Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION YANG DIMEDIASI KOMITMEN ORGANISASI PADA TENAGA KERJA GENERASI Z DI KARAWANG Siti Nur Afipah; Linda Mora; M. Choirul Ibad
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8311

Abstract

This study aims to determine the mediating role of organizational commitment variables on job satisfaction and turnover intention among Generation Z workers in Karawang. It employs a quantitative method using convenience sampling with a sample size of 349 individuals. Data collection utilized questionnaires distributed directly via Google Forms. Measurement tools included the short-form Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), the Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), and the Turnover Intention Scale (TIS-6). Data analysis was conducted using JASP version 0.16, employing path analysis. Hypothesis testing results indicated that organizational commitment does not mediate the relationship between job satisfaction and turnover intention (p = 0.561 > 0.05). Job satisfaction significantly influences turnover intention (p = 0.008 < 0.05), and organizational commitment significantly influences turnover intention (p = 0.001 < 0.05). However, job satisfaction does not significantly influence organizational commitment (p = 0.558 > 0.05). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi variabel komitmen organisasi terhadap variabel kepuasan kerja dan turnover intention pada tenaga kerja generasi Z di Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan convenience sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 349 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan disebarkan secara langsung menggunakan google formulir. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) versi short-form, skala Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), dan Turnover Intention Scale (TIS-6). Data dianalisis menggunakan JASP versi 0.16. Metode analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa komitmen organisasi tidak berperan sebagai mediator pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention (p = 0,561 > 0,05). Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,008 < 0,05) dan komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,001 < 0,05). Namun, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi (p = 0,558 > 0,05).
PENGARUH STRES KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION YANG DIMEDIASI WORK ENGAGEMENT PADA TENAGA KERJA GENERASI Z DI KARAWANG Bayu Apriliansyah; Linda Mora; M. Choirul Ibad
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 3 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i3.1242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi variabel work engagement terhadap variabel stres kerja dan turnover intention pada tenaga kerja generasi Z di Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan convenience sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 349 orang. Populasi pada penelitian ini adalah tenaga kerja Generasi Z di Karawang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan disebarkan secara langsung menggunakan google formulir. Alat ukur yang digunakan yaitu Job Stress Scale (JSS), skala Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9), dan Turnover Intention Scale (TIS-6). Data dianalisis menggunakan JASP versi 0.16. Metode analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa work engagement tidak berperan sebagai mediator pengaruh stres kerja terhadap turnover intention (p = 0,379 > 0,05). Stres kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,001 < 0,05) dan work engagement berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,001 < 0,05). Namun, stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap work engagement (p = 0,356 > 0,05). This study aims to determine the mediating role of the work engagement variable on job stress and turnover intention among Generation Z workers in Karawang. It utilizes a quantitative method employing convenience sampling with a sample size of 349 individuals. The population consists of Generation Z workers in Karawang. Data collection was conducted using questionnaires distributed directly via Google Forms. The measurement tools used include the Job Stress Scale (JSS), the Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9), and the Turnover Intention Scale (TIS-6). Data were analyzed using JASP version 0.16, employing path analysis. Hypothesis testing results indicated that work engagement does not mediate the relationship between job stress and turnover intention (p = 0.379 > 0.05). Job stress significantly influences turnover intention (p = 0.001 < 0.05), and work engagement significantly influences turnover intention (p = 0.001 < 0.05). However, job stress does not significantly influence work engagement (p = 0.356 > 0.05).
Is Curiosity a Problem? Mediasi Academic Burnout pada Epistemic Curiosity dan Psychological Well-Being M. Choirul Ibad; Cempaka Putrie Dimala; Linda Mora; Fauzul Adim Ubaidillah
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v16i1.1456

