Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMBINAAN KELOMPOK USAHA BERBASIS POTENSI LOKAL DI DESA ALO KECAMATAN BONE RAYA KABUPATEN BONE BOLANGO Novianty Djafri; Syamsu Qomar Badu; Meilinda Lestari Modjo
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v3i2.751

Abstract

Tujuan Kegiatan ini, adalah; 1) untuk memberikan pembinaan kepada kelompok usaha di Desa Alo. 2) untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Alo. Adapun kelompok Usaha Bersama (KUBE) Desa Alo, utusan terdiri dari 3 Orang. Adapum metode pelaksanaan kegiatan ini adalah menggunakan; Analisis SWOT; Melihat peluang dan tantangan di masyarakat, berupa pendampingan; 1) sosialisasi (FGD;), 2) BimTek; pelatihan/praktek). Kegiatan dilakukan melalui (BimTek); 1) Sosialisasi; a) bidang Manajemen Pendidikan Adapun; a) Bidang Manajemen Pendidikan; sosialisasi; mengulas karakteristik dan potensi desa Alo,  mengedukasi masyarakat; melalui materi softskill & lifeskill, sehingga masyarakat dapat menggunakan fungsi manajemen dalam memanfaatkan potensi lokal, berupa; pemanfaatan hasil pertanian; pisang, sebagai hasil potensi masyarakat Desa Alo. Hasil kegiatan di Desa Alo, yaitu: 1) Produk Unggulan atau Produk Utama; Ba’Alo (Bakso Ikan, isi Pisang Desa Alo, sebab sebagai makanan alternative/pilihan masyarakat di Desa Alo. (kuliner). 2) Bimtek; berupa pelatihan dan praktek membuat Bakso kepada masyarakat dan juga pelatian tentang pengemasan dan pelabelan; pembinaan untuk kelompok masyarakat
The need of backpacking tourists in non-star hotels: Insights from Gorontalo City, Indonesia Krishna Anugrah; Meilinda Lestari Modjo; Nur Anjeli
TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture and Education Vol. 2 No. 1 (2021): TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture and Education
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/transkata.v2i1.58

Abstract

Gorontalo is a transit city for foreign tourists that will continue their trip to Togean islands, or for tourists coming from Togean islands that will continue the trip to Manado, Makassar, or Jakarta. Foreign tourists who opt to transit in Gorontalo prefer non-star hotels as their accommodation option. This study aimed to analyze the guest’ needs from five kinds of dimension, i.e., tangible dimension, empathy dimension, reliability dimension, responsiveness dimension, and assurance Dimension. The present study integrated a qualitative and a simple quantitative method as the research design. The data were directly collected by field observation; questionnaires distributed to the tourists were employed to collect the main data, while the supporting data were extracted by interview and documentation. As based on the findings, the backpackers’ needs for basic tangible goods involve food three times a day, a heat pump water heater, and laundry service.  In accommodating the needs, the hotels can cooperate with third parties, particularly regarding food three times a day and laundry service. Moreover, the intangible service-oriented needs comprise empathy, reliability, responsiveness, and assurance. As based on the questionnaire, the respondents showed good responses and suggested improvements in several aspects, particularly on the intangible needs.
Persepsi Tamu OTA Terhadap Dimensi Pelayanan Tangible, Resposiveness, Realibility, Empathy, Assurance di TC Damhil dalam Meningkatkan Tingkat Hunian Kamar Poppy Arnold Kadir; Meilinda Lestari Modjo
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 4 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i4.539

