Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Sit, Masganti; Hardiva, Amelia Putri; Karsela, Karsela; Anggriyani, Nuri
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i1.2284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua sebagai pendidik, pengasuh, dan penanggung jawab dalam membentuk sikap tanggung jawab anak usia 5-6 tahun. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki tiga peran utama: (1) sebagai pendidik, melalui pembelajaran nilai-nilai tanggung jawab, (2) sebagai pengasuh, dengan memberikan perhatian dan bimbingan dalam kegiatan sehari-hari, serta (3) sebagai penanggung jawab, memastikan anak memahami konsekuensi dan pentingnya peran tanggung jawab dalam kehidupan.
Stimulasi Deteksi Dini dan Stimulasi Perkembangan Anak Khodijah, Khodijah; Anggriyani, Nuri; Karsela, Karsela; Lubis, Mira Sinta; Wilujeng, Aprilia; Asisah, Witri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25078

Abstract

Deteksi dini dan stimulasi perkembangan anak merupakan langkah esensial untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan secara optimal. Deteksi dini berfungsi untuk mengidentifikasi adanya keterlambatan atau gangguan perkembangan pada anak sejak usia dini, sehingga intervensi yang tepat dapat segera diberikan. Di sisi lain, stimulasi perkembangan bertujuan untuk mendorong perkembangan fisik, kognitif, sosial-emosional, dan bahasa anak melalui aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Keterpaduan antara deteksi dini dan stimulasi yang terarah dapat meminimalkan risiko gangguan perkembangan serta meningkatkan kemampuan anak mencapai potensi maksimalnya. Penelitian menunjukkan bahwa peran aktif orang tua, pendidik, dan tenaga kesehatan sangat signifikan dalam proses ini. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya deteksi dini dan stimulasi perkembangan perlu ditingkatkan di berbagai kalangan.
Metode Bermain Sambil Belajar dalam Pengajaran Bahasa Arab untuk Anak Uisa Dini Lubis, Hilda Zahra; Simbolon, Jahrona J; Karsela, Karsela; Lubis, Mira Sinta; Anggriyani, Nuri; Natasya, Zahra Firman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran bahasa Arab untuk anak usia dini membutuhkan pendekatan yang menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Metode bermain sambil belajar merupakan salah satu pendekatan yang efektif untuk meningkatkan minat dan motivasi anak dalam mempelajari bahasa Arab. Pendekatan ini mengintegrasikan elemen permainan yang menyenangkan dengan materi pembelajaran, sehingga anak dapat belajar tanpa merasa tertekan. Artikel ini membahas konsep metode bermain sambil belajar, implementasinya dalam pengajaran bahasa Arab, serta manfaat dan tantangan yang dihadapi. Melalui metode ini, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan bahasa Arab secara optimal, baik dari segi pemahaman kosakata, pelafalan, maupun pembentukan kalimat.
Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Sit, Masganti; Hardiva, Amelia Putri; Karsela, Karsela; Anggriyani, Nuri
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i1.2284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua sebagai pendidik, pengasuh, dan penanggung jawab dalam membentuk sikap tanggung jawab anak usia 5-6 tahun. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki tiga peran utama: (1) sebagai pendidik, melalui pembelajaran nilai-nilai tanggung jawab, (2) sebagai pengasuh, dengan memberikan perhatian dan bimbingan dalam kegiatan sehari-hari, serta (3) sebagai penanggung jawab, memastikan anak memahami konsekuensi dan pentingnya peran tanggung jawab dalam kehidupan.
PENANAMAN NILAI KEJUJURAN UNTUK ANAK USIA DINI amir, Raudotul Ilmia; Anggriyani, Nuri; Nasution, Fauziah
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 5 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i2.2425

