Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

INTERVENSI KEPERAWATAN: STORYTELLING UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN ANAK USIA PRA SEKOLAH YANG MENJALANI PERAWATAN DI PAVILIUN LUKMANUL HAKIM RSUD AL IHSAN PROVINSI JAWA BARAT Hasbyalloh, Mochamad Salman
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v15i2.147

Abstract

Tahun 2010 di Indonesia terdapat sebanyak 33,2% dari 1.425 anak mengalami dampak kecemasan akibat hospitalisasi berat, 41,6% mengalami kecemasan sedang, dan 25,2% mengalami kecemasan ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan storytelling dalam menurunkan kecemasan (akibat reaksi hospitalisasi) anak yang menjalani hospitalisasi di ruang anak Lukmanul Hakim RSUD Al Ihsan Baleendah. Penelitian ini menggunakan metode quasi ekperimen dengan rancangan pre dan post test design. Populasi penelitian ini semua anak usia prasekolah (3-6) tahun yang dirawat di Rumah Sakit dan sampel sebanyak 15 responden. Hasil pada post test didapatkan nilai rata-rata posttest 6 (fase protes) ada penurunan sebanyak 0,27. Hasil uji statistik didapatkan skor 6 dengan nilai p-value 0,001, berarti pada alpha 5% terlihat ada perbedaan yang signifikan antara skor kecemasan pretest dan posttest setelah diberikan intervensi. Artinya, ada pengaruh yang signifikan antara kecemasan anak sebelum dan setelah diberikan intervensi. Saran: Terapi bermain berupa storytelling dapat dijadikan alternatif dalam menurunkan kecemasan akibat reaksi hospitalisasi pada anak usia pra sekolah yang dirawat. Kata Kunci : Hospitalisasi Anak, Kecemasan Anak, Storytelling.
HEALTH ASSESSMENT SKILLS OF NURSING STUDENTS: DESCRIPTIVES STUDIES Halimatusyadiah; Hasbyalloh, Mochamad Salman; Wulan Hardian, Ratna; Putri Septiawati, Adinda
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 17 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v17i2.361

Abstract

The integrated clinical practicum equips prospective nursing students with the essential skills required to operate effectively as healthcare professionals who will transition into physicians following licensure. The population of nursing students at STIKes Budi Luhur Cimahi is 632 students. The sample was 244 students with cluster random sampling techniques, 36 nurses, 148 nursing S1 students, and 60 nursing D3 students. Data analysis used chi square and kolmogorov Smirnov tests. Based on the results of P-Value 1.00 with the age of 18-20 years with a total frequency of 18 with skilled skills of eight twenty-two points two percent (22.2%), ages 21-23 years with a total frequency of 30 with skilled skills of twenty point four percent (20.4%) and ages 24-26 years with a total frequency of 5 with skilled skills of twenty-one point seven percent (21.7%). Regarding gender, based on the results of P-Value 0.244 with male gender with a total frequency of 73, sixteen point four percent (16.4) were obtained. And the female gender with a total of twenty-one point seven percent (27.1%) is skilled. In acquiring health assessment skills while in the undergraduate program, nurse educators must consider the variables of age profile, gender, and type of student. Hence, it is imperative for nurse educators to cultivate diverse pedagogical approaches in order to cater to the varying requirements of diverse student populations. Keywords: Age, Gender, Skills, Nursing
Strategi Peningkatan Cakupan Skrining Penyakit Tidak Menular (Hipertensi Dan Diabetes Melitus) Di UPTD Puskesmas Cisalak Hidayat, Useng; Indasah, Indasah; Hasbyalloh, Mochamad Salman
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.526

