Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Latihan Imagery terhadap Peningkatan Kepercayaan Diri dan Konsentrasi Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli di SMPN 2 Gunungsari Sukartidana, I Nyoman; Syahroni, Mohammad
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v6i1.4281

Abstract

This study aims to examine the effect of imagery training on improving self-confidence and concentration of volleyball extracurricular students at SMPN 2 Gunungsari. A quasi-experimental method with a matching only design was employed, involving 18 students divided into experimental and control groups. The experimental group received imagery training for two weeks with a frequency of four sessions per week. Data were collected using the State Sport Confidence Inventory (SSCI) to measure self-confidence and the Grid Concentration Exercise Test to assess concentration. The paired sample t-test results showed a significant effect of imagery training on self-confidence and concentration with a significance value of 0.000 (p < 0.05). The study concludes that imagery training effectively improves students' self-confidence and concentration. It is recommended that coaches and physical education teachers integrate imagery training regularly into their training programs and combine it with other mental techniques for optimal results.
Hubungan Antara Kebugaran Fisik, Beban Akademik, Gaya Hidup Sedentari, dan Aktivitas Fisik terhadap Tingkat Kebugaran Mahasiswa Sukartidana, I Nyoman; Anam, Khaerul
Jurnal Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jurnalpjkr.v3i1.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kebugaran fisik, beban akademik, gaya hidup sedentari, dan aktivitas fisik terhadap tingkat kebugaran mahasiswa. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif berbasis survei, data dikumpulkan dari mahasiswa semester 4 jurusan olahraga Universitas Nahdlatul Ulama melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial, termasuk analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara variabel-variabel yang diteliti, di mana kebugaran fisik dan aktivitas fisik memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kebugaran mahasiswa, sementara beban akademik dan gaya hidup sedentari menunjukkan korelasi negatif. Penelitian ini mengungkap bahwa tingkat kebugaran mahasiswa semester 4 secara umum berada pada kategori rendah hingga sedang, dengan hanya 35% mahasiswa yang mencapai tingkat kebugaran baik. Faktor utama yang memengaruhi hal ini meliputi beban akademik yang tinggi, gaya hidup sedentari, pola makan tidak seimbang, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik. Selain itu, kurangnya fasilitas olahraga yang memadai dan tidak adanya program khusus dari institusi pendidikan turut memperparah masalah ini Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa meningkatkan aktivitas fisik dan mengelola beban akademik secara efektif dapat berkontribusi pada peningkatan tingkat kebugaran mahasiswa, sementara gaya hidup sedentari perlu diminimalkan untuk mendukung kesehatan fisik yang optimal. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi institusi pendidikan dalam merancang program yang mendukung kesehatan dan kebugaran mahasiswa
PELATIHAN TEKNIK RENANG KEPADA ANAK-ANAK DESA MEKARSARI LOMBOK BARAT Sukartidana, I Nyoman; Lalu Suprawesta; Muhammad Riyan Hidayatullah
Ite Ngabdi Vol. 1 No. 1 (2025): ITE NGABDI
Publisher : ite ngabdi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wq73cq75

Abstract

Pelatihan teknik renang merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar berenang serta kesadaran akan keselamatan di air, khususnya pada anak-anak yang tinggal di wilayah pedesaan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya akses pendidikan olahraga air di Desa Mekarsari, yang berpotensi menghambat pengembangan kemampuan motorik anak serta meningkatkan risiko kecelakaan air. Metode pelaksanaan pelatihan mencakup pendekatan edukatif-partisipatif yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan usia anak. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada penguasaan teknik dasar renang meliputi pernapasan, meluncur, dan gaya dada, dengan peningkatan rata-rata sebesar 68% dari penilaian awal. Temuan ilmiah menunjukkan bahwa pelatihan teknik renang secara terstruktur dapat meningkatkan koordinasi motorik kasar, rasa percaya diri, dan kesadaran keselamatan air pada anak-anak. Pelatihan ini juga menjadi wadah pengembangan kapasitas masyarakat melalui keterlibatan aktif para orang tua dan perangkat desa. Dengan demikian, program pelatihan ini dapat direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan di wilayah pedesaan lainnya sebagai bagian dari pendidikan preventif dan penguatan budaya hidup sehat
PENERAPAN SPORT MASSAGE SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI RECOVERY ATLET BELA DIRI NTB PADA PON KUDUS JAWA TENGAH Sukartidana, I Nyoman; Lalu Suprawesta; Mohammad Syahroni
Ite Ngabdi Vol. 1 No. 2 (2025): ITE NGABDI
Publisher : ite ngabdi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/0bq4j027

