Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Epistemologi Pendidikan Agama Islam: (Konstruksi Pengetahuan dan Metodologi Pengetahuan) Abdul Muqtadir. S; Tobroni Tobroni
Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Januari : Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ikhlas.v2i1.303

Abstract

This study examines the construction and methodology of knowledge in the scope of Islamic Religious Education (PAI). This study explores five main aspects: (a) Sources of knowledge in Islamic Religious Education, (b) Scientific paradigms between revelation and reason, (c) Integrative research methodology in Islamic studies, (d) Deconstruction of the boundaries of scientific disciplines in Islamic Religious Education, and (e) Episteme of contemporary Islamic knowledge: between tradition and modernity. With this approach, Islamic Religious Education can continue to develop, be understood, and practiced in the life of society, so that a harmonious and orderly order of life is created. The study of concepts in the scope of Islamic Religious Education (PAI) must continue to be developed along with the emergence of complex problems amidst the development of globalization, as a basis for contemporary studies. This study is expected to be a reference for educators and education practitioners in developing more effective and relevant Islamic Religious Education (PAI) materials.
Multicultural Education Paradigm Based Islamic Religious Education in Indonesia Abdul Muqtadir. S; St.Warda Hanafie Das
Harmony Philosophy: International Journal of Islamic Religious Studies and Sharia Vol. 2 No. 1 (2025): International Journal of Islamic Religious Studies and Sharia
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/harmonyphilosophy.v2i1.27

Abstract

Multicultural education in Indonesia is a response to the diversity of cultures, ethnicities, religions, and languages that exist in this country. This article discusses the paradigm of multicultural education based on Islamic Religious Education (PAI) as an approach to creating social harmony and increasing tolerance in a plural society. This approach integrates Islamic values with the principles of multiculturalism to create an educational environment that is inclusive, fair and respectful of differences. Thus, education can serve as a guideline for implementing the educational process in order to progress and become better.
Studi Regulatif dan Relasinya dengan Formulasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Era Revolusi Industri 4.0 Abdul Muqtadir. S; Ade Hastuty; Baharuddin; Hasmuddin; Jaswan; Andi Fitriani Djollong
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (April–Mei 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i1.844

Abstract

Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai salah satu elemen fundamental dalam sistem pendidikan nasional tidak terlepas dari dampak transformasi ini. Regulasi pendidikan memiliki peran krusial dalam menyesuaikan kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi, otomasi, dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji regulasi yang mengatur kurikulum PAI serta menganalisis relasinya dengan formulasi kurikulum yang adaptif terhadap era Revolusi Industri 4.0. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), di mana berbagai dokumen regulatif seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta kebijakan terkait kurikulum PAI dianalisis secara mendalam. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji konsep-konsep terkait Revolusi Industri 4.0 dan implikasinya terhadap pendidikan Islam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi pendidikan memiliki peran sentral dalam menentukan arah dan substansi kurikulum PAI. Dalam konteks Revolusi Industri 4.0, kurikulum PAI dituntut untuk lebih fleksibel dan inovatif dengan mengakomodasi teknologi digital, kecerdasan buatan, serta model pembelajaran berbasis daring dan hybrid. Regulasi yang ada saat ini sebagian besar masih berorientasi pada pola konvensional, sehingga diperlukan pembaruan yang lebih progresif agar kurikulum PAI dapat menyiapkan peserta didik yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika global yang semakin kompleks. Penelitian ini merekomendasikan adanya sinergi antara pemangku kebijakan, pendidik, dan akademisi dalam merancang kurikulum PAI yang berbasis teknologi, tanpa menghilangkan esensi nilai-nilai Islam. Implementasi pendidikan berbasis digital, penguatan kompetensi guru dalam teknologi pendidikan, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam era digital menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0. Dengan demikian, regulasi pendidikan harus terus berkembang agar dapat mengakomodasi perubahan zaman, tanpa mengurangi esensi ajaran Islam dalam kurikulum PAI.