Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN PROGRAM TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN PSIKOEDUKASI DI SEKOLAH “CH” Kepakisan, Anak Agung Gede Tyo Janardana; Sandra, Lidia; Retnoningtias, Diah Widiawati; Septiarly, Yashinta Levy
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan anak yang memiliki perbedaan baik secara fisiknya, intelektual, sosial, mental serta emosional dalam perkembangan dan pertumbuhannya dibandingkan dengan anak yang lain. Dalam menjadi shadow teacher untuk Anak inisial K dan inisial J, penulis mengobservasi perilaku anak dan menemukan adanya perilaku seperti tantrum, berlari di kelas dan tidak fokus. Selain itu guru CH masih kurang pemahaman terkait ABK dan penanganan ketika tantrum di kelas Adanya permasalahan tersebut membuat penulis merancang program psikoedukasi untuk guru dan terapi untuk ABK. Hasil dari program psikoedukasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terkait ABK dilihat hasil pre-test yaitu dengan skor 80 dan hasil post-test dengan skor 100. Hasil dari program terapi menunjukkan kurang efektif dilihat dari hasil SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire). Pada anak inisial K terdapat penurunan pada aspek hiperaktivitas. Namun pada aspek, masalah perilaku, emosional, dan masalah teman sebaya mengalami peningkatan dan aspek prososial tidak mengalami peningkatan atau penurunan setelah dilakukannya intervensi terapi. Pada anak inisial J terdapat penurunun pada aspek hiperaktivitas dan masalah perilaku namun tidak terdapat peningkatan atau penurunan pada aspek emosional, masalah teman sebaya dan prososial setelah intervensi terapi.
TINJAUAN SISTEMATIS PROPERTI PSIKOMETRIK ALAT UKUR COGNITIVE TRIAD SEBAGAI INSTRUMEN DETEKSI DINI RISIKO DEPRESI Kepakisan, Anak Agung Gede Tyo Janardana; Septiarly, Yashinta Levy
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5289

Abstract

Depresi merupakan suatu kondisi pada individu yang ditandai dengan tidak memiliki kepuasan dan juga kesenangan, sehingga timbul perasaan sedih dan dapat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari. Prevalensi depresi di Indonesia pada masa dewasa awal sekitar 27,86%. Gejala depresi dapat terjadi dikarenakan tiga pola pikiran negatif (cognitive triad) dan kecenderungan mencela diri. Pencegahan depresi dapat dilakukan dengan mengenali atau mendeteksi tiga pola pikiran negatif (cognitive triad). Langkah awal untuk mendeteksi, dapat dilakukan dengan mengukur tingkat cognitive triad menggunakan alat ukur atau instrumen yang telah teruji kualitas psikometriknya. Penelitian ini merupakan systematic literature review yang bertujuan untuk mengidentifikasi properti psikometrik dari alat ukur yang telah dikembangkan maupun diadaptasi. Proses seleksi artikel menggunakan pedoman PRISMA. Kriteria inklusi yaitu: alat ukur cognitive triad, adaptasi maupun terjemahan, berbahasa Inggris dan Indonesia, dan memiliki hasil reliabilitas dan validitas. Hasil penelusuran literatur diperoleh sejumlah 6 artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat alat ukur yang sudah teruji kualitas psikometrik. Alat ukur-alat ukur cognitive triad yang ada saat ini memiliki koefisien reliabilitas yang memuaskan, ditunjukkan dengan nilai koefisien Cronbach’s alpha (ɑ) 0.91-0.95 dan reliabilitas test-retest memiliki hasil yang baik dengan nilai koefisien 0.83-0.88. Validitas isi, konstruk, dan kriteria juga telah dilakukan dan memiliki hasil yang baik. Peneliti Indonesia telah mengadaptasi alat ukur cognitive triad for children dan memiliki reliabilitas dan validitas baik yang dapat digunakan oleh remaja Indonesia untuk mengenali tiga pola pikiran negatif. Namun, alat ukur tersebut hanya terbatas untuk remaja dan saat ini belum ada untuk dewasa awal sehingga perlu pengembangan alat ukur untuk dewasa awal.