Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Masyarakat Berdaya dalam Usaha Pengendalian Kebakaran Hutan di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Malili, Kabupaten Luwu Timur Hasbi Bahta; Kamaruddin Kamaruddin; Fitriyanti Kaliky
Jurnal Agrohut Vol 12 No 2 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i2.137

Abstract

Wilayah Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Malili Kabupaten Luwu Timur memiliki divisi masyarakat berdaya. Mereka di bentuk dengan tugas khusus untuk menjaga kawasan hutan dari kebakaran hutan. Kegiatannya adalah pengendalian kebakaran hutan yaitu pencegahan, pemadaman, penanganan pasca kebakaran hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi efektifitas masyarakat berdaya ini dalam mencegah kebakaran hutan. Penelitian dilakukan dengan metode survey kepada semua masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok masyarakat pemberdayaan yang telah memberikan kontribusi yang nyata dalam penanggulan kebakaran hutan. Tiap tahun kebakaran hutan di kawasan ini dapat ditekan. Berikutnya, masyarakat yang terlibat memiliki peningkatakan pengetahuan dan kemampuan dalam pencegahan hingga penanganan pasca kebakaran. Kegiatan ini tidak memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Potensi Pohon pada Petak Ukur Permanen di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Model Wae Tina Desa Wamkana, Kabupaten Buru Selatan Solikin Solikin; Syarif Ohorella; Fitriyanti Kaliky
Jurnal Agrohut Vol 12 No 2 (2021): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v12i2.144

Abstract

Inventarisasi pohon pada suatu kawasan dilakukan untuk minimal dua tujuan, pertama adalah melihat proses regenerasi pohon dan yang kedua adalah persiapan kegiatan penebangan. Penelitian ini dilakukan pada kawasan petak ukur permanen (PUP) Kesatuan Pengelolan Hutan (KPH) Model Wae Tina. Lokasinya di Desa Wae Tina, Kabupaten Buru Selatan. Tujuannya adalah untuk melihat potensi pohon yang terdapat di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis vegetasi dan mengukur diameter, tinggi, azimut dan jarak antar pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga jenis pohon dominan adalah kayu Meranti (Shorea selanica), Kayu Sapin (Castanopsis buruana), Kayu Merah (Eugenia sp). Volume masing-masing pohon tersebut masing-masing adalah 101,43 m3, 22,54 m3 dan 7,07 m3. Dominasi ketiga jenis ini dan beberapa jenis tumbuhan lain yang ditemukan disebabkan karena faktor iklim dan jenis tanah yang memadai.
Pulau Osi: A Collaborative Strategy for Community-Based Mangrove Ecotourism Management Kaliky, Fitriyanti; Djumat, Juni La; Umar, Dewi Bin; Sangadji, Suman; Simataw, Gusmianti; Latuamury, Bokiraiya
Jurnal Agrohut Vol. 16 No. 1 (2025): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v16i1.264

Abstract

Pulau Osi is a coastal area with substantial potential for developing community-based mangrove ecotourism. This study aims to analyze the management and development strategies of the mangrove ecotourism area in Dusun Pulau Osi, West Seram Regency, using a qualitative descriptive approach and SWOT analysis. The findings indicate active community participation through the formation of groups such as Mangrove Lestari and Mina Mangrove Lestari. Internal strengths include abundant natural resources and scenic landscapes, while weaknesses lie in limited infrastructure and insufficient promotion. Externally, economic potential and technological advancement present key opportunities. The recommended strategy is an aggressive one, emphasizing the optimization of internal strengths and external opportunities through infrastructure development, digital promotion, and the creation of mangrove-derived products. The study concludes that the success of ecotourism management relies heavily on collaboration among communities, government, and private stakeholders in promoting conservation-based and locally-driven tourism development
Inventarisasi Populasi dan Karakteristik Habitat Burung Gosong Kelam (Megapodius freycinet) di Suaka Margasatwa (SM) Pulau Kassa Kabupaten Seram Bagian Barat Purwanto, Kacuk Setyo; Kaliky, Fitriyanti; Karepesina, Sedek
Jurnal Agrohut Vol. 14 No. 2 (2023): Agrohut
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Darussalam Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/agh.v14i2.183

Abstract

Pulau Kassa merupakan salah satu kawasan suaka alam yang di dominasi tipe hutan pantai dengan keunikan berupa jenis satwa endemik pulau berupa burung Gosong /Maleo (Famili Megapodiidae). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi dan karakteristik habitat Burung Gosong Kelam (Megapodius freycinet). Pengambilan data jumlah sarang burung gosong di lokasi penelitian dilakukan dengan cara sensus yang di kombinasikan dengan metode jalur garis transek. Karakteristik habitat yang di nilai adalah jumlah sarang, karakteristik fisik dan kimia tempat bertelur, kondisi vegetasi sekitar sarang, bentuk dan dimensi sarang, sifat tanah, suhu dan kelembaban. Dari hasil penghitungan sarang di lokasi penelitian ditemukan sebanyak 86 buah gundukan sarang burung Gosong Kelam yang terbagi menjadi dua jenis sarang yaitu sarang aktif sebanyak 59 sarang dan sarang tidak aktif 27 sarang. Perkiraan jumlah populasi burung Gosong Kelam sebanyak 118 ekor. Vegetasi dominan untuk tingkat pohon yaitu jenis Besi Pantai (Pongamia pinnata) sedangkan vegetasi tingkat tiang, pancang dan semai di dominasi oleh jenis Eboni (Diospyros celebica). Parameter karakteristik fisik dan kimia sarang burung memiliki pengaruh nyata terhadap suhu di dalam sarang, ancaman dan gangguan yang terjadi pada kawasan ini cukup tinggi yaitu berupa gangguan habitat oleh aktifitas manusia, perburuan satwa dan introduksi jenis eksotik.
The Hydrophilicity of Samama Wood Surface Quality after Boron, Methyl Methacrylate Impregnation, and Heat Treatment Cahyono, Tekat Dwi; Priadi, Trisna; Noviyanti, Eka; La Djumat, Juni; Kaliky, Fitriyanti
Jurnal Sylva Lestari Vol. 12 No. 1 (2024): January
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl.v12i1.851

Abstract

Indicators of surface roughness and surface-free energy can represent the improvement in wood surface quality. In this study, those two indicators were used to determine the change in the samama (Anthocephalus macrophyllus) wood surface following two modification steps, namely impregnation and heat treatment. The first step was boron impregnation in two forms applied separately, i.e., boric acid and borax. The second step was impregnation of methyl methacrylate followed by heat treatment at 90°C and 180°C. Surface roughness was determined following the ISO 4287:1997 standard, and surface free energy was analyzed using the Rabel Method. The results showed that the radial surface of samama wood naturally had a lower roughness than the tangential surface. Impregnation with boric acid, borax, and methyl methacrylate increased the wood surface roughness. However, heat treatment at 180°C tended to smooth the rough surface. Total surface free energy was altered after borax and methyl methacrylate impregnation. However, heat treatment seemingly withdrew the alteration. The polar components and dispersion contributed to total surface free energy with different compositions. In this study, the change in surface roughness was not congruent with the change in total surface free energy. Keywords: boron, heat treatment, impregnation, samama, surface free energy