Abstract: New technology, especially artificial intelligence (AI), is changing how churches work and connect with people. This study looks at the good and bad ways AI affects churches, focusing on the need for knowledge and understanding to deal with these changes. AI can make church work more efficient and help churches reach more people online. But it also brings ethical and theological challenges, like the possibility of less face-to-face interaction and weaker relationships. Churches in Indonesia and around the world are using social media and apps to connect with people who are far apart, which helps keep communities close even when they are physically distant. This study uses a qualitative approach with a literature review to analyze how communication technology affects religious practices from both theological and sociological perspectives. Proverbs 1:5 serves as a guiding principle, emphasizing wisdom and understanding as churches embrace technological advancements while maintaining their spiritual integrity. The findings show that with a careful approach, churches can use new technology to support their spiritual mission and keep their faith communities strong. Abstrak: Kemajuan teknologi komunikasi, khususnya kecerdasan buatan (AI), telah membawa perubahan signifikan pada cara gereja beroperasi dan berinteraksi dengan jemaatnya. Studi ini mengeksplorasi dampak Artificial intelligence (AI) pada gereja, baik yang konstruktif maupun yang menantang, dengan penekanan pada pentingnya pengetahuan dan pemahaman dalam menavigasi perubahan. AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efisiensi pelayanan dan memperluas jangkauan misi gereja melalui media digital. Namun, tantangan etika dan teologis muncul terkait penggunaan AI dalam konteks spiritual, seperti potensi berkurangnya interaksi tatap muka dan kedalaman hubungan interpersonal. Gereja-gereja di Indonesia dan secara global memanfaatkan media sosial dan aplikasi digital untuk menjangkau jemaat yang tersebar, membantu memperkuat ikatan komunitas meskipun ada keterbatasan geografis. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka untuk menganalisis dampak teknologi komunikasi pada praktik keagamaan dari perspektif teologis dan sosiologis. Amsal 1:5 berfungsi sebagai prinsip panduan, yang menekankan hikmat dan pemahaman saat gereja merangkul kemajuan teknologi sambil menjaga integritas spiritual mereka. Temuan tersebut menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang bijaksana, gereja dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung misi rohani mereka sambil menjaga integritas komunitas iman.