Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Essence of the Curriculum Ruslan; Nurhidayah Da’te; Andi Fitriani Djollong; Rahmaniah; Abdul Assam
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 2: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i2.7255

Abstract

The curriculum is the heart of the education system which has a function as a frame of reference in organizing the learning process. In essence, a curriculum is not just a written document containing a list of subjects, but a comprehensive design that includes the entire learning experience planned and guided by an educational institution. The curriculum is dynamic because it is easily adapted to circumstances and adaptive to the development of the times, reflecting the philosophical, sociological, psychological, and pedagogical values embraced in the education system of a country. As a tool to achieve educational goals, the curriculum contains four main interrelated components: objectives, material or content, learning strategies or methods, and evaluation. The objectives of the curriculum are derived from the objectives of national education which reflect the aspirations of the community. Curriculum materials are selected and designed to achieve these goals. Learning strategies determine the approaches, methods, and techniques used in implementing the curriculum. As for evaluation, it serves to measure the success rate of achieving goals and provide feedback for curriculum improvement. In terms of implementation, the curriculum has three forms: the written curriculum (intended curriculum), the implemented curriculum (implemented curriculum), and the experienced curriculum (experienced curriculum). The gap between these three forms of curriculum is often a challenge in achieving educational effectiveness. Therefore, curriculum development needs to be carried out systematically, scientifically, and involving various stakeholders to ensure the relevance, sustainability, and significance of the curriculum in facilitating the optimal development of students' potential.
Integration Of Artificial Intelligence In Learning Islamic Religious Education Based On Emotional Intelligence In Primary Schools Dwi Priyanto; Annisa Nuraisyah Annas; Andi Fitriani Djollong; Khaerul Khaerul; Yasir Arafat
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 5 (2025): Mei 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1238

Abstract

This research aims to analyze the integration of artificial intelligence (AI) in Islamic Religious Education (PAI) learning based on emotional intelligence (EQ) in elementary schools in order to increase the effectiveness of adaptive and characterful learning. This study focuses on the use of AI to personalize teaching materials, strengthen spiritual values, and develop students' empathy and social skills through an EQ-based approach. The method used is literature study by analyzing various sources such as journals, books and articles related to AI, PAI and EQ-based learning. The research results show that AI integration can facilitate interactive and enjoyable learning, while the EQ approach strengthens students' internalization of religious and emotional values. However, its success depends on collaboration between technology, teachers and a curriculum oriented towards the holistic development of children. 
Studi Regulatif dan Relasinya dengan Formulasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Era Revolusi Industri 4.0 Abdul Muqtadir. S; Ade Hastuty; Baharuddin; Hasmuddin; Jaswan; Andi Fitriani Djollong
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (April–Mei 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i1.844

Abstract

Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai salah satu elemen fundamental dalam sistem pendidikan nasional tidak terlepas dari dampak transformasi ini. Regulasi pendidikan memiliki peran krusial dalam menyesuaikan kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi, otomasi, dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji regulasi yang mengatur kurikulum PAI serta menganalisis relasinya dengan formulasi kurikulum yang adaptif terhadap era Revolusi Industri 4.0. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), di mana berbagai dokumen regulatif seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta kebijakan terkait kurikulum PAI dianalisis secara mendalam. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji konsep-konsep terkait Revolusi Industri 4.0 dan implikasinya terhadap pendidikan Islam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi pendidikan memiliki peran sentral dalam menentukan arah dan substansi kurikulum PAI. Dalam konteks Revolusi Industri 4.0, kurikulum PAI dituntut untuk lebih fleksibel dan inovatif dengan mengakomodasi teknologi digital, kecerdasan buatan, serta model pembelajaran berbasis daring dan hybrid. Regulasi yang ada saat ini sebagian besar masih berorientasi pada pola konvensional, sehingga diperlukan pembaruan yang lebih progresif agar kurikulum PAI dapat menyiapkan peserta didik yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika global yang semakin kompleks. Penelitian ini merekomendasikan adanya sinergi antara pemangku kebijakan, pendidik, dan akademisi dalam merancang kurikulum PAI yang berbasis teknologi, tanpa menghilangkan esensi nilai-nilai Islam. Implementasi pendidikan berbasis digital, penguatan kompetensi guru dalam teknologi pendidikan, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam era digital menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0. Dengan demikian, regulasi pendidikan harus terus berkembang agar dapat mengakomodasi perubahan zaman, tanpa mengurangi esensi ajaran Islam dalam kurikulum PAI.
Components and Models of PAI Curriculum Development Raden Muliana; Nafsia Marasabessy; Andi Fitriani Djollong; Sudirman; Wisriani
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 3: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8203

