Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Peningkatan Kesadaran Masyarakat Dalam Menjaga Primitive Horseshoe Crab (Belangkas) Sebagai Biota Yang Dilindungi Di Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Fauziyah, Fauziyah; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Agustriani, Fitri; Nur, Muhamad; Melki, Melki; Rozirwan, Rozirwan; Febrianti, Amanda Astri Pratiwi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i3.6065

Abstract

Penangkapan ikan di perairan Banyuasin seperti belangkas (horseshoe crab) menimbulkan kekhawatiran terhadap kelestarian spesies ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran untuk menjaga biota laut yang dilindungi dan melestarikan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga biota laut yang dilindungi dari ancaman kepunahan di wilayahnya dan lebih menghargai lingkungan serta saling berbagi pengalaman di antara mereka. Metode yang dilakukan adalah wawancara dan memberikan edukasi. Instrumen yang digunakan sebagai alat ukur keberhasilan kegiatan adalah Pre dan post-test serta umpan balik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan September 2023 di Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Hasil pengabdian adalah terjadi pemahaman yang meningkat dari responden dalam mengenali horseshoe crab (dari 97,8% menjadi 100%) dan mampu membedakan jantan dan betina (semula 38,6% menjadi 80%). Selain itu, kesadaran responden meningkat untuk melepaskan horseshoe crab yang terjaring alat tangkap ke perairan (semula 50,9% menjadi 100%) dan peningkatan kesadaran bahwa horseshoe crab adalah biota yang dilindungi (semula 68,9% menjadi 100%). Mayoritas responden (98,2%) menerima secara positif kegiatan pengabdian ini. 
Analisis Morfologi dan DNA Barcoding Udang Alpheus edwardsii (Alpheidae) pada Substrat Karang Mati di Perairan Pulau Tunda, Banten Risnita Tri Utami; Ichtineza Halida Hardono; Teddy Triandiza; Hawis Madduppa; Muhamad Nur
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.53393

Abstract

Substrat karang mati memiliki peran ekologis penting dalam ekosistem terumbu karang, terutama sebagai habitat bagi organisme kriptik seperti krustasea dekapoda. Namun informasi mengenai keanekaragaman dekapoda kriptik pada substrat karang mati masih terbatas, khususnya di perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi udang snapping (Alpheidae) yang ditemukan pada substrat karang mati di perairan Pulau Tunda, Banten, melalui kombinasi analisis morfologi dan DNA barcoding. Hasil pengamatan morfologi mengonfirmasi bahwa spesimen tersebut termasuk dalam genus Alpheus, yang dicirikan oleh capit asimetris dengan satu capit (chela mayor) berukuran lebih besar dan mampu menghasilkan suara gertakan. Analisis gen mitokondria COI menunjukkan tingkat kemiripan sebesar 85,45% dengan Alpheus edwardsii yang tercatat di GenBank, dengan nilai query cover 95%. Rendahnya tingkat kemiripan ini diduga berkaitan dengan keterbatasan data referensi genetik yang berkerabat dekat dalam basis data publik. Temuan ini menegaskan pentingnya substrat karang mati sebagai habitat fauna kriptik dan mengindikasikan perlunya perluasan basis data genetik untuk meningkatkan akurasi identifikasi taksonomi dalam penelitian mendatang.
Dinamika Spasial dan Temporal Gelombang Panas Laut di Selat Karimata Sebagai Respons Terhadap Anomali Iklim Ekstrem Muhamad Nur; Ellis Nurjuliasti Ningsih; Redho Yoga Nugroho; Risnita Tri Utami; Qurnia Wulan Sari; Hiskia Abel Perdana Ardi; Alfianu Adhi Riztiawan
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 2 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i2.31305

Abstract

Gelombang Panas Laut (GPL) merupakan fenomena ekstrem yang frekuensi, durasi, dan intensitasnya meningkat sebagai respons terhadap pemanasan global akibat aktivitas antropogenik. Selat Karimata, sebagai wilayah strategis dalam sistem lintas laut Indonesia, sangat rentan terhadap anomali termal ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik spasial dan temporal GPL di perairan Selat Karimata selama periode 1992-2024. Analisis dilakukan menggunakan data Suhu Permukaan Laut (SPL) harian resolusi tinggi dari Operational Sea Surface Temperature and Ice Analysis (OSTIA). Deteksi kejadian GPL dilakukan dengan pendekatan ambang klimatologis berbasis persentil ke-90, dengan durasi minimum lima hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Selat Karimata mengalami rata-rata 2-3 kejadian GPL per tahun dengan durasi sekitar 10 hari dan intensitas maksimum mencapai 1,34 °C di atas ambang klimatologis. Temuan utama menunjukkan adanya tren peningkatan durasi GPL yang signifikan sebesar 11,5 hari per dekade, serta peningkatan frekuensi sebesar 1,1 kejadian per dekade. Secara temporal, kejadian GPL terpanjang dan terkuat terjadi pada tahun 1998 dan 2016, yang berkorelasi erat dengan fenomena El Niño kuat. Secara spasial, wilayah selatan Selat Karimata menunjukkan intensitas dan durasi yang lebih tinggi dibandingkan wilayah utara. Selain itu, kejadian GPL berdurasi panjang dan berintensitas tinggi lebih dominan di wilayah pesisir dan laut semi-tertutup. Peningkatan signifikan pada parameter GPL ini mengindikasikan tekanan termal yang semakin besar pada ekosistem laut di Selat Karimata. Temuan ini menegaskan bahwa Selat Karimata merupakan wilayah yang rentan terhadap tekanan termal laut, dengan implikasi signifikan terhadap ekosistem pesisir dan pengelolaan perikanan (WPPNRI) 711 dalam menghadapi risiko perubahan iklim di masa depan.