Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Review: Pengaruh Pengolahan Terhadap Alergenisitas Ikan Mahgfirah, Indria; Sujatmiko, Harumi
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.5257

Abstract

Pada negara terbelakang dan bahkan berkembang, ikan merupakan sumber protein hewani utama untuk pemenuhan kebutuhan protein sehari-hari. Namun, bagi beberapa orang konsumsi ikan dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergi. Manifestasi klinis alergi ikan bervariasi mulai dari gejala ringan hingga berat, bahkan sampai mengancam jiwa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan alergenisitas ikan adalah dengan penerapan proses pengolahan, tetapi pengolahan memiliki efek yang berbeda terhadap alergenisitas ikan, yaitu dapat menurun, meningkat, atau bahkan tidak berubah sama sekali. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh proses pengolahan (non-termal dan termal) terhadap alergenisitas ikan sehingga dapat memberikan gambaran umum dampak pengolahan terhadap alergenisitas ikan. Penelitian dikerjakan dalam 4 tahapan, yaitu penentuan pertanyaan penelitian, penyusunan strategi pencarian, ekstraksi data, dan analisis data. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada sejumlah artikel terpilih, penerapan teknologi pengolahan pada ikan secara umum proses pengolahan non-thermal meliputi iradiasi, high-presure processing, cold plasma, ozone, pulsed-light technology and uv irradiation. Proses pengolahan termal meliputi microwave, sous-vide cooking, stewing dan roasting/baking or oven baking.
Aplikasi Lama Fermentasi dan Perbandingan Air Terhadap Karakteristik Sari Tempe Syafutri, Merynda Indriyani; Rosidah, Umi; Ramadhan, Hafidhuddin N; Permata Sari, Dwi Indah; Sujatmiko, Harumi; Sari, Ina Permata; Sugito
Sriwijaya FoodTech Journal Vol 2 No 01 (2025): Sriwijaya Foodtech Journal
Publisher : Prodi Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64723/sftj.v2i01.10

Abstract

Sari tempe memiliki karakteristik sensori yang mirip seperti sari kedelai dengan rasa dan aroma khas tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi tempe dan perbandingan tempe dan air terhadap karakteristik sari tempe. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu lama fermentasi tempe (24 jam, 48 jam, 72 jam) dan perbandingan tempe dan air (1:3; 1:5; 1:7) dengan 3 kali ulangan dan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi tempe berpengaruh nyata terhadap viskositas, kadar protein, pH larutan, aktivitas antioksidan, total padatan terlarut dan sensoris sari tempe. Perbandingan tempe dan air berpengaruh nyata terhadap viskositas, kadar protein, pH larutan, aktivitas antioksidan, total padatan terlarut dan sensoris sari tempe. Interaksi lama fermentasi tempe dan perbandingan tempe dan air berpengaruh nyata terhadap viskositas, kadar protein, pH larutan, aktivitas antioksidan, total padatan terlarut dan sensoris sari tempe. Hasil sari tempe terbaik yaitu pada perlakuan lama fermentasi 48 jam dan rasio tempe dan air 1:3. Karakteristik yang dihasilkan yaitu viskositas 6,07 mPa.s, kadar protein 3,53%, pH 6,2 , aktivitas antioksidan IC50 110,8 µg/mL dan total padatan terlarut 4,47 Brix.
The Role of High Pressure Processing in Maintaining Microbiological Safety and Flavor of Fresh and Minimally Processed Foods: A Mini Review Prayitno, Citra Pratiwi; Defira, Citra; Ichsan, Onne Akbar Nur; Sujatmiko, Harumi; Saputra, Doris; Lestari, Windi; Aldoni, M.
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 5 No. 2 (2025): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v5i2.7236

Abstract

The microbiological safety of fresh food products is a crucial challenge in the food industry, mainly due to the high prevalence of pathogenic microorganisms such as Salmonella spp., Escherichia coli, and Listeria monocytogenes. At the same time, there is an increase in consumer demand for fresh products with optimal organoleptic and natural nutritional qualities. High-Pressure Processing (HPP), as a non-thermal processing technology, offers an innovative solution to these problems. This mini review aims to examined the basic principles of HPP, its effectiveness in inactivating microorganisms, and its impact on the sensory attributes of various fresh food products. Various studies show that HPP can significantly reduce the number of microbes while maintaining the organoleptic characteristics of fresh food products. Overall, HPP shows great potential as a future food processing technology that can bridge the need for safety and quality in fresh products. Keywords: High-Pressure Processing, food products, fresh food
Analisa Mutu Udang Beku Di PT. Lestari Magris Palembang, Sumatera Selatan Ina Permata Sari; Sujatmiko, Harumi
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i2.7212

Abstract

Udang merupakan salah satu sumber makanan yang dikenal memiliki kandungan zat gizi yang tinggi terutama protein. Oleh karena itu, udang termasuk ke dalam bahan pangan yang sangat mudah mengalami kerusakan (perishable food). Penanganan bahan pangan perikanan yang baik harus sesuai dengan Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI) dengan menaati Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2024. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa mutu udang windu berdasarkan pengujian TPC (Total Plate Count), bakteri Esherichia coli dan bakteri Coliform. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan APM (Angka Paling Memungkinkan) dan menggunakan perhitungan TPC. Sampel yang digunakan pada PT. Lestari Magris Palembang yaitu udang windu yang di ambil secara acak dari beberapa supplier pada PT. Lestari Magris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak adanyaa cemaran bakteri E.coli dan bakteri Coliform. Pada pengujian TPC (total plate count) tertinggi sampel udang SH 2 menghasilkan koloni 81000 ALT/gram namun jumlah koloni mikrobiologi tersebut memenuhi standar atau baik. Hal ini didasarkan pada ketentuan yang dikeluarkan standar nasional indonesia (SNI 01.2332.3.2006) untuk udang jumlah mikrobiologi tidak boleh melebihi 500.000 cfu/g
Metaanalisis peranan teknologi proses pengolahan terhadap penurunan alergenisitas ikan: Meta-analysis on the role of food processing technology for fish allergenicity reduction Sujatmiko, Harumi; Palupi, Nurheni Sri; Wulandari, Nur
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.47344

Abstract

Food and Agriculture Organization (FAO) mengkategorikan ikan ke dalam salah satu dari delapan jenis bahan pangan yang umumnya menyebabkan reaksi alergi pada individu sensitif. Manifestasi klinis yang disebabkan alergi ikan bervariasi mulai dari gejala ringan hingga berat, bahkan sampai mengancam jiwa. Teknologi proses pengolahan terbukti dapat mengubah alergenisitas ikan dengan efektivitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknologi proses pengolahan yang efektif dalam menurunkan alergenisitas ikan melalui metaanalisis. Diperoleh 12 artikel jurnal yang diseleksi berdasarkan diagram PRISMA. Data dianalisis menggunakan efek ukur standardized mean difference (SMD) dengan 95% confidence interval (95% CI). Teknologi proses pengolahan non-termal (ultraviolet radiation (UV-R) dan high-hydrostatic pressure (HHP)) serta reaksi Maillard memiliki efek signifikan dalam menurunkan alergenisitas ikan. Sementara itu, proses pengolahan termal konvensional tidak berpengaruh signifikan dalam menurunkan alergenisitas ikan. Nilai SMD menunjukkan bahwa aplikasi teknologi proses pengolahan non-termal paling efektif dalam menurunkan alergenisitas ikan. Pada tingkat seluler, teknologi proses pengolahan secara signifikan menurunkan pelepasan sitokin (IL-4 dan IL-13) dan mediator inflamasi (histamin, tryptase, dan b-heksosaminidase).