Abstract

Salah satu permasalahan utama dalam pembangunan kesehatan adalah beban ganda penyakit, yaitu tingginya angka penyakit infeksi disertai dengan meningkatnya penyakit tidak menular (PTM). PTM mencakup penyakit kronis degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus (DM), dan penyakit jantung. Hipertensi ditandai dengan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. DM adalah penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Diagnosa DM dapat ditegakkan melalui pemeriksaan glukosa puasa >126 mg/dl atau glukosa plasma sewaktu >200 mg/dl. Skrining PTM sangat penting untuk mendeteksi risiko kesehatan. Namun, cakupan skrining hipertensi dan DM di Indonesia masih rendah, masing-masing baru mencapai 14,23% dan 15,01%, jauh dari target 90% pada tahun 2024. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait PTM. Evaluasi pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan menunjukkan peningkatan signifikan. Sebelum penyuluhan, kategori pengetahuan responden adalah rendah (37,5%), cukup (43,75%), dan baik (18,75%). Setelah penyuluhan, kategori baik meningkat menjadi 68,75%, dengan kategori cukup dan rendah masing-masing turun menjadi 25% dan 6,25%. Hasil ini menunjukkan efektivitas penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi dan diabetes melitus. Peningkatan cakupan skrining dan edukasi berkelanjutan diperlukan untuk mencapai target nasional serta mendukung upaya pencegahan dan pengendalian PTM.
Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dan Kejadian Karies Gigi Hasbyalloh, Mochamad Salman; Riska, Dede; Maryati, Sri
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12aids03

Abstract

Dental caries in children ranks first as a chronic disease in school-age children. So research is needed that aims to analyze the relationship between knowledge about oral health and the incidence of dental caries in children. The research design was cross-sectional. This research involved 72 students of SDN Linggabudi who were selected by total population sampling technique. Knowledge about dental and oral health and the incidence of caries was measured using a questionnaire which was distributed online via the Whatsapp group. The collected data were analyzed using the Kolmogorov Smirnov test. The results showed that 55.6% of students had a level of knowledge in the sufficient category. Meanwhile, 83.3% of students experienced dental caries. The results of the hypothesis test showed a value of p = 0.035. It was concluded that there was a significant relationship between knowledge about oral health and the incidence of dental caries.Keywords: dental caries; child; knowledgeABSTRAK Karies gigi pada anak menduduki urutan pertama sebagai penyakit kronis pada anak usia sekolah. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi pada anak. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 72 siswa SDN Linggabudi yang dipilih dengan teknik total population sampling. Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dan kejadian karies diukur menggunakan kuesioner yang dibagikan secara online melalui Whatsapp group. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,6% siswa mempunyai tingkat pengetahuan dalam kategori cukup. Sementara itu, 83,3% siswa mengalami karies gigi. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai p = 0,035. Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies gigi.Kata kunci: karies gigi; anak; pengetahuan
Hubungan Antara Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan Dengan Lama Menjalani Hemodialisis Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis hasbyalloh, mochamad salman; Agustina, Mawar Suci; Rianto, Budi
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 10 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v10i1.192

Abstract

Chronic renal failure is a global health issue that also affects Indonesia. Chronic renal failure is a type of kidney failure in which there has been a steady loss of kidney function and no recovery. Hemodialysis treatment is necessary for a prolonged period of time in order to sustain chronic renal disease. Analytical observational research using a cross-sectional time approach is the methodology. Through the use of a complete sample technique, the study's population consisted of 55 hemodialysis patients. A formula called Kolmogorof-Smirnov is used in data analysis. The study's findings demonstrated that 32 participants (58.2%) in the old category had been receiving hemodialysis for a longer period of time, 12 participants (21.8%) in the moderate category had adhered to fluid intake limitations, and in the new category there were 11 individuals (20.0%). The Kolmogorof-Smirnov statistical test yielded a significant value of p < 0.05 and a value of p = 0.026. At Cimacan Regional General Hospital, patients with chronic renal failure who adhere to fluid consumption limitations have a correlation with the length of time they have been receiving hemodialysis. It is anticipated that individuals with chronic renal failure, whether recently diagnosed or long-term hemodialysis patients, would continue to enhance compliance with fluid intake guidelines in order to avoid problems.
Optimalisasi pengetahuan keluarga tentang penanganan demam pada anak di Poli Anak Hartati, Sri; Karmi, Rudi; Hasbyalloh, Mochamad Salman; Sari, Siti Nia Purnama; Kurnia, Larisa Ardiyanti; Juniasih, Isvana Heti; Sihombing, Roasina; Amelia, Alka Fitri; Nurjanah, Wiwin; Fadilah, Gyas Syahrain
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i11.2392

