Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Peer Counselor PIK- R SMA Negeri 4 Pandeglang Sebagai Agen RPS (Remaja Peduli Stunting) Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Remaja Ramdaniati, Siti Nur; Handayani, E. Egriana; Delano, Vasco
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i1.1248

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan. Menurut UNICEF dan WHO, ada tiga masalah gizi pada balita, salah satunya stunting. Remaja merupakan salah satu sasaran utama dalam upaya pengendalian stunting. SMAN 4 Pandeglang sudah memiliki PIK-R, PMR dan UKS tetapi belum memiliki peer counselor terlatih. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan pelatihan peer counselor PIK-R sebagai Agen RPS (Remaja Peduli Stunting) dalam upaya pencegahan stunting pada remaja di SMA Negeri 4 Pandeglang. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, diskusi dan praktek. Tahapan kegaiatan teridiri dari persiapan, pelaksanaan pelatihan selama 2 hari dan pendampingan serta evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah sebanyak 20 siswa mengikuti pelatihan konselor sebaya dan 90% peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti pelatihan selama dua hari. Simpulan kegiatan pengabdian ini yaitu pelatihan peer counselor remaja peduli stunting (RPS) ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta tentang kespro remaja, gizi seimbang pada remaja dan keterampilan konselor sebaya sebagai bekal dalam menjalani peran sebagai konselor sebaya untuk menghasilkan generasi remaja yang sehat dan berkualitas demi mewujudkan generasi emas bebas stunting. Stunting is a growth and development disorder due to chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by length or height below the standards. According to UNICEF and WHO, there are three nutritional problems in children under five, one of which is stunting. Adolescents are one of the main targets in stunting control efforts. SMAN 4 Pandeglang already has PIK-R, PMR and UKS but has no trained peer counselor. The purpose of this community service is to provide training for PIK-R peer counselors as RPS Agents (Youth Care for Stunting) in an effort to prevent stunting in adolescents at SMA Negeri 4 Pandeglang. The methods used in this community Service are lectures, discussions and practices. The stages of this activity consist of preparation, implementation of training for 2 days and mentoring and evaluation. The results of this Community Service were 20 students participated in peer counselor training and 90% of participants experienced an increase in knowledge after attending the training for two days. The conclusion of this community service activity is that the youth care for stunting (RPS) peer counselor training is able to increase participants' knowledge about adolescent reproductive health, balanced nutrition in adolescents and peer counselor skill as a provision in carrying out their role as peer counselors to produce a healthy and quality generation of adolescents in order to realize a stunting-free golden generation.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Desa Medalsari Wilayah Kerja Puskesmas Saketi Kabupaten Pandeglang Tahun 2024 Wahyuningsih, Erma Noor; Handayani, E.Egriana; Aminah, Siti; Sasmita, Heny; Somantri, Ucu Wandi; Ramdaniati, Siti Nur; Himawan, Lambang Satria
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18665

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah air yang dihasilkan dari payudara ibu dan mengandung zat-zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Pemberian ASI Eksklusif berhubungan dengan usia ibu, pendidikan ibu, dukungan suami dan peran petugas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Medalsari Wilayah Kerja Puskesmas Saketi Kabupaten Pandeglang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu ibu menyusui 6-12 bulan di Desa Medalsari yang berjumlah 46 responden. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, cara pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner pemberian ASI eksklusif. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian diketahui dari 46 responden sebagian besar 33 (71,7%) ibu menyusui tidak memberikan ASI eksklusif 0-6 bulan. Hasil tabulasi silang menunjukan bahwa ada hubungan antara usia dengan pemberian ASI eksklusif p value=0,001, pengetahuan p value=0,006, dukungan keluarga/suami p value=0,001, peran petugas kesehatan p value=0,002. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara usia, pengetahuan, dukungan keluarga/suami, peran petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif. Berdasarkan hasil diatas, disarankan kepada ibu menyusui untuk memberikan ASI 0-6 bulan tanpa memberikan makanan dan minuman tambahahan selain ASI.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK BALITA, PENGETAHUAN IBU DAN SANITASI TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN LABUAN KABUPATEN PANDEGLANG Ramdaniati, Siti Nur; Nastiti, Dian
HEARTY Vol 7 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.489 KB) | DOI: 10.32832/hearty.v7i2.2877

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari  kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya dan memiliki risiko terjadinya penurunan kemampuan intelektual serta peningkatan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik balita, pengetahuan ibu dan sanitasi terhadap kejadian stunting. Rancangan penelitian ini case control dengan populasi seluruh balita stunting (39 balita). Penelitian inimenggunakan metode total sampling dengan jumlah 39 kasus dan 39 kontrol. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan antropometri untuk mengukur tinggi badan. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis menyimpulkan bahwa terdapat hubungansignifikan antara Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) , pengetahuan ibu, kepemilikan jamban dan sumber air terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Labuan. Pihak Puskesmas sebaiknya melakukan kelas ibubalita dan ibu hamil secara berkala serta kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam kepemilikan jamban dan sumber air bersih.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN ANTARA MEDIA VIDEO DAN MEDIA LEAFLET TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN COVID-19 DI MAN 1 PANDEGLANG TAHUN 2021 Ramdaniati, Siti Nur; Wandi Somantri, Ucu
HEARTY Vol 10 No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v10i1.5437

Abstract

Pandemi Covid-19 yang awal kemunculannya di China pada akhir tahun 2019 sampai saat ini jumlah kasusnya masih terus bertambah di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Sejak terdeteksi kasus pertama pada bulan Maret 2020 sampai saat ini penambahan kasus masih terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Tercatat sudah belasan ribu jiwa yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia. Selain itu juga pandemi Covid-19 telah memporak- porandakan perekonomian dunia khususnya Indonesia. Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat agar penularan Covid-19 di masyarakat dapat segera terkendali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Efektivitas Pendidikan Kesehatan Antara Media Video Dan Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Covid-19 di MAN 1 Pandeglang Tahun 2020. Penelitian   ini   menggunakan   rancangan   quasi   eksperimental   dengan  rancangan penelitian  yang digunakan adalah Pre test and Post tes two group. Sebanyak 240 subjek yang diambil dari MAN 1 Pandeglang, 117 siswa sebagai kelompok penyuluhan menggunakan media video dan 117 siswa sebagai kelompok penyuluhan menggunakan media leaflet. Masing-masing kelompok diberi kuesioner pretest. Selanjutnya, diberi eksperimen/intervensi penyuluhan, kemudian diberikan kuesioner posttest. Analisis data masing-masing kelompok dengan uji t-berpasangan dan uji wilcoxon. Sedangkan analisis data antar kelompok dengan uji t-tidak berpasangan. . Berdasarkan analisis bivariat hasil  uji statistik pada kelompok video didapatkan p-value 0,008 untuk pengetahuan dan p-value 0,315 untuk sikap.  Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan dengan video dalam peningkatan pengetahuan responden. Pada kelompok leaflet didapatkan p-value 0,000 untuk pengetahuan dan didapatkan nilai 0,048 untuk sikap. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap tentang Covid-19. Kesimpulan penelitian ini  adalah ada perbedaan efektifitas pendidikan kesehatan dengan media video dan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan siswa MAN 1 Pandeglang.