Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Penggunaan Balok Rafter Honeycomb Untuk Struktur Gudang Tahan Gempa Dengan Metode LRFD Guci, Jeply Murdiaman; Putri Yastari, Febi
Jurnal Bangunan, Konstruksi & Desain Vol 2 No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbkd.2.4.243-253.2024

Abstract

Earthquake-resistant structural planning is an important aspect in building construction in earthquake-prone areas. This study aims to analyze honeycomb rafter beams using the Load and Resistance Factor Design (LRFD) method on earthquake-resistant warehouse building structures. Honeycomb beams were chosen because of their ability to reduce the weight of the structure without sacrificing strength and stiffness. This study includes loading analysis, structural element design, and evaluation of structural performance against earthquake loads according to SNI 1726:2019 standards. The results of the study indicate that the HC 900x200x11x17 profile is adequate as a rafter or truss and the warehouse structure using honeycomb rafter beams is declared strong enough and safe in facing potential earthquake loads.
Studi Eksperimental Karakteristik Beton Ringan SCC dengan Penambahan Styrofoam dan Benang Gelasan Fajrul Falah, Muhammad; Solikin, Mochamad; Kholilur Rohman, Rosyid; Muhammad Nuryanto, Fadhil; Ika Hariani, Deby; Putri Yastari, Febi; Agung Saputra, Cahyo
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 22 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jirs.v22i1.1736

Abstract

Global sustainability is a big challenge for various industry sectors, including the construction industry. Concrete is a key material in infrastructure development due to its high strength and good durability. However, concrete production has significant environmental impacts, such as the exploitation of natural resources and increased carbon emissions. Therefore, there is a need to innovate materials that are more environmentally friendly without reducing the quality of concrete. This research aims to explore the use of Styrofoam waste and yarn as additives in concrete mixes. Styrofoam was chosen due to its lightweight and biodegradable nature, its use in concrete can reduce environmental pollution. Meanwhile, yarn was added to increase the strength of concrete that had undergone changes due to the addition of Styrofoam. This research was conducted using an experimental method with the addition of 30% Styrofoam from the total fine aggregate as a fixed variable. In addition, variations of yarn were used at 0.5% and 1% of the total concrete mix. Tests were carried out using cylindrical test objects with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm, with a total of 8 samples tested to determine the compressive strength value of the resulting concrete. The test results showed that the highest compressive strength was obtained in the variation of adding 1% yarn, with a value of 15.03 MPa. This shows that the combination of styrofoam and yarn still allows the concrete to have sufficient strength for certain construction applications. From this research, it can be concluded that the use of Styrofoam and yarn in concrete has the potential to be an environmentally friendly material innovation that supports the sustainability of the construction industry. By utilizing this waste, it is expected to reduce environmental impact and open up new opportunities in the development of sustainable construction materials
Studi Perilaku Penampang Balok Beton Bertulang dengan Variasi Rasio Tulangan Longitudinal Tarik dan Tekan Febi Putri Yastari; Jeply Murdiaman Guci; Ikhwan Said; Muhammad Fajrul Falah; Suci Putri Elza
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.132

Abstract

Balok beton bertulang merupakan elemen struktural utama yang berfungsi menahan gaya lentur dan geser dalam sistem konstruksi bangunan. Kapasitas lentur balok sangat dipengaruhi oleh rasio tulangan longitudinal, baik tulangan tarik maupun tekan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi rasio tulangan longitudinal terhadap kapasitas lentur penampang balok beton bertulang. Pengujian dilakukan pada benda uji berukuran 2000 mm × 150 mm × 400 mm dengan kuat tekan beton sebesar 25 MPa dan diameter tulangan 13, 16, dan 19 mm. Total 24 benda uji dikelompokkan ke dalam dua kelompok berdasarkan jenis tulangan, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak RCCSA. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan rasio tulangan tarik dari 0,5% menjadi 3,0% mampu meningkatkan kapasitas lentur balok hingga lebih dari 400%, namun diikuti penurunan daktilitas hingga 90%, yang mengindikasikan kecenderungan perilaku getas. Sebaliknya, peningkatan rasio tulangan tekan, khususnya untuk konfigurasi dua lapis, hanya memberikan peningkatan kapasitas lentur sebesar 3–8% dan berkontribusi terhadap daktilitas hanya pada rasio tekan yang rendah. Distribusi tegangan menunjukkan bahwa rasio tulangan tidak memengaruhi tegangan maksimum beton, namun rasio tulangan tarik berpengaruh signifikan terhadap luas sebaran tegangan dan pergeseran garis netral. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku lentur balok beton bertulang dengan variasi rasio tulangan longitudinal.
Studi Komparatif Efisiensi Struktur Mall 7 Lantai pada Tanah SE dan SD terhadap Beban Gempa di Sumatera Barat Jeply Murdiaman Guci; Riko Zulhendra; Febi Putri Yastari; Suci Putri Elza
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.137

Abstract

Sumatera Barat merupakan wilayah rawan gempa, sehingga bangunan bertingkat seperti mal perlu mempertimbangkan karakteristik Kelas Situs untuk menjamin keamanan. Penelitian ini membandingkan efisiensi struktur mal 7 lantai pada dua lokasi dengan Kelas Situs berbeda, yaitu tanah lunak (SE) di Padang Pariaman dan tanah sedang (SD) di Pauh. Struktur yang dianalisis adalah beton bertulang dengan sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), dimodelkan menggunakan ETABS berdasarkan data SPT dan beban gempa sesuai standar Indonesia (SNI). Elemen struktur (kolom, balok, pelat) dirancang dalam beberapa tipe untuk mengoptimalkan dimensi dan penulangan. Analisis mencakup partisipasi massa efektif, spektrum respons desain, dan simpangan (drift), dilanjutkan dengan evaluasi optimasi material melalui perubahan volume beton dan jumlah tulangan longitudinal serta transversal. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kelas Situs memengaruhi nilai koefisien gempa (Cs), di mana Cs lebih tinggi pada tanah lunak. Efisiensi struktur dicapai melalui pengurangan dimensi elemen, terutama pada kolom dan balok penahan beban lateral. Volume beton kolom berkurang 16%, tulangan longitudinal 13,33%, dan transversal 25,82%. Pada balok, pengurangan terbesar terjadi, yakni 17,65% untuk beton dan 44,07% pada tulangan transversal. Lokasi dengan Kelas Situs SD memungkinkan optimasi lebih besar karena beban gempa lebih rendah. Pemilihan Kelas Situs yang tepat dan penyesuaian elemen struktur terbukti meningkatkan efisiensi material tanpa mengurangi kekuatan. Variasi zonasi dan tipe elemen disarankan untuk optimasi lanjutan. Studi ini membuktikan bahwa efisiensi dapat dicapai baik dalam volume beton maupun tulangan, memberikan wawasan penting dalam perencanaan struktur.