Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cakrawala Repositori Imwi

Analisis Kebijakan Fiskal dan Moneter Dalam Ekonomi Islam Kontemporer: Studi Kepustakaan Dalam Naskah Ekonomi Islam Modern Rosidah, Rosidah; Astuti, Aurelia Widya
Cakrawala Repositori IMWI 1680-1691
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v8i4.818

Abstract

Kebijakan fiskal dan moneter merupakan instrumen kunci dalam sistem ekonomi Islam yang bertujuan untuk mewujudkan maqashid syariah, yaitu kesejahteraan masyarakat, keadilan distribusi, dan stabilitas ekonomi. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan fiskal dan moneter dalam perspektif ekonomi Islam modern melalui telaah mendalam terhadap naskah-naskah utama ekonomi Islam kontemporer. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang berfokus pada literatur ekonomi Islam yang diterbitkan dalam tujuh tahun terakhir (2018-2025). Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan fiskal Islam diimplementasikan melalui instrumen zakat, wakaf, dan sistem perpajakan syariah, sedangkan kebijakan moneter Islam menekankan larangan riba, bagi hasil (profit-loss sharing), dan stabilitas nilai mata uang. Integrasi kedua kebijakan ini dalam kerangka syariah memiliki potensi besar untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi teoritis dalam memahami dinamika kebijakan ekonomi Islam serta implikasinya bagi pembangunan ekonomi yang berbasis nilai-nilai syariah. Penelitian ini menyoroti relevansi dan solusi yang ditawarkan ekonomi Islam dalam menjawab tantangan ekonomi kontemporer.
Dampak Sistem Pembayaran Digital terhadap Perolehan Pendapatan Federal Inland Revenue Service di Nigeria umar, Manir; Astuti, Aurelia Widya
Cakrawala Repositori IMWI 1669-1679
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v8i4.819

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak sistem pembayaran digital terhadap perolehan pendapatan Federal Inland Revenue Service (FIRS) di Nigeria. Studi ini memanfaatkan kumpulan data triwulanan yang mencakup periode dari kuartal pertama tahun 2009 hingga kuartal terakhir tahun 2024. Menggunakan teknik Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk analisis data, temuan menunjukkan bahwa Transfer Remita (RMTA) dan National Electronic Funds (NEFT) tidak secara signifikan memengaruhi pendapatan FIRS selama periode dianalisis. Hal ini menunjukkan bahwa platform ini mungkin tidak digunakan secara efektif untuk transaksi terkait pajak atau tidak memiliki volume transaksi yang cukup untuk memengaruhi pendapatan secara keseluruhan. Sebaliknya, hasilnya menunjukkan bahwa Web Pay memiliki dampak positif yang signifikan pada perolehan pendapatan, menunjukkan bahwa transaksi yang diproses melalui platform ini kemungkinan terkait dengan kegiatan kena pajak, sehingga meningkatkan pengumpulan pendapatan. Keberhasilan Web Pay dapat dikaitkan dengan antarmuka dan keandalannya yang ramah pengguna, yang mendorong peningkatan keterlibatan wajib pajak dalam transaksi digital. Namun, studi ini juga menemukan bahwa Mobile Pay memiliki dampak negatif yang signifikan pada perolehan pendapatan FIRS, berpotensi karena tingkat adopsi yang lebih rendah untuk transaksi terkait pajak atau tantangan dalam pelacakan dan pelaporan. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar FIRS memprioritaskan Web Pay, mempromosikan adopsinya melalui kampanye yang ditargetkan, dan menyelidiki keterbatasan Remita dan Transfer Dana Elektronik Nasional. Selain itu, penilaian komprehensif Mobile Pay diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan, yang bertujuan untuk mengubahnya menjadi alat penghasil pendapatan yang lebih efektif untuk FIRS.