Abstract

Rasa ingin tahu yang mendalam dapat membuat psikologis individu merasa tidak tenang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh epistemic curiosity terhadap psychological well-being dengan tambahan academic burnout sebagai variabel mediator. Menggunakan design kuantitatif, penelitian ni melibatkan responden sebanyak 534 mahasiswa dari universitas negeri dan swasta. Data diambil dengan tehnik convenience & snowaball sampling melalui google-form secara online. Hasil analisis menunjukkan epistemic curiosity tidak berpengaruh secara langsung terhadap psychological well-being. Namun academic burnout berhasil menjadi mediator pada pengaruh epistemic curiosity terhadap psychological well-being. Dengan kata lain, mahasiswa yang mengalami ketidaksejahteraan psikologis tidak semata-mata karena rasa keingintahuan yang mendalam, akan tetapi secara bersamaan individu juga mengalami kelelahan dalam menghadapi serta menjalani tugas dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION YANG DIMEDIASI KOMITMEN ORGANISASI PADA TENAGA KERJA GENERASI Z DI KARAWANG Siti Nur Afipah; Linda Mora; M. Choirul Ibad
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8311

Abstract

This study aims to determine the mediating role of organizational commitment variables on job satisfaction and turnover intention among Generation Z workers in Karawang. It employs a quantitative method using convenience sampling with a sample size of 349 individuals. Data collection utilized questionnaires distributed directly via Google Forms. Measurement tools included the short-form Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), the Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), and the Turnover Intention Scale (TIS-6). Data analysis was conducted using JASP version 0.16, employing path analysis. Hypothesis testing results indicated that organizational commitment does not mediate the relationship between job satisfaction and turnover intention (p = 0.561 > 0.05). Job satisfaction significantly influences turnover intention (p = 0.008 < 0.05), and organizational commitment significantly influences turnover intention (p = 0.001 < 0.05). However, job satisfaction does not significantly influence organizational commitment (p = 0.558 > 0.05). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi variabel komitmen organisasi terhadap variabel kepuasan kerja dan turnover intention pada tenaga kerja generasi Z di Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan convenience sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 349 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan disebarkan secara langsung menggunakan google formulir. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) versi short-form, skala Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), dan Turnover Intention Scale (TIS-6). Data dianalisis menggunakan JASP versi 0.16. Metode analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa komitmen organisasi tidak berperan sebagai mediator pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention (p = 0,561 > 0,05). Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,008 < 0,05) dan komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,001 < 0,05). Namun, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi (p = 0,558 > 0,05).
IGNORANCE IS BLISS: DOOMSCROLLING TERHADAP MENTAL WELL-BEING PENGGUNA INSTAGRAM M. Choirul Ibad; Dinda Aisha; Puspa Rahayu Utami Rahman
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 2 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/xqxm3z34

Abstract

Not everything is necessarily worth knowing. This assumption refers to the phrase “ignorance is bliss.” This article examines the influence of social media information on mental health and explores the types of information that contribute to its deterioration. A mixed-methods approach was employed, utilizing a sequential explanatory strategy with Doomscrolling and Mental Well-Being scales as measurement tools. The findings demonstrate a significant effect of doomscrolling behavior on mental well-being. In other words, certain information on social media can negatively impact individuals’ mental health. Such information includes difficulties in job seeking, layoffs, political instability, reports of corruption, poverty, inequality, war, and natural disasters. Tidak semua hal sebaiknya perlu kita ketahui. Dasar asumsi ini merujuk pada istilah "ignorance is bliss". Artikel ini menguji pengaruh antara informasi di media sosial yang berdampak pada Kesehatan mental serta mengungkap apa saja bentuk informasi yang membuat Kesehatan mental memburuk. menggunakan pendekatan mix method dengan Strategi eksplanatoris sekuensial dengan alat ukur Doomscrolling dan Mental Well-Being. Hasil penelitian membuktikan ada pengaruh antara perilaku Doomscrolling Terhadap Mental Well-Being. Dengan kata lain, ada sebagian informasi di sosial media yang dapat membuat sebagian orang tidak sehat secara mental. Dalam temuan ini beberapa bentuk informasinya seperti fenomena susahnya mencari kerja, pemutusan hubungan kerja, situasi politik, berita pejabat korupsi, kemiskinan, ketimpangan, perang dan bencana.