Abstract

This study aims to determine the perception of OTA (Online Travel Agent) guests on the dimensions of tangible, responsiveness, realibility, empathy, assurance services at TC Damhil UNG (Gorontalo State University), to determine the room occupancy rate at TC Damhil, and to determine the efforts made management to improve the Service Dimensions Tangible, Responsiveness, Realibility, Empathy, Assurance at TC Damhil UNG in increasing the room occupancy rate. This research data collection through observation, interviews, and literature study, the type of qualitative research. Primary and secondary data are the data sources used in this study. In accordance with the results of the study, it shows that the perception of OTA guests towards the assessment of the service dimensions, both tangible, empathy, realibility, irresponsiveness, and assurance on room occupancy rates is very good on 4 dimensions, namely empathy, realibility, responsiveness, and assurance. As for the tangible dimension, it still needs to be improved, especially regarding the improvement of physical facilities owned by TC Damhil. HR Reliable and professional human resources are a strength for TC Damhil in improving the quality of services in the accommodation sector in Gorontalo because the State University of Gorontalo has alumni who have the ability and knowledge in the hospitality sector. OTA Online Travel Agent is a digital marketing that is very effective in increasing the room occupancy rate and becomes a reference for the manager to be able to fix what is a deficiency for guests. The room occupancy rate is an indicator of the success of the management in the accommodation sector. To be able to increase the room occupancy rate, the quality of service provided by TC Damhil must be able to meet the needs and desires of guests. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi tamu OTA (Online Travel Agent) pada dimensi pelayanan tangible, responsiveness, realibility, empathy, assurance di TC Damhil UNG (Universitas Negeri Gorontalo), untuk mengetahui tingkat hunian kamar di TC Damhil, dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan manajemen dalam meningkatkan Dimensi Pelayanan Tangible, Responsiveness, Realibility, Empathy, Assurance di TC Damhil UNG dalam meningkatkan tingkat hunian kamar. Pengumpulan data penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, jenis penelitian kualitatif. Data primer dan sekunder merupakan sumber data yang digunakan pada penelitian ini. Sesuai dengan hasil penelitian, menunjukkan persepsi tamu OTA terhadap penilaian pada dimensi pelayanan baik tangible, empathy, realibility, responsiveness, dan assurance terhadap tingkat hunian kamar sudah sangat baik pada 4 dimensi yakni empathy, realibility, responsiveness, dan assurance. Sedangkan untuk dimensi tangible masih perlu diperbaiki terutama mengenai perbaikan fasilitas fisik yang dimiliki oleh TC Damhil. Sumber daya manusia yang handal dan profesional merupakan kekuatan bagi TC Damhil dalam meningkatkan kualitas pelayanan di bidang akomodasi di Gorontalo karena Universitas Negeri Gorontalo memiliki alumni yang memiliki kemampuan dan pengetahuan di bidang hospitality. OTA merupakan digital marketing yang sangat efektif meningkatkan tingkat hunian kamar dan menjadi rujukan bagi pihak pengelola untuk dapat memperbaiki apa yang menjadi kekurangan bagi tamu. Tingkat hunian kamar merupakan indikator penilaian keberhasilan dalam pengelolaan di bidang akomodasi. Untuk dapat meningkatkan tingkat hunian kamar, maka kualitas pelayanan yang diberikan oleh TC Damhil harus dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan tamu.
PERKEMBANGAN KEDAI KOPI & MOCKTAIL MENJADI PELUANG USAHA UNTUK KALANGAN MUDA DI KOTA GORONTALO Meilinda Lestari Modjo; Krishna Anugrah; Putri Femirawaty Ahmad
Jurnal Darmawisata Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL DARMAWISATA (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.572 KB) | DOI: 10.56190/jdw.v1i2.9

