Putri, Zulfa Meutia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Desa Samar Menuju Desa Mandiri melalui Optimalisasi Potensi Pertanian, Peternakan, dan Pariwisata Meiji, Nanda Harda Pratama; Triningsih, Luly; Widianto, Ahmad Arif; Pebrianto, Moh; Asshidiqi, Rihlah Khoirunnisa'; Hidayat, Vian Noer Achmad; Putri, Zulfa Meutia
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v9i2.21081

Abstract

Desa Samar, yang terletak di Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, menunjukkan potensi besar dalam empat sektor utama: pertanian, peternakan, pariwisata, dan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis potensi masing-masing sektor, serta mengevaluasi kondisi saat ini dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan literatur review. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa sektor pertanian memiliki peluang signifikan melalui optimalisasi budidaya komoditas seperti vanili dan cengkeh serta penggunaan pupuk organik. Sektor peternakan menunjukkan potensi untuk meningkatkan nilai tambah produk susu dan madu dengan inovasi dalam pengolahan dan pemasaran. Sektor pariwisata, khususnya agroeduwisata jeruk, memiliki kemampuan untuk menjadi destinasi wisata unggulan, meskipun perlu perhatian dalam pemeliharaan fasilitas pasca-pandemi. Sektor energi, melalui penggunaan kincir air, berfungsi sebagai solusi berkelanjutan untuk kebutuhan penerangan dan pengelolaan sumber daya air. Sajian hasil penelitian berupa peta potensi desa yang menyoroti lokasi strategis dan ikon khas dari setiap sektor, membantu dalam perencanaan dan pengembangan yang lebih terarah. Peta ini memberikan wawasan yang mendalam mengenai area-area potensial, mendukung kebijakan yang lebih akurat dan efektif untuk pengembangan desa. Keberhasilan pengembangan potensi desa Samar sangat bergantung pada pengelolaan yang terorganisir dan pemanfaatan sumber daya secara optimal.
Seesaw Effect: Preferensi Rasional dalam Fenomena Pergeseran Konsumen Pertamina ke Shell Putri, Zulfa Meutia; Mahendra, Afryan Fahri; Rizki, Nikmatul; Diandra, Qonita Alysia Salma; Nurani, Anjani Mahestika; Waskito, Waskito
Jurnal Community Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v11i2.12345

Abstract

The trust crisis surrounding Pertamina following the fuel adulteration scandal prompted a notable shift in consumer preferences and exposed a conceptual gap in understanding how rational action is formed under conditions of institutional delegitimization. Previous studies tend to treat Weberian rationalities as discrete categories, leaving unexplored how these forms interact during episodes of reputational crisis. Employing a qualitative phenomenological approach with 12 participants, this study draws on in-depth interviews, field observations, and thematic coding analysis to examine consumer transitions from Pertamina to Shell. The findings reveal that consumer actions do not manifest as four isolated types but rather as a continuum of interwoven rationalities instrumental, economic, value-oriented, and traditional shaped dynamically by crisis experiences, accessibility, and everyday consumption habitus. These insights extend Weber’s theory of social action by demonstrating that rationalities are not static attributes but situational and fluid across contexts of uncertainty. The study further introduces the Seesaw Effect as a conceptual contribution, explaining how the erosion of Pertamina’s reputation simultaneously elevates Shell’s legitimacy. Practically, the findings underscore that institutional reputation, service integrity, and transparency are central determinants in sustaining public trust within competitive fuel markets.