Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Marning Jagung Berbasis Agropreneurship bagi Mahasiswa untuk Optimalisasi Peluang UMKM Utama, Wigbertus Gaut; Jeramat, Aleksius Arwandi; Tukan, Hendrikus Demon; Dalle, Nautus Stivano
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 2 (2025): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i2.15430

Abstract

This community service program aims to equip students with skills in making corn marning and calculate business profits in order to maximize opportunities in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) after graduation. This activity was attended by 32 students of the Agronomy Study Program of the Catholic University of Indonesia Santu Paulus Ruteng which was held at the Laboratory of the Faculty of Agriculture and Animal Husbandry (FPP). The activity method used is counseling and demonstration which is divided into three stages, namely Pre-activity, activity implementation, and activity evaluation. The training material includes the analysis of corn marning business opportunities using the SWOT method, the process of making corn marning, and the calculation of the profit of the corn marning business. The results of this service show that there is an increase in the knowledge and skills of students about making corn marning from the initial 40% at the pre-test to 98% when the post-test is carried out. The results of this service show that there is an increase in the knowledge and skills of students about making corn marning from the initial 40% at the pre-test to 98% when the post-test is carried out. This activity produced recommendations to increase student capacity in designing business strategies to enter the world of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) with a focus on local agricultural products.
SOSIALISASI MANAJEMEN KESEHATAN DAN PENYAKIT PADA TERNAK BABI Nugraha, Elisabeth Yulia; Rinca, Korbinianus Feribertus; Luju, Maria Tarsisia; Bollyn, Yohana Maria Febrizki; Gultom, Roselin; Jeramat, Aleksius Arwandi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26749

Abstract

Abstrak: Sejak zaman nenek moyang, sebagaian besar penduduk Desa Golo Wua bermata pencaharian petani dan peternak dengan latar belakang tingkat pendidikan yang bervariasi. Minimnya pendidikan formal dan non formal di bidang manajemen kesehatan ternak membuat peternak mengalami kerugian ekonomi yang cukup besar. Kolaborasi antara enam orang dosen, sembilan orang mahasiswa, Kepala Desa Golo Wua, Ketua Adat, dan empat puluh lima peternak babi yang berada di Desa Golo Wua bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak babi dalam manajemen kesehatan ternak. Kegiatan ini dimulai dengan survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan peternak melalui metode wawancara kepada pemangku kepentingann di Desa Golo Wua. Hasil wawancara tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan materi dan modul pelatihan. Pelatihan dilakukan dengan metode partisipatif yang diawali dengan pemberian teori dan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan yang berfokus pada pencegahan penyakit dan kebersihan kandang. Sistem evaluasi menggunakan pretest dan postest untuk menilai efektivitas kegiatan pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan praktik peternak terkait manajemen kesehatan ternak babi dari 53% menjadi 84%. Abstract: Since ancient times, most residents of Golo Wua Village have worked as farmers and livestock breeders, with varying levels of educational backgrounds. Limited formal and informal education in livestock health management has led to significant economic losses for livestock farmers. A collaboration between six lecturers, nine students, the Head of Golo Wua Village, the Traditional Leader, and thirty pig farmers in Golo Wua Village aims to improve the knowledge and skills of pig farmers in livestock health management. This activity began with an initial survey to identify the needs and challenges of farmers through interviews with key stakeholders in Golo Wua Village. The interview results then formed the basis for developing training materials and modules. The training was conducted using a participatory method, beginning with theoretical sessions followed by hands-on practice in the field, focusing on disease prevention and pen hygiene. The evaluation system employed pre-tests and post-tests to assess the effectiveness of this outreach activity. Evaluation results indicated a significant increase in farmers' understanding and practices related to pig health management, from 53% to 84%.
EDUKASI GIZI ANAK MELALUI PENGENALAN MANFAAT SUSU DI KAPELA STASI WATU ALO: UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN GIZI SEJAK DINI Jeramat, Aleksius Arwandi; Dalle, Nautus Stivano; Utama, Wigbertus Gaut; Gultom, Roslin; Sikone, Hilarius Yosef; Nugraha, Elisabeth Yulia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35707