Abstract

The curriculum as an educational design has a very strategic position in all aspects of educational activities. Given the importance of curriculum development in education, preparation should refer to a strong and strong foundation. The foundation of curriculum development is not only needed by curriculum (macro) or written curriculum which is often referred to as the ideal curriculum, but must also be understood and used as a basis for consideration by the curriculum implementer (micro), namely education supervisors and teachers and other parties related to the task of education management, as a material that will be used as an instrument in coaching the implementation of the curriculum in each type and the level of education. With this important position, curriculum development cannot be done carelessly, but must be based on various considerations, or foundations so that it can be used as a foothold in organizing the educational process, so as to facilitate the achievement of educational and learning goals more efficiently and effectively.
Studi Dinamika Sains, Sosial, dan Filosofis Serta Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam Maswati; Ishak; Ardianto; Ambo Dalle; Muhammad Ilyas; Andi Fitriani Djollong
TAKSONOMI: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025): TAKSONOMI: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika sains, sosial, dan filosofis merupakan aspek yang terus berkembang dalam kehidupan manusia, memengaruhi berbagai bidang, termasuk pendidikan agama Islam. Studi ini menyoroti hubungan antara perkembangan ilmu pengetahuan, dinamika sosial, serta pemikiran filosofis dalam membentuk perspektif pendidikan Islam yang lebih kontekstual dan relevan dengan tantangan zaman. Dengan pendekatan analitis-kritis, artikel ini mengkaji bagaimana integrasi ketiga aspek tersebut dapat memperkaya metode pengajaran dan pemahaman agama Islam dalam sistem pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis untuk mengkaji dinamika sains, sosial, dan filsafat serta relevansinya dengan pendidikan agama Islam. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara mendalam dan komprehensif keterkaitan antara perkembangan ilmu pengetahuan, perubahan sosial, serta landasan filosofis yang membentuk paradigma integratif dalam pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi antara sains, sosial, dan filsafat tidak hanya memperdalam pemahaman teologis, tetapi juga meningkatkan daya kritis serta adaptasi peserta didik terhadap perkembangan global. Oleh karena itu, pembelajaran agama Islam diharapkan tidak hanya berorientasi pada normatifitas ajaran, tetapi juga mempertimbangkan dinamika keilmuan dan sosial agar tetap relevan dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Development of Madrasah Curriculum in Indonesia Muhammad Zaid; Muharrir Na'iem; Andi Fitriani Djollong; Nur Aisyah Ustar; Muminayah
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 3: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v7i3.8339

Abstract

National education and is considered a newcomer who is considered to have many problems in terms of quality, management and curriculum. The madrasah curriculum continues to be perfected by referring to the development of the times and the needs of the community. Decree of the Minister of Religion No. 184 of 2019 emphasizes the importance of religious moderation, character education, and local content in the madrasah curriculum. With this policy, it is hoped that madrasas can innovate in the implementation of the curriculum, so that graduates have strong religious knowledge and good skills and character to face global challenges.
REFLEKSI METODOLOGIS PENELITIAN LAPANGAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: INTEGRASI NILAI KEISLAMAN DAN PENDEKATAN ILMIAH Muhaemin, Sulfikar; Suparman Mannuhung; Husnul Khatimah; Andi Fitriani Djollong
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/anb1q041

