Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi Penyuluhan Hukum Tentang Bahaya Narkoba dan Judi Online Pane, Erwin Hamonangan; Nasution, Nur Hakimah Akhirani; Hasibuan, Kalijunjung; Pulungan, Akhir Saleh; Hasibuan, Husnia Khotmah
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 5 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i5.1028

Abstract

Kegiatan penyuluhan hukum bahaya narkoba dan perjudian online di Desa Sibatu Loting Kecamatan Barumun Tengah dilatarbelaknagi karena dampak buruk yang diakibatkan oleh narkoba dan judi online semakin meresahkan masyarakat. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat kepada mahasiswa di Desa Sibatu Loting. Tujuan dilaksanakannya kegiatan penyuluhan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada remaja mengenai bahaya narkotika dan perjudian online dengan harapan remaja dapat menghindarinya. Hasil pelaksanaan kegiatan ini Sebelum melakukan kegiatan PKM, Tim melakukan wawancara singkat kepada peserta pelatihan. Dalam wawancara singkat itu Tim menanyakan apakah para peserta pernah mencoba narkoba atau Judi online. Banyak dari peserta menjawab bahwa mereka duah pernah beberapa kali coba-coba masuk ke dalam akun judi online. Alasan mereka coba-coba karena mereka penasaran apakah memang judi online itu betul-betul menghasilkan uang atau tidak. Sementara terkait narkoba, ada beberapa peserta yang mengaku bahwa mereka pernah di ajak oleh teman mereka untuk mencoba narkoba. Setelah melakukan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab, para peserta mendapatkan pengetahuan terakit apa dampak buruknya jika menyalah gunakan Narkoba dan Judi Online. Setelah penyuluhan Tim berharap para peserta lebih mawas diri dengan ajakan untuk memakai narkoba atau ikut judi online.
Revitalisasi Fungsi Edukatif Majelis Taklim Sebagai Upaya Penguatan Literasi Hukum Keluarga Islam di Kecamatan Barumun Nasution, Nur Hakimah Akhirani; Pane, Erwin Hamonangan
Jurnal Transformasi Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPI April
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/ygndct19

Abstract

This community service program aimed to revitalize the educational function of majelis taklim as an effort to strengthen Islamic family law literacy among the community in Kecamatan Barumun. The main problems faced by the community were the low level of understanding regarding Islamic family law, particularly related to the rights and obligations of husbands and wives, marriage administration, family conflict resolution, protection of women and children, and inheritance distribution according to Islamic law. On the other hand, majelis taklim, which has traditionally served as a center for religious education in society, has not yet optimally carried out its educational function in the field of Islamic family law. The implementation method employed a participatory community empowerment approach through stages of socialization, needs identification, training, mentoring, monitoring, and evaluation. Educational activities were conducted through interactive lectures, group discussions, family case simulations, and community-based mentoring. The results showed an increase in community understanding of Islamic family law. Before the program implementation, 68% of participants were categorized as having a low level of understanding, while after the activities, 74% of participants reached a good level of understanding. Furthermore, the program succeeded in strengthening the educational function of majelis taklim through the development of thematic studies on Islamic family law and the application of more participatory learning methods. This community service activity demonstrates that majelis taklim has strategic potential as a community-based socio-religious educational medium in improving Islamic family law literacy and strengthening family resilience in rural communities.