Abstract

Kejujuran merupakan nilai inti terpenting dalam hidup harus ditanamkan pada anak. Mengajarkan anak berbicara, bersikap serta bertindak jujur ​​merupakan pelajaran yang berguna untuk kehidupannya kelak. Karena memperoleh ilmu sejak usia dini biasanya lebih mudah diserap oleh anak serta ditransfer ke masa dewasa bila sudah menjadi kebiasaan baik. Menerapkan perilaku jujur pada kehidupan kita sangat perlu serta dibutuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari karena kejujuran artinya sikap yang baik serta terpuji. Kejujuran sangat krusial bagi setiap orang serta wajib kita biasakan untuk menyampaikan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran diperlukan dalam banyak bisertag kehidupan. Kejujuran sangat diperlukan dalam keluarga agar kekeluargaan yang ada tetap terjaga serta dipahami dengan baik. Aplikasi dimulai dari usia muda serta Anda dapat menerapkan sikap jujur ​​dalam keluarga sehingga keluarga lebih dekat. Sikap jujur ​​ini dapat diterapkan ketika anak melakukan sesuatu misalnya. Jika Anda bersalah Anda harus mengakui kesalahan Anda, Anda harus setuju dengan kata serta perbuatan, Anda harus melaporkan sesuatu yang baik kepada orang tua atau masyarakat, Anda harus menjaga amanat serta melakukannya dengan benar. Teknik mengajarkan kejujuran anak sejak dini ialah menerapkannya, memberi ilmu serta keyakinan bahwa Allah melihat segala sesuatu, memberi pengertian bahwa “kejujuran itu nikmat”, pujian serta percobaan.
PENANAMAN NILAI KEJUJURAN UNTUK ANAK USIA DINI amir, Raudotul Ilmia; Anggriyani, Nuri; Nasution, Fauziah
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 5 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i2.2425

Abstract

Kejujuran merupakan nilai inti terpenting dalam hidup harus ditanamkan pada anak. Mengajarkan anak berbicara, bersikap serta bertindak jujur ​​merupakan pelajaran yang berguna untuk kehidupannya kelak. Karena memperoleh ilmu sejak usia dini biasanya lebih mudah diserap oleh anak serta ditransfer ke masa dewasa bila sudah menjadi kebiasaan baik. Menerapkan perilaku jujur pada kehidupan kita sangat perlu serta dibutuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari karena kejujuran artinya sikap yang baik serta terpuji. Kejujuran sangat krusial bagi setiap orang serta wajib kita biasakan untuk menyampaikan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran diperlukan dalam banyak bisertag kehidupan. Kejujuran sangat diperlukan dalam keluarga agar kekeluargaan yang ada tetap terjaga serta dipahami dengan baik. Aplikasi dimulai dari usia muda serta Anda dapat menerapkan sikap jujur ​​dalam keluarga sehingga keluarga lebih dekat. Sikap jujur ​​ini dapat diterapkan ketika anak melakukan sesuatu misalnya. Jika Anda bersalah Anda harus mengakui kesalahan Anda, Anda harus setuju dengan kata serta perbuatan, Anda harus melaporkan sesuatu yang baik kepada orang tua atau masyarakat, Anda harus menjaga amanat serta melakukannya dengan benar. Teknik mengajarkan kejujuran anak sejak dini ialah menerapkannya, memberi ilmu serta keyakinan bahwa Allah melihat segala sesuatu, memberi pengertian bahwa “kejujuran itu nikmat”, pujian serta percobaan.
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Media Loose Part Syatifa, Areza; Lubis, Nur Ainun; Hardiva, Amelia Putri; Anggriyani, Nuri; Karsela, Karsela
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v7i2.8240

Abstract

Pentingnya mendorong kreativitas pada anak di tahap ini adalah untuk membantu anak mengembangkan potensi secara maksimal di berbagai aspek kehidupan. Dengan penerapan media loose part, diharapkan kreativitas anak usia dini dapat berkembang, baik dalam mengungkapkan ide, berpikir kreatif, menciptakan karya baru, maupun mengoptimalkan perkembangan anak secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan statistik uji-t (t-test) yang dilaksanakan melalui dua siklus. Hasil pada siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa kemampuan kreativitas anak usia dini di RA Al-Amin meningkat, yaitu pada siklus I nilai rata-rata 60,87 dan pada siklus II meningkat menjadi 79,17. Analisis data menggunakan uji-t menunjukkan thitung ttabel (4,432734 2,048407) dengan nilai α = 0,05 dan derajat kebebasan (N1 + N2 – 2) = (15 + 15 – 2) = 28. Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima, yang menunjukkan bahwa hasil pengujian statistik signifikan. Hal ini membuktikan bahwa media loose parts memberikan pengaruh positif terhadap pembelajaran kreativitas anak di RA Al-Amin Medan.