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperjelas metodologi penelitian lapangan dalam bidang pendidikan Islam (PAI) dengan menyoroti pentingnya mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam dengan penelitian ilmiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif reflektif dengan fokus pada analisis konseptual dan kajian kepustakaan, yang dipadukan dengan penelitian empiris sebagai landasan metodologis. Data diperoleh dari tinjauan pustaka, temuan penelitian sebelumnya, dan interpretasi reflektif terhadap praktik penelitian lapangan dalam PAI. Materi dianalisis secara deskriptif-reflektif, yang menyoroti hubungan antara prinsip-prinsip spiritual Islam dan keilmuan ilmiah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penelitian lapangan dalam PAI sangat bergantung pada kemampuan peneliti untuk menyeimbangkan tujuan sains dan agama serta mempertimbangkan bias mereka sendiri selama proses analisis. Integrasi prinsip-prinsip Islam dan ilmiah menjadikan penelitian lebih persuasif dan memastikan bahwa hasilnya tidak hanya relevan secara akademis tetapi juga spiritual. Dengan demikian, refleksi metodologis ini memberikan kontribusi bagi pengembangan paradigma penelitian PAI yang holistik, humanis, dan berorientasi Islam.  
Penerapan Metode Kualitatif dalam Riset Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi: Application of Qualitative Methods in Islamic Religious Education Research in Higher Education Zainuddin; Heriady; Andi Fitriani Djollong
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9587

Abstract

Kajian ini menelaah bagaimana penerapan metodologi penelitian kualitatif digunakan dalam studi-studi pendidikan agama Islam di perguruan tinggi. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah mutakhir yang mengulas penggunaan metode kualitatif, baik dari segi pendekatan, teknik pengumpulan data, proses analisis, maupun strategi validasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi kasus, dan analisis dokumen sangat efektif dalam menggali pengalaman, nilai, dan makna yang muncul dalam praktik pendidikan agama Islam. Namun demikian, beberapa kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan sumber data, kurangnya kompetensi metodologis peneliti, serta tantangan dalam menyesuaikan pendekatan dengan konteks sosial-keagamaan setempat. Dengan penerapan yang tepat dan beretika, penelitian kualitatif terbukti mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan metode kuantitatif. Oleh sebab itu, penguatan rancangan penelitian, validitas data, dan sensitivitas terhadap konteks institusional menjadi kunci keberhasilan penerapan metode ini di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Model Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kontekstual Melalui Pendekatan  Contextuall Teaching Learning Untuk Meningkatkan Literasi Spiritual Siswa Nur Aliah; Andi Fitriani Djollong; Sudirmanto, Sudirmanto; Nurul Ilmi Adyana; Jeny Rheka
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/mv0bh489

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah masih cenderung normatif dan berorientasi kognitif sehingga belum optimal dalam meningkatkan literasi spiritual siswa dalam kehidupan nyata. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan pembelajaran PAI yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan merumuskan model pengembangan pembelajaran PAI kontekstual berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) yang berorientasi pada peningkatan literasi spiritual siswa. Penelitian menggunakan metode kajian konseptual melalui analisis literatur terhadap teori pembelajaran kontekstual, karakteristik pembelajaran PAI, serta konsep literasi spiritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi prinsip CTL dengan pembelajaran PAI menghasilkan model yang menekankan keterkaitan materi dengan pengalaman nyata, refleksi spiritual, pembelajaran kolaboratif, dan penilaian autentik. Model ini mendorong internalisasi nilai-nilai Islam secara reflektif dan aplikatif sehingga berpotensi meningkatkan literasi spiritual siswa. Dengan demikian, pendekatan CTL dapat menjadi landasan sistematis dalam pengembangan pembelajaran PAI yang lebih relevan dengan realitas kehidupan peserta didik.
Inovasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Artificial Intelligences Sebagai Media Pembelajaran Futuristik Di Era Metaverse Eka Sukmawati; Khairani; Andi Fitriani Djollong; Mumu Muzayyin Maq; Khaerul
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5715

Abstract

This study examines the potential use of Artificial Intelligence (AI) tools in improving the digital competence of Islamic Religious Education (PAI) teachers through a library research approach. Using systematic documentation techniques and content analysis, this study analyzes various literature, documents, and research results related to the implementation of AI in teacher professional development, especially in the context of Islamic education. Data were collected from reputable journals, reference books, and education policy documents in the period 2019-2024. The results of the analysis indicate that AI tools have significant potential in improving four aspects of PAI teachers' digital competence: digital literacy, learning content development, digital classroom management, and technology-based learning evaluation. The research findings also reveal challenges in implementing AI, such as the digital divide, resistance to change, and ethical considerations in the context of Islamic education. This study provides theoretical contributions to the development of an AI integration framework in improving the competence of PAI teachers, as well as providing practical implications for education policy makers and PAI practitioners in optimizing the use of AI technology for teacher professional development.