Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Relationship Between Mother's Knowledge And Clean And Healthy Living Behaviors Towards Fever Typoid In Toddlers Sry Rizki; Asmima Yanti; Siti Damayanti
International Journal of Public Health Vol. 1 No. 4 (2024): December : International Journal of Public Health
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijph.v1i4.196

Abstract

One of the tropical infectious diseases in developing countries is typhoid fever. Typhoid fever is often found in people's lives, both in urban and rural areas. This disease is very closely related toclean and healthy living behavior(PHBS) such as poor environmental sanitation, personal hygiene and daily community behavior. Purpose To find outThe Relationship between Mother's Knowledge and Clean and Healthy Living Behavior towards Typhoid Fever in Toddlers in the Children's Ward of Dr. H. Yulidin Away Tapaktuan Regional Hospital. This research method is descriptive correlation with Cross Sectional approach with a sample size of 52 parents with typhoid fever cases. The results of this study obtained p-value results = 0.000 <0.05 so that there is a relationship between the two variables. Conclusion There is a significant relationship between the level of knowledge with clean and healthy living behavior (PHBS) on typhoid fever in toddlers in the children's room of Dr. H Yulidin Away Tapaktuan Hospital. Suggestions from the results of this study provide input to service institutions and become guidelines for maximizing the implementation of clean and healthy living behavior (PHBS) in parents whose children are being treated with typhoid fever cases.
BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING: TINJAUAN LITERATUR Dian Vita Sari; Fatmawati; Siti Damayanti; Fitri Apriani; Arista Ardilla
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i1.160

Abstract

Berat badan lahir rendah merupakan salah satu faktor risiko penting yang berkontribusi terhadap kejadian stunting. Bayi dengan berat badan lahir rendah seringkali mengalami gangguan pertumbuhan sejak dini, yang dapat berlanjut hingga masa kanak-kanak dan menyebabkan stunting. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan antara berat badan lahir rendah dan kejadian stunting. Metode pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik seperti PubMed, Scopus, dan Web of Science, dengan kata kunci terkait BBLR, stunting, intervensi gizi, dan faktor risiko. Studi observasional dan intervensi yang meneliti hubungan antara BBLR dan stunting pada populasi manusia dimasukkan dalam tinjauan ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa bayi dengan BBLR memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting. Intervensi gizi yang tepat, seperti pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI yang kaya nutrisi, dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan mencegah stunting. Faktor sosial ekonomi dan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk juga berkontribusi terhadap kejadian BBLR dan stunting. Kesimpulannya, BBLR merupakan faktor risiko penting untuk kejadian stunting, sehingga deteksi dini dan penanganan yang tepat pada bayi BBLR sangat penting untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
ANALISIS PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA ANAK STUNTING Dian Vita Sari; Junaedy; Fatmawati; Siti Damayanti; Fitri Apriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.192

Abstract

Status  gizi  merupakan  ukuran  keberhasilan  memenuhi  kebutuhan  nutrisi  anak.  Beberapa  tahun  terakhir target penurunan status gizi buruk balita belum signifikan. Dampak gizi buruk pada anak bersifat sulit untuk dikoreksi di usia dewasa. Penelitian tentang faktor ekonomi, faktor sanitasi, faktor pendidikan , dan faktor perilaku  terhadap  dengan  kejdian  gizi  buruk  pada  balita  usia  4-5  yang  sangat  diperlukan.  Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  faktor-faktor  yang  berhubungan  dengan  kejadian  gizi  buruk. jenis penelitian yang  diapakai  adalah  penelitian  deskriptif Analitik  yaitu  bertujuan  untuk  mengetahui  tingkat  pengetahuan  ibu tentang  faktor-faktor  yang  mempengaruhi  gizi  buruk  pada  balita  usia  4-5  tahun  di  Desa Geulumpang Payong, Bireuen.  Desain  yang mengunakan cross  sectional yaitu dengan membagikan kuesioner sebagai cara untuk mengambil data kepada setiap responden dengan sekali penyebaran. Populasi   pada   penelitian   ini   merupakan   ibu-ibu   yang mempunyai balita dengan Gizi Buruk dengan sebanyak  30  balita  dengan kejadian  gizi  buruk. Pada  penelitian  ini,  teknik sampling yang digunakan total sampling yaitu sampel yang sudah ditetapkan atau sudah ada. Sampel pada penelitian ini yaitu, balita yang mengalami gizi buruk sebanyak 30 orang. Teknik  analisis  data  penelitian  ini  menggunakan  analisis  univariat, bivariat. Berdasarkan  uji  bivariat  yang  dilakukan  didapatkan  hasil  bahwa  tidak  ada  hubungan  yang signifikan antaran variabel independen dengan variabel dependent. diharapkan akses terhadap air bersih merupakan  salah  satu  determinan  penting  dalam  pencegahan  stunting  di  wilayah  tersebut.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMK NEGERI 4 MEULABOH Khairul Fahmi; Ardi Ficri Harahap; Siti Damayanti; Salma Merda Kawati; Mukhlis Mukhlis; Erlia Rosita; Ainon Mardiah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5183

Abstract

AbstrakObesitas merupakan salah satu masalah gizi yang semakin meningkat di kalangan remaja dan menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat. Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan fisik dan psikososial, sehingga gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Pola makan yang tidak teratur dan tinggi kalori dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi, sedangkan rendahnya aktivitas fisik memperburuk kondisi tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak-anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat minimal 60 menit per hari untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dan aktifitas fisik terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMK Negeri 4 Meulaboh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 71 siswa/siswi yang dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 16 s/d 19 Januari 2025 menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis hubungan pola makan dengan kejadian obesitas menunjukkan nilai p sebesar 0,009< 0,05, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas menunjukkan nilai p sebesar 0,015< 0,05. Kesimpulan: ada hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMK Negeri 4 Meulaboh. Saran: Pihak sekolah dapat memberikan edukasi kepada siswa/siswi dan orang tua tentang pola makan dan aktivitas yang baik pada remaja agar tidak mengalami obesitas. 
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMK NEGERI 4 MEULABOH Khairul Fahmi; Ardi Ficri Harahap; Siti Damayanti; Salma Merda Kawati; Mukhlis Mukhlis; Erlia Rosita; Ainon Mardiah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.5183

Abstract

AbstrakObesitas merupakan salah satu masalah gizi yang semakin meningkat di kalangan remaja dan menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat. Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan fisik dan psikososial, sehingga gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Pola makan yang tidak teratur dan tinggi kalori dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi, sedangkan rendahnya aktivitas fisik memperburuk kondisi tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak-anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat minimal 60 menit per hari untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dan aktifitas fisik terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMK Negeri 4 Meulaboh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 71 siswa/siswi yang dipilih dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 16 s/d 19 Januari 2025 menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis hubungan pola makan dengan kejadian obesitas menunjukkan nilai p sebesar 0,009< 0,05, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas menunjukkan nilai p sebesar 0,015< 0,05. Kesimpulan: ada hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMK Negeri 4 Meulaboh. Saran: Pihak sekolah dapat memberikan edukasi kepada siswa/siswi dan orang tua tentang pola makan dan aktivitas yang baik pada remaja agar tidak mengalami obesitas.