Abstract

Peluang usaha kedai kopi dan mocktail saat ini mejadi salah satu usaha yang memiliki prospek yang cukup baik. Produk yang ditawarkan oleh kedai-kedai kopi dan mocktail saat ini banyak menarik minat, sehingga pasar yang dimiliki bukan hanya oleh kalangan tertentu saja akan tetapi juga di minati oleh semua kalangan. Pembeli minuman kedai-kedai tersebut berasal dari kalangan pelajar hingga pekerja kantoran. Seperti kota lainnya kedai-kedai minuman ini juga tumbuh di Kota Gorontalo dengan cukup pesat terutama dikawasan tertentu di Kota Gorontalo. Kota Gorontalo sebagai pusat perekonomian di Provinsi Gorontalo dan juga terdapat beberapa Universitas yang besar yang letaknya tidak berjauhan antara satu dengan yang lainnya. Hasil penelitian menemukan bahwa usaha kedai kopi dan mocktail termasuk usaha mikro kecil dan menengah yang mana tidak memerlukan modal besar dalam membuatnya dan tidak diperlukan perijinan seperti usaha lain berskala besar. Hal ini menjadi minat pengusaha dalam bidang kedai minuman untuk berwirausaha, sehingga terus tumbuh dan berkembang. Kesimpulan yang didapat bahwa sebagian besar konsumen yang merupakan pencinta dan penikmat minuman kopi & mocktail adalah yang berusia muda antara 15 – 45 tahun, baik berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa maupun sebagai perkerja/karyawan, sehingga konsumen diusia ini menjadi target pasar utama dari jenis usaha kecil ini. Konsumen pada rentang usia ini merupakan konsumen yang aktif, dengan tingkat kesibukan yang cukup tinggi serta memiliki gaya hidup modern mengikuti trend masa kini, dan ketergantungan mereka pada produk minuman-minuman seperti ini pun cukup tinggi.
UPAYA RUMAH MAKAN DI DESA OLELE DALAM MENDUKUNG PARIWISATA MINAT KHUSUS DI OBJEK WISATA TAMAN LAUT OLELE Meilinda Lestari Modjo; Rendy Wijaya; Mayang Amu
Jurnal Darmawisata Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL DARMAWISATA (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.131 KB) | DOI: 10.56190/jdw.v2i1.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Rumah Makan dalam mendukung pariwisata minat khusus di objek wisata taman laut Olele Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango. Analisis data yang digunakan adalah Kualitatif berupa uraian yang mendalam tentang tulisan, dan perilaku yang dapat diamati melalui wawancara masyarakat di Desa Olele dari pemilik rumah makan, wisatawan ataupun kelompok sadar wisata, dalam suatu keadaan, konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang menyeluruh. Data berupa basil dari observasi, melakukan wawancara dan pengambilan dokumentasi, kemudian disusun dan diuraikan dalam bentuk narasi, sumber data di peroleh dari data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa upaya rumah makan di Desa Olele dalam mendukung pariwisata minat khusus di Objek Wisata Taman Laut Olele belum optimal dalam memberikan fasilitas yang lengkap ke wisatawan untuk bisa meningkatkan atau memperbaiki destinasi wisata di Desa Olele. Fasilitas-fasilitas penunjang inilah yang seharusnya dapat mendukung wisatawan yang datang ke destinasi wisata tersebut. Rumah makan juga bisa menjadi salah satu fasilitas penunjang karena wisatawan yang datang untuk healing akan merasakan kelaparan dan kehausan sehingga bisa membantu wisatawan yang ingin mencari makan dan minum Mereka juga berupaya menawarkan bebagai jenis makanan dan minuman agar bisa memenuhi kepuasan tamu. Dari ke empat rumah makan ini masing-rnasing dapat dilihat dari produk memiliki variasi menu yang berbeda-beda. Variasi plattingnya menggunakan piring biasa/panstove, pengemasannya bisa pakai daun pisang atau kertas nasi. Aspek pelayanan selalu menawarkan makanan demikian juga dengan taking order menggunakanan bahasa yang baik, penguasan makanan dan minuman sudah dikuasai. Pengelolaan operasional rumah makan yaitu pemilik rumah makan.
The Need of Backpacking Tourists in Non-Star Hotels: Insights from Gorontalo City, Indonesia Krishna Anugrah; Meilinda Lestari Modjo; Nur Anjeli
TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture and Education Vol. 2 No. 1 (2021): TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture, and Education
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gorontalo is a transit city for foreign tourists that will continue their trip to Togean islands, or for tourists coming from Togean islands that will continue the trip to Manado, Makassar, or Jakarta. Foreign tourists who opt to transit in Gorontalo prefer non-star hotels as their accommodation option. This study aimed to analyze the guest’ needs from five kinds of dimension, i.e., tangible dimension, empathy dimension, reliability dimension, responsiveness dimension, and assurance Dimension. The present study integrated a qualitative and a simple quantitative method as the research design. The data were directly collected by field observation; questionnaires distributed to the tourists were employed to collect the main data, while the supporting data were extracted by interview and documentation. As based on the findings, the backpackers’ needs for basic tangible goods involve food three times a day, a heat pump water heater, and laundry service. In accommodating the needs, the hotels can cooperate with third parties, particularly regarding food three times a day and laundry service. Moreover, the intangible service-oriented needs comprise empathy, reliability, responsiveness, and assurance. As based on the questionnaire, the respondents showed good responses and suggested improvements in several aspects, particularly on the intangible needs.
UPAYA PEMASARAN ORASAWA RESTO DI KABUPATEN GORONTALO DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE PELANGGAN Krishna Anugrah; Fauzan Basalama; Poppy Arnold Kadir; Meilinda Lestari Modjo
Jurnal Darmawisata Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL DARMAWISATA (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jdw.v2i2.25

