Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Supervisi Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Era Digital (Studi Literatur) Sumual, Shelty Deity Meity; Labuan, Bernadina Waha; Takalumang, Luccylle M.; Rompis, Novie Noldy Johanes; Omkarsba, Helena
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i1.6982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran supervisi pendidikan berbasis digital dalam meningkatkan mutu pembelajaran di era digital. Kajian ini dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis jurnal serta artikel terkait yang relevan dengan topik supervisi pendidikan dan teknologi digital. Fokus kajian meliputi peran supervisi dalam transformasi pembelajaran, tantangan implementasi supervisi digital, dan strategi untuk mengoptimalkan penerapannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi pendidikan berbasis digital memiliki peran strategis dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan inovasi pembelajaran. Teknologi seperti aplikasi monitoring, dashboard evaluasi, dan platform kolaborasi digital memungkinkan pemantauan kinerja guru secara real-time dan memberikan umpan balik berbasis data. Namun, pelaksanaan supervisi digital menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital di kalangan guru dan pengawas, serta isu keamanan data. Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan penguatan infrastruktur, pelatihan intensif bagi pengawas dan guru, serta regulasi yang menjamin perlindungan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa supervisi berbasis digital dapat menjadi katalisator utama dalam menciptakan sistem pendidikan yang responsif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kajian ini juga merekomendasikan penelitian lanjutan yang mengintegrasikan data empiris dari berbagai wilayah dan kebijakan pemerintah untuk memperkuat penerapan supervisi digital secara optimal. Dengan langkah tersebut, supervisi pendidikan berbasis digital berpotensi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
The Disconnect between Financial Compliance and Pedagogical Utility in School Management: A Phenomenological Study on “Sleeping Assets” and Bureaucratic Rituals Rompis, Novie Noldy Johanes; Tambingon, Henny Nikolin; Palilingan, Rolles N.; Umbase, Ruth
International Journal of Information Technology and Education Vol. 5 No. 2 (2026): March 2026
Publisher : JR Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the landscape of decentralized school-based management, principals hold a complex dual autonomy: as accountable fiscal managers and as visionary instructional leaders. However, the pressure of bureaucratic isomorphism often creates an extreme disparity in focus. This phenomenological study investigates how principals in Public Junior High Schools (SMP) in Tomohon City, Indonesia, navigate the existential tension between the demands for state financial reporting compliance and the effectiveness of asset utilization for learning. Through in-depth interviews, document analysis, and physical observation of schools, this study uncovers a chronic phenomenon of “Loose Coupling.” The findings indicate that: (1) An Asymmetry of Accountability occurs, where leadership energy is exhausted pursuing an administrative “clean audit” status, while the evaluation of pedagogical impact is neglected; (2) The emergence of the “Sleeping Assets” phenomenon, where teaching aids and learning technologies undergo an ontological death—purchased as symbols of modernity but unused in classroom practice; and (3) External evaluation tends to be blunt and normative, failing to diagnose the gap between budget expenditure and learning quality. This study concludes that without reforming accountability mechanisms to balance fiscal and pedagogical indicators, educational decentralization will only produce symbolic compliance without substantial quality improvement.