Abstract

Background: Fever is the most common complaint in children and the primary reason for visits to healthcare facilities. However, parents' lack of knowledge often leads to fever phobia, irrational medication use, and delayed recognition of danger signs. This situation emphasizes the need for systematic health education to improve family literacy. Hospitals, through pediatric clinics, play a strategic role in optimizing family knowledge, with nurses acting as educators and counselors providing evidence-based information and support. Purpose: To increase knowledge as an effort to optimize parental understanding in managing fever in children. Method: The activity was conducted in October 2025 at the Pediatric Clinic of Cibabat Regional Hospital, Cimahi, involving 25 parents selected based on their willingness and attendance. The study design used a pre-experimental, one-group pre-test and post-test, using a questionnaire on fever knowledge. Education was provided through lectures, discussions, videos, and leaflets, followed by evaluation through a post-test and Q&A. Data were analyzed descriptively by comparing pre-test and post-test results to determine improvements in family knowledge and understanding regarding fever management in children. Results: Prior to the educational activity, the knowledge and understanding of most participants were in the poor category (20 participants (82.5%) and in the adequate category (5 participants (17.5%). After the health education program, all participants improved to the good category (25 participants (100%). The comparison of the pre-test and post-test results showed a significant increase in family knowledge regarding fever management in children. Conclusion: Optimizing family knowledge about fever management in children is a crucial step in improving the quality of care and preventing complications. Appropriate and continuous education has been shown to strengthen parents' ability to manage fever independently and safely. Nurses play a strategic role as educators and counselors in providing information and support to families. Suggestion: Strengthening health education programs by nurses in healthcare facilities and the community is necessary to support fever management in children. Furthermore, the development of innovative and easily accessible educational media is expected to strengthen understanding and increase family involvement in safe and appropriate child care practices, with nurses acting as educators and counselors. Keywords: Children and toddlers; Fever; Fever management; Health education; Nursing care Pendahuluan: Demam merupakan keluhan paling sering pada anak dan menjadi alasan utama kunjungan ke fasilitas kesehatan, namun kurangnya pengetahuan orang tua sering menimbulkan fever phobia, penggunaan obat yang tidak rasional, serta keterlambatan mengenali tanda bahaya. Kondisi ini menegaskan perlunya edukasi kesehatan yang sistematis untuk meningkatkan literasi keluarga. Rumah sakit melalui poli anak memiliki peran strategis dalam optimalisasi pengetahuan keluarga, dengan perawat sebagai edukator dan konselor yang memberikan informasi berbasis bukti serta pendampingan. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan sebagai upaya optimalisasi pemahaman orang tua dalam penanganan demam pada anak. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2025 di Poli Anak RSUD Cibabat Cimahi dengan melibatkan 25 orang tua yang dipilih berdasarkan kesediaan dan kehadiran. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental satu kelompok pre-test dan post-test dengan instrumen kuesioner pengetahuan tentang demam. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi, video, dan leaflet, kemudian dilakukan evaluasi melalui post-test dan tanya-jawab. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan pengetahuan dan pemahaman keluarga tentang penanganan demam pada anak. Hasil: Sebelum kegiatan edukasi, pengetahuan dan pemahaman peserta sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 20 orang (82.5%) dan kategori cukup sebanyak 5 orang (17.5%). Setelah edukasi kesehatan dilaksanakan, seluruh peserta meningkat ke kategori baik yaitu 25 orang (100%). Hasil perbandingan pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan keluarga mengenai penanganan demam pada anak. Simpulan: Optimalisasi pengetahuan keluarga tentang penanganan demam pada anak merupakan upaya penting untuk meningkatkan kualitas perawatan dan mencegah komplikasi. Edukasi yang tepat dan berkesinambungan terbukti memperkuat kemampuan orang tua dalam menangani demam secara mandiri dan aman. Perawat memiliki peran strategis sebagai edukator dan konselor dalam memberikan informasi serta pendampingan kepada keluarga. Saran: Penguatan program edukasi kesehatan oleh perawat di fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat perlu ditingkatkan untuk mendukung penanganan demam pada anak. Selain itu, pengembangan media edukasi yang inovatif dan mudah diakses diharapkan mampu memperkuat pemahaman serta meningkatkan keterlibatan keluarga dalam praktik perawatan anak yang aman dan tepat, dengan perawat berperan sebagai edukator dan konselor.