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mulai menjadikan pariwisata sebagai industri yang dapat diandalkan untuk meningkatkan sektor perekonomian dinegaranya. Pariwisata merupakan salah satu sektor industri yang memegang peranan penting dalam perdagangan dan perekonomian global saat ini. Dinegara-negara berkembang sektori ndustri pariwisata menjadi faktor pendorong dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka, mengingat tiap tahun pertumbuhan pariwisata global cenderung meningkat. Salah satu usaha yang dapat menjadi fasilitas bagi pariwisata khususnya di Kabupaten Gorontalo adalah usaha yang bergerak dibidang makanan dan minuman. Dimana didalamnya terdapat restoran, rumah makan dan cafe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya Pemasaran Orasawa Resto di Kabupaten Gorontalo Dalam Membangun Brand image Pelanggan. Analisis data yang digunakan pada penulisan ini adalah qualitative descriptive method. Dalam penulisan ini penulis mengamati obyek penelitian dan menggambarkan suatu keadaan yang ada dalam obyek penelitian tersebut. Data tersebut berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian disusun dan diuraikandalam bentuk narasi, sumber data di perolehdari data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa upaya pemasaran Orasawa Resto dalam membangun brand image pelanggan sudah memenuhi standar yang menciptakan ‘citraproduk’ dengan mengangkat makanan khas Gorontalo. Kemudian dari sisi ‘citra produsen’ Orasawa Resto memiliki konsep ‘Rest area’ karenaberlokasi di jalan raya bebas hambatan ini merupakan salah satu upaya dalam membangun brand image Orasawa Resto. Namun dalam segi digital marketing, Orasawa Resto belum dilengkapi dengan website Orasawa Resto yang berisi informasi lebih lengkap. Kata kunci:
The Need of Backpacking Tourists in Non-Star Hotels: Insights from Gorontalo City, Indonesia Anugrah, Krishna; Modjo, Meilinda Lestari; Anjeli, Nur
TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture and Education Vol. 2 No. 1 (2021): TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture, and Education
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/jllce.v2i1.34