Abstract

Prestasi olahraga yang optimal dalam kompetisi multi-event seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) sangat bergantung pada efektivitas proses pemulihan (recovery) atlet. Atlet bela diri, khususnya, menghadapi tuntutan fisik dan mental yang tinggi, meningkatkan risiko kelelahan ekstrem dan cedera. P enelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan recovery atlet bela diri Nusa Tenggara Barat (NTB) pada PON Kudus Jawa Tengah melalui penerapan sport massage. Program ini dilaksanakan pada 80 atlet bela diri NTB selama periode PON (9-26 Oktober 2025), dengan total 285 sesi sport massage yang diberikan sebagai post-event atau inter-event massage. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 73 atlet, observasi langsung, dan wawancara dengan atlet serta pelatih. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan respons positif yang signifikan: 91,8% atlet melaporkan penurunan kelelahan otot, 88,9% merasakan pengurangan nyeri otot (DOMS), 97,3% mengalami peningkatan relaksasi, dan 87,7% merasa lebih siap secara fisik untuk kompetisi berikutnya. Tingkat kepuasan terhadap layanan sport massage mencapai 95,9%. Analisis kualitatif memperkuat temuan ini, menyoroti pemulihan fisik yang cepat, dampak psikologis positif, peningkatan kualitas tidur, serta dukungan terhadap performa dan pencegahan cedera. Disimpulkan bahwa penerapan sport massage terbukti efektif dalam mengoptimalkan recovery atlet bela diri NTB, memberikan manfaat fisik dan psikologis yang signifikan, serta sangat diterima oleh atlet.
The Effect of Meditation Training on Increasing Concentration in Indonesian Kempo Federation Athletes at Graha BSS Narmada Syariofeddin, Elya Wibawa; Sukartidana, I Nyoman; Sanrijaya, Niqsanding
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 10, No 4 (2025): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v10i4.10130

Abstract

Concentration is a vital aspect of martial arts such as Kempo, which requires quick responses, technical precision, and mental composure. Based on observations and interviews with coaches and athletes from the Indonesian Kempo Federation at Graha BSS, Narmada, a problem of low concentration levels was identified, which affects the athletes' performance and achievement. Therefore, this study was conducted to examine the effect of meditation training on improving athletes’concentration. The research employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest experimental design, without a comparison group. The population consisted of 30 athletes, with a sample of 20 athletes selected using purposive sampling based on specific criteria. Meditation sessions were conducted over a onemonth period, totaling 12 meetings with a frequency of three sessions per week. The instrument used was the Concentration Grid Test (CGT), a measurement tool proven to be valid and reliable. Data collection techniques included documentation and performance-based testing to assess concentration levels before and after the intervention. The data were processed through editing, coding, saving, tabulating, and cleaning, and then analyzed using parametric statistics, including normality tests (Kolmogorov-Smirnov and Shapiro-Wilk), a homogeneity test (Levene’s Test), and hypothesis testing using the paired samples t-test. The findings showed an increase in the average concentration score from 9.45 (pre-test) to 15.15 (posttest), with a mean difference of 5.7 points. The t-test resulted in a significance value of 0.001 (< 0.05), indicating a statistically significant difference, meaning meditation training had a positive effect on the athletes’ concentration. Therefore, it can be concluded that “Meditation training has a positive influence on improving the concentration of athletes in the Indonesian Kempo Federation at Graha BSS, Narmada.