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak usia 4-12 tahun sebanyak 45 orang mengenai pentingnya konsumsi susu bagi pertumbuhan dan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Kapela Stasi Watu Alo dengan mengusung tema “Kenali Kebaikan Susu: Gizi Terpenuhi Prestasi Tercapai.” Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu survei dan persiapan, pelaksanaan kegiatan edukatif, serta evaluasi hasil kegiatan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan edukasi interaktif yang mencakup pemberian materi, permainan edukatif, kegiatan minum susu bersama, serta pengisian pre-test dan post-test sederhana untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anak-anak secara signifikan; sekitar 90% peserta mampu menjawab benar pertanyaan post-test terkait manfaat susu setelah kegiatan berlangsung. Anak-anak juga menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif selama kegiatan. Temuan ini membuktikan bahwa metode edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan literasi gizi anak, khususnya di wilayah pedesaan. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas keagamaan dalam mendukung penyebaran informasi gizi yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi model kegiatan pengabdian yang dapat dikembangkan di wilayah lain untuk menanamkan kebiasaan minum susu sejak dini.Abstract: This community service activity aimed to increase the knowledge and awareness of children aged 4-12 years about the importance of milk consumption for growth and health. The activity was carried out at Kapela Stasi Watu Alo under the theme “Knowing the Goodness of Milk: Nutrition Fulfilled, Achievement Achieved.” The implementation consisted of three main stages: location survey and preparation, educational activities, and evaluation. The educational stage included interactive learning through presentations, educational games, a milk-drinking session, and simple pre- and post-tests to measure the participants’ improvement in understanding. The results showed a significant increase in children’s knowledge, with about 90% of participants correctly answering post-test questions about the benefits of milk. Children were highly enthusiastic and actively involved throughout the activity. These findings indicate that interactive educational methods are effective in improving nutrition literacy among children, particularly in rural areas. The program also highlights the effectiveness of faith-based community approaches in disseminating nutrition information more broadly and sustainably. Therefore, this activity can serve as a model for future community engagement programs aimed at fostering healthy milk-drinking habits from an early age.
OPTIMALISASI KESEJAHTERAAN TERNAK BABI DALAM PENERAPAN PRAKTIK YANG BERKELANJUTAN Nugraha, Elisabeth Yulia; Tukan, Hendrikus Demon; Jeramat, Aleksius Arwandi; Dalle, Nautus Stivano; Sikone, Hilarius Yosef; Padua, Gaudensius Oktofibryanto; Jamba, Silvester Luki; Jehatu, Marianus Supardi; Caling, Claudius Lippershey Bright
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23175

Abstract

Abstrak: Peternak babi di Kecamatan Reok menghadapi tantangan besar dalam praktik beternak mereka, termasuk kesejahteraan hewan, penyakit, dan dampak lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan menjaga lingkungan melalui praktik beternak babi yang berkelanjutan melalui peningkatan kemampuan hardskill dan softskill para peternak. Dengan memberikan pelatihan, penyuluhan, pendampingan, dan menerapkan praktik berkelanjutan, diharapkan masyarakat Reok dapat meningkatkan efisiensi beternak, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan pendapatan. Kolaborasi antara enam orang dosen, tiga orang mahasiswa, Kepala Camat Reok, dan empat puluh lima orang peternak babi yang berada di Kecamatan Reok bertujuan menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan kesejahteraan ekonomi yang lebih baik di Reok. Sistem evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk menilai efektivitas kegiatan pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan pemahaman peternak tentang praktik berkelanjutan meningkat dari 47% menjadi 80%. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan di Kecamatan Reok. Abstract: Pig farmers in the Reok District face significant challenges in their farming practices, including animal welfare, diseases, and environmental impacts. This community service aims to improve the welfare of farmers and preserve the environment through sustainable pig farming practices by enhancing both the hard and soft skills of the farmers. By providing training, education, mentoring, and implementing sustainable practices, it is hoped that the Reok community can increase farming efficiency, reduce environmental impact, and enhance income. Collaboration between six lecturers, three students, the Head of the Reok District, and forty-five pig farmers in the Reok District aims to create a sustainable environment and better economic well-being in Reok. The evaluation system employs pretest and posttest methods to assess the effectiveness of the community service. The evaluation results indicate a significant improvement, with pig farmers' understanding of sustainable practices increasing from 47% to 80%. Thus, this community service is expected to make a significant contribution to the welfare and environmental sustainability in the Reok District.