Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA GEN Z TERHADAP BISNIS DIGITAL DI ERA PERUBAHAN GLOBALISASI DI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Aditya Aditya; Rey Mora Pandia; Tioma Theresia Tampubolon; Amanda Lestari; Andi Taufiq Umar
JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Vol. 2 No. 3 (2025): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jrme.v2i3.4874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat berwirausaha mahasiswa Generasi Z terhadap bisnis digital di era perubahan globalisasi, dengan fokus pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Generasi Z merupakan kelompok usia yang tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi digital, sehingga memiliki potensi besar untuk memanfaatkan peluang bisnis berbasis digital. Namun demikian, minat untuk terjun ke dunia wirausaha digital tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, melainkan juga oleh berbagai faktor lain seperti motivasi pribadi, pengaruh lingkungan sosial, latar belakang pendidikan, kemudahan akses teknologi, serta dinamika globalisasi yang terus berubah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada mahasiswa sebagai responden. Instrumen penelitian dirancang berdasarkan lima variabel utama, yaitu faktor personal (motivasi, kepercayaan diri, kreativitas), faktor sosial (dukungan keluarga, teman sebaya, dan dosen), faktor pendidikan (pengetahuan dan pelatihan kewirausahaan), faktor teknologi (akses dan literasi digital), dan faktor globalisasi (pengaruh tren global dan peluang bisnis internasional). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat minat dan faktor dominan yang mempengaruhi mahasiswa untuk terjun ke dunia bisnis digital, serta menjadi acuan bagi institusi pendidikan dalam merancang kurikulum dan kegiatan kewirausahaan yang relevan.
PARADIGMA ILMU THOMAS S. KUHN (ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI) Amanda Lestari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tmet0221

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran Thomas S. Kuhn mengenai paradigma ilmu serta keterkaitannya dengan aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Kuhn menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan tidak bersifat kumulatif, melainkan revolusioner melalui pergantian paradigma. Paradigma dipahami sebagai seperangkat teori, nilai, metode, dan keyakinan yang menjadi dasar penelitian ilmiah dalam suatu periode tertentu. Studi ini menjelaskan bagaimana paradigma mempengaruhi cara ilmuwan memandang realitas (ontologi), metode memperoleh pengetahuan (epistemologi), dan nilai yang melandasi penggunaan ilmu (aksiologi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma ilmiah bersifat dinamis, dipengaruhi oleh faktor sosial, ideologis, dan historis, serta menentukan validitas suatu ilmu. Selain itu, pemahaman atas hubungan ketiga aspek tersebut berperan penting untuk menilai kebenaran, manfaat, serta dampak etis ilmu pengetahuan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai kerangka filsafat ilmu menurut Kuhn serta memberikan kontribusi pemikiran dalam kajian pengembangan ilmu pengetahuan.
PENDEKATAN ETIKA SOSIAL QUR’ANI DALAM MENGATASI DEGRADASI MORAL REMAJA DI ERA GLOBALISASI Suhendi; Giantary Putri; Amanda Lestari; Rini Setiawati; Zamhariri; Fariza Makmun
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/fz6mc509

Abstract

Fenomena degradasi moral di kalangan remaja dalam era globalisasi merupakan persoalan serius yang memerlukan perhatian mendalam. Kemajuan teknologi, maraknya arus informasi, serta penetrasi budaya global telah membawa pengaruh besar terhadap sikap dan pola pikir generasi muda. Pergeseran nilai moral dan menurunnya kesadaran sosial menjadi latar belakang munculnya perilaku individualistik, hedonistik, maupun apatis terhadap nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research) untuk menggali nilai-nilai etika sosial dalam Al-Qur’an dan menelaah relevansinya bagi pembinaan moral remaja di tengah dinamika global. Temuan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Qur’ani seperti ʻAdl (keadilan), Rahmah (kasih sayang), Ta‘awun (tolong-menolong / solidaritas), dan Mas’uliyyah (tanggung jawab sosial) menawarkan kerangka etika sosial yang universal, komprehensif, dan aplikatif. Nilai-nilai tersebut berpotensi membentuk karakter remaja yang berakhlak mulia, berempati, serta memiliki kepedulian sosial tinggi. Dengan demikian, pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Qur’ani dapat berfungsi sebagai upaya strategis dalam memperkuat fondasi moral generasi muda dan meredam dampak negatif budaya konsumtif dan individualistik di era globalisasi. Artikel ini merekomendasikan program pendidikan dan bimbingan karakter berbasis nilai-nilai Qur’ani sebagai bagian dari strategi pembinaan remaja di masyarakat kontemporer.