Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Perspektif

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN MUSLIM Ine Ratu Fadliah; Ahmad Suryadi; Anita Damayanti
Perspektif Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v2i1.225

Abstract

Pendidikan karakter merupakan pendidikan fundamental yang harus dilaksanakan sejak dini, karena pendidikan ini akan membentuk generasi yang bermartabat. Pendidikan ini dimulai dari keluarga,keteladanan orang tua dan lingkungannya, sehingga terbentuklah perisai untuk menjadikan karakter yang baik. Seiring dengan perkembangan teknologi yang memasuki era revolusi industri 4.0 seakan-akan menggaburkan kewajiban pendidikan karakter yang merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah. Dengan bersinerginya peran pendidikan yang diperoleh dari keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah, anak tidak hanya bisa menguasai teknologi modern, tetapi juga memiliki karakter yang bisa mengantarkan teknologi tersebut untuk membangun peradaban manusia yang lebih bermoral. Kata Kunci : Pendidikan, Karakter, revolusi industri 4.0
Batik Dalam Literasi Budaya dan Perkembangan Anak Anita Damayanti; Diah Andika Sari; Sriyanti Rahmatunnisa; Sri Rahayani
Perspektif Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v2i3.535

Abstract

Abstrak Merawat dan menjaga warisan budaya bangsa melalui pendidikan pusaka (heritage education) merupakan salah satu pilar membangun karakter dan sarana stimulasi semua aspek perkembangan anak secara optimal. Pengembangan literasi budaya pada anak dilakukan melalui rancangan atau program pembelajaran membatik kedalam sub-sub tema yang dikemas dalam suasana bermain yang menarik dan menyenangkan. Di samping itu, pendidik dilatih kemampuan menganalisis potensi lingkungan di luar sekolah untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar anak dengan melakukan kunjungan ke museum. Khusus untuk pelestarian batik, museum teksil memfasilitasi masyarakat umum dan peserta didik untuk belajar melalui pengenalan tumbuhan pewarnaan alam dan praktek belajar membuat kain batik dengan teknik yang disesuaikan usia perkembangannya. Dengan demikian, museum tekstil adalah tempat tepat yang dapat dikunjungi untuk mendukung program literasi budaya anak sebagai salah satu rangkaian proses upaya menumbuh kembangkan semua potensi yang ada pada anak. Abstract Caring for and safeguarding the nation's cultural heritage through heritage education is one of the pillars of building character and a means of stimulating all aspects of child development optimally. The development of cultural literacy in children is carried out through designs or learning programs to make batik into sub-themes which are packaged in an interesting and fun playing atmosphere. In addition, educators are trained in the ability to analyze the potential of the environment outside of school to be used as a source of children's learning by visiting museums. Specifically for the preservation of batik, the textile museum facilitates the general public and students to learn through the introduction of natural coloring plants and the practice of learning to make batik cloth with techniques that are age-appropriate for their development. Thus, the textile museum is the right place to visit to support the children's cultural literacy program as a series of efforts to develop all the potential that exists in children.