Abstract

Gorontalo is a transit city for foreign tourists that will continue their trip to Togean islands, or for tourists coming from Togean islands that will continue the trip to Manado, Makassar, or Jakarta. Foreign tourists who opt to transit in Gorontalo prefer non-star hotels as their accommodation option. This study aimed to analyze the guest’ needs from five kinds of dimension, i.e., tangible dimension, empathy dimension, reliability dimension, responsiveness dimension, and assurance Dimension. The present study integrated a qualitative and a simple quantitative method as the research design. The data were directly collected by field observation; questionnaires distributed to the tourists were employed to collect the main data, while the supporting data were extracted by interview and documentation. As based on the findings, the backpackers’ needs for basic tangible goods involve food three times a day, a heat pump water heater, and laundry service. In accommodating the needs, the hotels can cooperate with third parties, particularly regarding food three times a day and laundry service. Moreover, the intangible service-oriented needs comprise empathy, reliability, responsiveness, and assurance. As based on the questionnaire, the respondents showed good responses and suggested improvements in several aspects, particularly on the intangible needs.
PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN DESA DENGAN PEMANFAATAN POTENSI PERIKANAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN PRODUK PERIKANAN BAGI MASYARAKAT DESA DUNU, KECAMATAN MONANO KABUPATEN GORONTALO UTARA Putalan, Reinal; Gobel, Muhammad Rizq; Erlansyah; Supu, Nisfa Daud; Nento, Wila Rumina; Modjo, Meilinda Lestari; Anugrah, Krishna; Sabiku, Sri Ariyanti; Kadir , Poppy Arnold; Wijaya, Rendy; Noho, Yumanraya
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v4i1.60

Abstract

The utilization of fisheries' potential as a source of animal protein needs to be developed to maximize fisheries’ potential, especially in North Gorontalo Regency. In addition to adding economic value, fishery product processing provides a positive impact in the form of knowledge for coastal communities. Fishery product processing Fishery products, especially fish, can be processed into various products such as nuggets. Nuggets are processed food products from animal protein sources popular with small children and adults. This service activity aims to increase homemakers' knowledge about fish processing innovation through fish nugget processing in Dunu Village, Monano District, North Gorontalo. The implementation of activities is aimed at homemakers, and the method of service activities is participatory learning and action through counseling accompanied by making fish nuggets. The activity went smoothly and was enthusiastically followed by the participants. The results were increased knowledge and understanding of homemakers about diversifying fishery processing products, namely fish nuggets. This activity is expected to increase the added value of fishery products through the diversification of processed fishery products to increase the added value of fishery products.
PERAN MAHASISWA KKN DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA Lasalewo, Trifandi; Hariana, Hariana; Modjo, Meilinda Lestari
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 3 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v3i1.36

Abstract

  Kegiatan KKN Membangun Desa adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Uiversitas Negeri Gorontalo dan didampingi oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu masyarakat setempat dalam penataan area wisata air terjun di desa Ilohuuwa. Bentuk kegiatan tambahan yang dilakukan disekitar  lokasi Ai Terjun Hulia Desa Ilohuuwa adalah membenahi area jalan  menuju ke Air Terjun dengan bentuk kegiatan membersihkan lingkungan serta  membuat produk Spot Foto.  Mahasiswa KKN Tematik Membangun Desa bersama karang taruna dan masyarakat setempat berkerja sama dalam mewujudkan area wisata Air Terjun Hulia menjadi nyaman, indah dan memiliki ketertarikan untuk dikunjungi. Pembuatan Spot Foto menggunakan bahan yang mudah didapatkan disekitar lokasi Air Terjun seperti bambu, ranting, dan dedaunan. Kegiatan tambahan mahasiswa KKN UNG di lokasi Air Terjun memotifasi karang taruna Desa Ilohuuwa untuk penataan yang lebih serius dalam mewujudkan tempat wisata yang dapat memenuhi minat pengunjung wisatawan meningkat. Luaran dari kegiatan di area Air Terjun Hulia Desa Ilohuuwa berupa tiga produk Spot Foto, yaitu gerbang masuk, tempat duduk singgah, dan taman mini. Hasil dari kegiatan KKN Tematik Membangun Desa yang dilakukan mahasiswa KKN UNG di Desa Ilohuuwa Kecamatan Bone Kabupaten Bone Bolango diharapkan dapat dilanjutkan dalam menata tempat-tempat yang berpeluang menjadi lokasi wisata yang ada di Desa Ilohuuwa.  Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan dapat dibarengi dengan peningkatan ekonomi masyarakat setempat.