Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELAPSE AFTER ORTHODONTIC TREATMENT Aurellia, Syifa Callista; Dermawan, Tara Marie; Akifah, Tasha Farah; Pakpahan, Evie Lamtiur
Moestopo International Review on Social, Humanities, and Sciences Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/mirshus.v4i2.97

Abstract

Orthodontic treatment results are prone to relapse over time, which is the unfavorable change in position of teeth to its original position before orthodontic treatment. With that said, retention is an important part of almost every case of orthodontic treatment. There are many contributing factors to the incidence of a relapse. This article aims to explain the incidence and prevention of relapse after orthodontic treatment through reviewing literature published during 2012 to 2022 which discusses topics that are appropriate and related to relapse and retention. Sources were taken from textbooks, journals and websites that can be accessed through Google Scholar and PubMed databases. A total of 30 references were found, and 9 articles were included in the integrative review after further analysis. This article concludes that relapse is a common occurrence after orthodontic treatment because of gingival and periodontal factors, occlusal factors, soft tissue factors, hard tissue factors, and growth factors, and its prevention requires the use of retainers, either removable or fixed, depending on the case.
Hubungan Kecerdasan Emosional Dan Komunikasi Efektif Perawat Rawat Inap Dengan Tingkat Ansietas Dan Kepuasan Pasien Di Mandaya Royal Hospital Puri Dermawan, Tara Marie; Indrawati, Lili; Ismaya, Sakti Brata
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i1.8002

Abstract

Survei pendahuluan di Mandaya Royal Hospital Puri menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar pasien merasa puas, hanya sedikit yang sangat puas dan beberapa mengeluhkan interaksi perawat yang terlalu singkat. Hal ini mendorong rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya melalui peran perawat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan emosional dan komunikasi efektif perawat dengan ansietas serta kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan dari perawat (nsama dengan 42) dan pasien (n sama dengan 50) yang memenuhi kriteria inklusi, menggunakan instrumen Schutte Self-Report Emotional Intelligence Test (SSEIT), Communication Survey, General Anxiety Disorder-7 (GAD-7) dan Self Assessment of Patient Satisfaction (SAPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan komunikasi efektif perawat dengan kepuasan pasien, masing-masing dengan koefisien korelasi sebesar r sama dengan 0,481 (p sama dengan 0,000) dan r sama dengan 0,416 (p sama dengan 0,003). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara tingkat ansietas pasien dengan kepuasan pasien (r sama dengan -0,107, p sama dengan 0,419). Sementara, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa secara simultan, kecerdasan emosional, komunikasi efektif, dan tingkat ansietas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (r2 sama dengan 0.0112). Maka itu, penting bagi suatu rumah sakit untuk memperhatikan peningkatan kecerdasan emosional dan komunikasi efektif perawat sebagai strategi untuk meningkatkan kepuasan pasien, sementara intervensi terkait pengelolaan ansietas pasien perlu dievaluasi lebih lanjut mengingat tidak signifikan pengaruhnya terhadap kepuasan pasien.Kata kunci: kecerdasan emosional, komunikasi, ansietas pasien, kepuasan pasien