davin, Samuel; Targanski, Constantia Lidwina; Armyne, Amara Destania; Nurika, Marlinda; Susanti, Dwi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 7 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i7.672

Abstract

Latar Belakang: Stunting terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, terutama berdampak pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Stunting disebabkan oleh kelaparan yang terus-menerus, infeksi, dan masalah lingkungan, termasuk kualitas air yang buruk dan sanitasi yang tidak memadai. Di desa Klorogan dan Geger, yang terletak di Kabupaten Madiun, sebagian besar rumah tangga bergantung pada air sumur, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang keamanannya dan hubungannya dengan stunting pada anak-anak . Metode: Penelitian observasional potong lintang dilakukan pada anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun di Desa Klorogan dan Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner standar yang selaras dengan kriteria WHO untuk air minum dan sanitasi. Stunting dinilai menggunakan skor z tinggi badan menurut usia (HAZ) sesuai dengan kriteria pertumbuhan WHO. Korelasi antara sumber air, sanitasi, dan stunting diperiksa menggunakan Uji Eksak Fisher. Hasil: Penelitian ini melibatkan 115 partisipan. Angka kejadian stunting ditetapkan sebesar 17,39%. Sekitar 68,70% rumah tangga menggunakan sumber air yang lebih baik, sedangkan 98,26% memiliki fasilitas sanitasi yang lebih baik. Studi statistik memperlihatkan tidak ada korelasi signifikan antara kualitas air (p=0,2512) atau status air (p=0,7616) dengan stunting. Namun, stunting lebih banyak terjadi pada populasi dengan sanitasi yang tidak memadai, sumber air yang tidak memenuhi standar, dan kualitas air yang rendah. Kesimpulan: Studi ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara status sumber air, kualitas air, dan sanitasi dengan stunting.