Fina Zulfa Mustafidah
Universitas Negeri Malang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENGENALAN MEDIA AUGMENTED REALITY PEMBELAJARAN IPA DI SDN MADYOPURO 02 KOTA MALANG Sri Estu Winahyu; Esti Untari; Reka Taufiqul Hakim; Khotibul Umam; Fina Zulfa Mustafidah; Salsa Nur Fadila
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi di era digital memiliki peran yang sangat penting di bidang pendidikan, khusunya dalam menunjang proses belajar mengajar. Tekonologi yang dapat diimplementasikan ke dalam pembelajaran adalah Augmented Reality (AR). Teknologi yang disebut Augmented Reality (AR) merupakan salah satu teknologi yang menggabungkan objek dunia nyata dengan objek virtual atau maya secara real-time. Subjek pendampingan pengenalan media AR (Augmented Reality) ini adalah guru-guru di SDN Madyopuro 02 Kota Malang yang berjumlah 20 orang. Jumlah Augmented Reality berbasis barcode menggunakan website Assemblr edu yang telah dihasilkan berjumlah 10 dengan materi IPA. Pendampingan Pengenalan Media Augmented Reality Untuk Pembelajaran IPA pada SDN Madyopuro 2 Kota Malang terlaksana dengan baik. Peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 20 yang terdiri dari guru sekolah dasar dan mahasiswa. Kegiatan pelatihan menghasilkan 10 Augmented Reality berbasis barcode yang dapat digunakan untuk meningkatkan potensi diri dan karir guru dalam kegiatan pembelajaran.
TRANSFORMASI BUDAYA AKADEMIK: PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PADA MAHASISWA PGSD Sri Estu; Esti Untari; Fina Zulfa Mustafidah; Alma Damaya; Gading Aviant Syach Putra
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis artikel ilmiah menjadi salah satu kompetensi penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan literasi akademik dan kemampuan riset mereka. Namun, banyak mahasiswa menghadapi tantangan dalam penulisan ilmiah, seperti kesulitan menentukan topik, menyusun ide secara runtut, dan menggunakan aplikasi manajemen referensi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa PGSD Universitas Negeri Malang dalam penulisan artikel ilmiah melalui pelatihan dan pendampingan intensif. Kegiatan ini melibatkan 20 mahasiswa dari angkatan 2020 dan 2021, dilaksanakan melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup penggunaan aplikasi Mendeley dan Publish and Perish, serta strategi penyusunan artikel ilmiah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan mahasiswa, terutama dalam menentukan topik, merumuskan tujuan penelitian, dan menyusun artikel dengan unsur kebaruan. Program ini memberikan dampak positif dalam membangun budaya akademik berbasis literasi ilmiah dan mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir mereka.
Identifikasi Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD Terhadap Implementasi E-Modul Ipas Di Sekolah Dasar Kota Malang Esti Untari; Fina Zulfa Mustafidah; Esti Untari; Fina Zulfa Mustafidah; Maula Diana Santi
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v4i12024p30-35

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hasil belajar kelas 4 SD terhadap implementasi E-modul IPAS di Sekolah dasar Kota Malang. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan dengan mengobservasi, mendeskripsikan serta menginterpretasikan populasi atau sampel yang diteliti dan ditarik kesimpulan melalui data-data yang berupa angka. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 52 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes yaitu soal pilihan ganda yang telah diuji validitas dengan menggunakan uji point biserial. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai signifikasi dengan r hitung > 0,432 pada 12 soal yang diujikan dan 3 soal perlu adanya perbaikan. Hasil penelitian juga menunjukkan hasil identifikasi nilai siswa dalam IPAS yaitu 57,7persen siswa mendapatkan nilai dengan rentang 60-100 dan 42,3persen dengan rentang nilai 51 – 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa E-modul IPAS yang telah dikembangkan sudah bisa diuji kelayakan dan efektivitasnya dengan identifikasi dan validasi tes yang telah dilaksanakan.
SCENIC: INSTRUMEN EVALUASI KONTEKSTUAL BERBASIS SKENARIO UNTUK MEMPERKUAT KOMPETENSI MAHASISWA CALON GURU DALAM PROYEK STUDI KASUS Intan Sari Rufiana; Anita Dewi Utami; Muhibuddin Fadhli; Mohammad Yusuf Randy; Fina Zulfa Mustafidah; Fierda Nursitasari Amaliya; Aulia Al Tsani Izzati
EDUPEDIA Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v10i1.3640

Abstract

The evaluation of prospective teachers’ competencies during the pre-PPL phase still relies heavily on conventional instruments that fail to authentically assess their ability to solve classroom problems. In line with recent policies requiring case study projects in the PPG program, this article reports on the development of SCENIC (Scenario-based Contextual Evaluation for Nurturing Instructional Competence), a set of contextual scenario-based evaluation instruments integrated with case study projects. The research employed an R&D approach (Borg & Gall) through needs analysis, the design of seven scenarios, expert validation, and phased pilot testing with PPG students. The results indicate competency gaps in student needs analysis, inclusive learning design, and contextual communication; expert validation rated the content as relevant and highly applicable; and pilot testing showed that SCENIC helps calibrate performance assessments and strengthens students’ readiness to tackle case study assignments and UKIN/PPL. SCENIC is recommended as an authentic evaluation framework to bridge theory and practice in elementary teacher education.
Integrating Parent–Teacher Collaboration into a Deep Learning Approach for Numeracy Skills: A Needs Assessment Study Intan Sari Rufiana; Slamet Arifin; Fierda Nursitasari Amaliya; Mohammad Yusuf Randy; Fina Zulfa Mustafidah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 13 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v13i1.22216

Abstract

Background: Fostering numeracy through deep learning requires teachers and parents to work together. This partnership cultivates meaningful learning experiences. Although existing literature explores numeracy, parental involvement, and deep learning separately, little research addresses the specific needs of teachers and parents as a basis for collaboration. Aims: This study seeks to analyze what teachers and parents require to implement deep learning in primary school numeracy instruction. Methods: The study used a descriptive mixed-methods approach. Seven teachers and eighty primary school parents participated. Data came from structured questionnaires and semi-structured interviews. The researchers analyzed the data using descriptive statistics and qualitative techniques, including data reduction, display, and drawing conclusions. Results: The findings show that teachers view numeracy as essential, but instruction is still mostly conventional. Deep learning is not yet consistent. Teachers cited time constraints, a lack of operational guidelines, and low parental engagement at home as main obstacles. On the other hand, parents help with studies, but focus mostly on homework, not contextual numeracy activities. Parents also struggle with limited time, a lack of understanding of numeracy concepts, and few practical home-learning manuals. Conclusion: These insights provide a foundation for developing a collaborative deep learning model that links teacher and parent roles to strengthen numeracy education in primary schools.