Tuanany, Nursyahar Jihan
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Proceedings Series of Educational Studies

Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Melalui Kegiatan Seminar Pendidikan Zein, Nafisah; Permatasari, Nanda Santin; Tuanany, Nursyahar Jihan; Nasikhah, Wulan Roudhotul; Sobri, Ahmad Yusuf; Ubaidillah, Aan Fardani
Proceedings Series of Educational Studies 2024: Leadership behavior and its Effectiveness in Leading School Organization
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : A seminar is a specific way to discuss particular topics that can be organized by various institutions. More than just expanding professional networks, seminars also provide a deeper understanding of various relevant topics. However, the success of a seminar not only depends on participant attendance but also on quality management. Seminar management, including strategies, becomes a crucial foundation to ensure the smoothness of the event, its usefulness, and the achievement of desired goals. The organization of educational seminars can be one of the strategies used by school principals to improve teacher performance. The purpose of this study is to examine the leadership strategies of school principals in improving teacher performance through educational seminar activities. The research method utilized in this study is meta-analysis. The research findings indicate that school principals need to implement several important strategies to improve teacher performance through seminars. These strategies include thorough planning to align seminar activities with the professional development needs of teachers and the applicable curriculum, as well as facilitating seminars by providing the necessary support and resources.Abstrak : Seminar merupakan cara khusus untuk membahas topik tertentu yang bisa diselenggarakan oleh berbagai lembaga. Lebih dari sekadar memperluas jaringan profesional, seminar juga memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang beragam topik yang relevan. Namun, keberhasilan sebuah seminar tidak hanya tergantung pada kehadiran peserta, melainkan juga pada manajemen yang berkualitas. Manajemen seminar termasuk strategi menjadi landasan penting untuk memastikan kelancaran acara, kebermanfaatan, dan pencapaian tujuan yang diinginkan. Penyelenggaraan seminar pendidikan dapat menjadi salah satu strategi yang digunakan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru melalui kegiatan seminar pendidikan. Metode penelitian yang dimanfaatkan di dalam penelitian ini adalah meta-analisis. Hasil penelitian menyatakan bahwa kepala sekolah perlu mengimplementasikan beberapa strategi penting untuk meningkatkan kinerja guru melalui kegiatan seminar. Strategi ini meliputi perencanaan yang matang untuk menyesuaikan kegiatan seminar dengan kebutuhan pengembangan profesional guru dan kurikulum yang berlaku, serta memfasilitasi kegiatan seminar dengan menyediakan dukungan dan sumber daya yang diperlukan.  
Survei Ketersediaan Sarana Prasarana Sekolah Berdasarkan Standar Permendikbudristek Tuanany, Nursyahar Jihan
Proceedings Series of Educational Studies 2024: Seminar Nasional “Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Program Guru Pengger
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract School facilities and infrastructure must meet minimum standards, which in this case can be seen from PERMENDIKNAS No.24 of 2007 article 1. To improve the quality of education, the Indonesian government re-issued the Minister of Education and Culture Regulation No. 22 of 2023 concerning standards for facilities and infrastructure in early childhood education, primary education, and secondary education. The existence of limited infrastructure facilities requires an effort to optimize infrastructure facilities in each school. The quantitative descriptive research method was used by the researcher to describe the availability of school facilities and infrastructure as well as the strategies of school leaders in optimizing facilities and infrastructure. The sources of this research included the principal and several students who were taken using random sampling. The results of the questionnaire calculation obtained an average percentage of 53% for the availability and quality of infrastructure facilities in the first school, while the second school obtained a result of 56%. It can be concluded that the availability and quality of infrastructure facilities in both schools are in the sufficient category. The limited area of the location hinders the development to complete the school infrastructure facilities. The success of school leaders' strategies in optimizing infrastructure facilities can be seen in good procurement, utilization, and inventory as well as increased creativity and innovation of teachers and students in utilizing the available facilities. Abstrak Sarana dan prasarana sekolah harus memenuhi standar minimum yang dalam hal ini dapat dilihat dari PERMENDIKNAS No.24 Tahun 2007 pasal 1. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah Indonesia kembali menerbitkan Peraturan Menteri Dikbudristek No 22 Tahun 2023 tentang standar sarana dan prasarana pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah. Adanya keterbatasan sarana prasarana mengharuskan adanya suatu upaya dalam mengoptimalkan sarana prasarana pada setiap sekolah. Metode penelitian deskriptif kuantitatif digunakan oleh peneliti untuk mendeskripsikan ketersediaan sarana prasarana sekolah serta strategi pemimpin sekolah dalam optimalisasi sarana dan prasarana. Narasumber penelitian ini diantaranya kepala sekolah dan beberapa siswa yang diambil menggunakan random sampling. Hasil perhitungan angket diperoleh persentase rata-rata sebesar 53% untuk ketersediaan dan kualitas sarana prasarana di sekolah pertama, sedangkan dari sekolah kedua diperoleh hasil sebesar 56%. Dapat disimpulkan bahwa ketersediaan dan kualitas sarana prasarana di kedua sekolah dalam kategori cukup. Terbatasnya luas lokasi menghambat pembangunan untuk melengkapkan sarana prasarana sekolah. Keberhasilan strategi para pemimpin sekolah dalam optimalisasi sarana prasarana terlihat dari pengadaan, pemanfaatan, dan inventarisasi yang baik serta peningkatan kreativitas dan inovasi guru dan siswa dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia.