Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGENALAN ILMU MANAJEMEN RANTAI PASOK DENGAN MODEL SIMULASI BEER GAME PADA SISWA SMK BATIK I SURAKARTA Mayasari, Sri; Oktyajati, Nancy; Utomo, Muhammad Fitri Budi; Bila, Ica Salsa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i2.11875

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi siswa pada tingkat SMA/SMK sederajad adalah kebingungan dalam memilih pendidikan tingkat tinggi. Hal ini karena mereka belum memiliki gambaran terhadap bidang ilmu dan prospek pekerjaan dari ilmu yang akan ditempuh di pendidikan tinggi. Memilih program studi tepat akan menentukan arah karier di masa depan, sehingga untuk menjawab masalah tersebut perlu dilakukan pengenalan terhadap salah satu bidang ilmu yang akan dipelajari di tingkat pendidikan tinggi salah satunya adalah ilmu manajemen rantai pasok yang dipelajari di program studi Teknik Industri UNIBA. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu untuk memperkenalkan rumpun ilmu di Teknik Industri agar menjadi salah satu referensi bagi siswa-siswi dalam menentukan arah karier sesuai dengan minat dan cita-citanya. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode simulaasi dan permainan dengan Beer Game. Beer Game adalah simulasi yang meniru rantai pasokan. Pemain mengambil peran seperti pabrik, distributor, grosir, dan pengecer, dan membuat keputusan yang mempengaruhi aliran barang dan tingkat persediaan. Bahan yang butuhkan adalah papan beer game, kartu, pensil, chip permainan, dan slip pesanan. Permainan Rantai Pasokan adalah cara interaktif dan menarik untuk mempelajari pentingnya komunikasi, koordinasi, dan perkiraan dalam rantai pasokan. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa tingkat SMA/SMK Sederajad dapat memahami rumpun ilmu manajemen rantai pasok sebagai referensi mereka memilih jurusan dan karir di masa depan. Kata Kunci: Beer game, Simulasi, Rantai pasok, Teknik industri
DAUR ULANG LIMBAH TANDAN KOSONG (TANKOS) DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENSTIMULASI DAN KEWIRAUSAHAAN BAGI PARA PETANI LANGGAM Ramadhani, Siti Dinar Rezki; Nasirly, Riri; Laila, Widya; Arsi, Fadli; Rahmad, Nuraini; Larasati, Tengku Indira; Herman, Winda; Qolby, Rohatul; Utomo, Muhammad Fitri Budi
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2025
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v8i2.1479

Abstract

Limbah Tankos atau Tandan Kosong dari kelapa sawit adalah satu jenis limbah padat dari kelapa sawit, jumlahnya terus meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas produksi CPO. Setelah menjadi CPO sebagai bahan baku, kemudian CPO disimpan dalam tangki-tangki timbun sebelum siolah menjadi produk turunan (Mulyadi et al., 2023). Setiap proses produksi CPO tidak terlepas dari limbah terutama limbah tandan kosong (tankos). Menurut (Septiawan et al., 2014) strategi penghematan pupuk kimia dan perbaikan berkelanjutan dengan pemanfaatan limbah padat dan pengurangan limbah B3. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penumpukan limbah padat pada pabrik CPO, penurunan estetika lingkungan, dan dampak negatif terhadap kesehatan serta lingkungan akibat pengelolaan yang tidak tepat, seperti pembakaran tangkos yang menyebabkan polusi udara dan kontribusi pada pemanasan global. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya pengetahuan mengenai alternatif pengolahan tangkos sering kali di biarkan begitu saja. Rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya pengetahuan mengenai alternatif pengolahan limbah tangkos memperparah situasi ini. Mengatasi permasalahan tersebut, program pelatihan dan pendampingan daur ulang tangkos menjadi pupuk organik merupakan solusi inovatif yang mudah dilakukan. Tujuan program ini mengintegrasikan edukasi lingkungan, pelatihan teknologi tepat guna, dan pengembangan kreativitas serta kewirausahaan. Kegiatan ini melibatkan warga desa Padang Luas, Langgam sebagai target utama dengan pendekatan berbasis partisipatif dan praktik langsung. Metode pelaksanaan kegiatan memiliki beberapa tahapan antara lain: Tahap sosialisasi dan penyuluhan, Tahap pelaksanaan pembuatan kompos tangkos dan Tahap refleksi kegiatan.