Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Motivation Of Pregnant Women In The First Trimester In Undertaking Antenatal Care (Anc) Examinations At Hospital X Vivi Nurhaliza; Roza Indra Yeni; Rima Berlian Putri; Ricky Riyanto Iksan
Jurnal Life Birth Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v10i1.903

Abstract

Background: The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still relatively high and is one of the main problems in the field of maternal and child health. Strategic efforts that can be made to reduce MMR are through optimal implementation of Antenatal Care (ANC), especially in the first trimester of pregnancy. Early ANC examinations play an important role in detecting risk factors and pregnancy complications. However, the coverage of ANC visits in the first trimester is still not optimal, one of which is influenced by the level of motivation of pregnant women. Motivation is an internal factor that plays a role in encouraging awareness, willingness, and compliance of pregnant women to undergo routine pregnancy checks. This study aims to determine the description of the motivation of pregnant women in the first trimester in conducting Antenatal Care (ANC) visits at Hospital X. This study used a quantitative method with a sample of 62 respondents. The research instrument was a motivation questionnaire, while data analysis was carried out univariately. The results showed that the majority of pregnant women had good and fairly good motivation, each amounting to 60 pregnant women (48.4%), but there were still 2 pregnant women (3.2%) respondents with poor motivation. In conclusion, the motivation of pregnant women in the first trimester is quite good, so it is necessary to make continuous efforts through providing education and support by health workers..
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Demam dengan Manajemen Demam pada Anak Balita di Puskesmas X Roza Indra Yeni; Putri Permata Sari; Laura Agustin Sitorus
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.19633

Abstract

ABSTRACT Fever is one of the most common diseases experienced by children and is the reason for about 30% of children's hospital visits. Fever management in children can be done at home in the form of pharmacological and non-pharmacological treatment. This study aims to determine the relationship between knowledge about fever and fever management at Puskesmas X. This type of research is quantitative descriptive with a cross sectional approach. The sample in this study was 92 people. Data collection was carried out using questionnaires. Data analysis was carried out using the chi-square test. The results of the study showed that the highest level of knowledge of mothers in Puskesmas X was mothers with sufficient knowledge amounting to 41 people (44.6%), lack of knowledge amounting to 40 (43.5%) and good knowledge amounting to 11 people (12.0%). Fever management in children was the most in the bad category with 76 (82.6%) while the management of fever in the good category amounted to 16 people (17.4%). The relationship between maternal knowledge about fever and fever management in toddlers (0-59 months) was obtained with a value of p=0.001 (p0.005). So it was concluded that there was a relationship between maternal knowledge about fever and fever management in toddlers (0-59 months) at Puskesmas X. Keywords: Knowledge About Fever, Fever Management, Toddlers  ABSTRAK Demam adalah salah satu penyakit yang umum dialami oleh anak dan merupakan alasan sekitar 30% kunjungan anak ke rumah sakit. Manajemen demam pada anak  dapat dilakukan di rumah adalah berupa penanganan farmakologi dan non farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang demam dengan manajemen demam di Puskesmas X. Jenis penelitian ini  deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 92 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan ibu di Puskesmas X terbanyak adalah ibu dengan pengetahuan cukup berjumlah 41 orang (44,6%), pengetahuan kurang berjumlah 40 (43,5%) dan pengetahuan baik berjumlah 11 orang (12,0%). Manajemen demam pada anak terbanyak  pada kategori buruk dengan jumlah 76 (82,6%) sedangkan manajemen demam kategori baik berjumlah 16 orang (17,4%). Hubungan pengetahuan ibu tentang demam dengan manajemen demam pada balita (0-59 bulan) didapatkan nilai p=0,001 (p0,005). Sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang demam dengan manajemen demam pada balita (0-59 bulan) di Puskesmas X. Kata Kunci: Pengetahuan Tentang Demam, Manajemen Demam, Balita
Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang Meilani Ifarotul Khasanah; Ricky Riyanto Iksan; Roza Indra Yeni; Maria Susila Sumartiningsih
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.600

Abstract

Kinerja perawat pelaksana merupakan indikator penting dalam menentukan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Rumah Sakit X Tangerang menghadapi tantangan berupa tingginya beban kerja dan keterbatasan sarana yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X  Tangerang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 73 perawat pelaksana yang ditentukan melalui rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berisi 21 pernyataan yang mengukur aspek kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, dan efektivitas kinerja. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa seluruh responden (100%, n=73) mayoritas berjenis kelamin perempuan (90,4%), berusia 26–35 tahun (75,3%), berpendidikan Profesi Ners (84,9%), dan sebagian besar memiliki lama bekerja satu tahun (47,9%). Berdasarkan hasil penelitian, kinerja perawat pelaksana berada pada kategori cukup sebanyak 47 orang (64,4%), kategori baik sebanyak 25 orang (34,2%), dan hanya 1 orang (1,4%) yang termasuk dalam kategori kurang. Temuan ini mengindikasikan bahwa secara umum kinerja perawat di Rumah Sakit X  Tangerang tergolong baik, meskipun mayoritas masih berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pihak perawat maupun manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kinerja melalui pengelolaan beban kerja, peningkatan sarana, serta pelatihan berkelanjutan guna mencapai standar kinerja yang lebih optimal.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X Tangerang Nurul Akhsani; Roza Indra Yeni; Maria Susila Sumartingsih; Ricky Riyanto Iksan
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.617

Abstract

Kualitas hidup merupakan persepsi seseorang terhadap posisi mereka dalam kehidupan, yang dipengaruhi oleh konteks budaya, sistem nilai, dan lingkungan tempat tinggal. Kualitas hidup mencakup kesehatan fisik dan psikologis, tingkat kemandirian, hubungan sosial, kepercayaan diri, serta interaksi dengan lingkungan sekitar. Pada pasien Diabetes Melitus, kualitas hidup dapat terpengaruh oleh kondisi penyakit kronis, pengelolaan kesehatan, serta dukungan sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X, Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kualitas hidup dengan 12 item pertanyaan berdasarkan alat ukur WHOQOL-BREF. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kualitas hidup responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, 14 orang (46,7%) memiliki kualitas hidup baik, sedangkan 16 orang (53,3%) memiliki kualitas hidup kurang baik. Karakteristik responden didominasi oleh usia di atas 48 tahun (21 responden, 70%), perempuan (19 responden, 63,3%), pendidikan menengah (18 responden, 60%), dan sebagian besar tidak bekerja (22 responden, 73,3%). Kesimpulannya, sebagian besar pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X, Tangerang memiliki kualitas hidup yang kurang baik. Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi yang lebih optimal, baik melalui manajemen kesehatan, dukungan psikologis, maupun interaksi sosial, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF) di Rumah Sakit X Tangerang Nadia Safinaningsih; Ricky Riyanto Iksan; Rima Berlian Putri; Roza Indra Yeni
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.618

Abstract

Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi di Indonesia maupun dunia. Kondisi ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan fisik, psikologis, serta kualitas hidup pasien. Dukungan emosional keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menghadapi keterbatasan akibat CHF, antara lain dengan memberikan motivasi, kenyamanan, dan rasa aman. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui  dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di Rumah Sakit X Tangerang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien CHF yang dirawat di RS X Tangerang sebanyak 244 orang. Sampel berjumlah 71 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan emosional keluarga yang terdiri dari 6 item pertanyaan dengan skala Likert. Analisis data dilakukan secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 46–59 tahun (46,5%), berjenis kelamin laki-laki (50,7%), dengan tingkat pendidikan terakhir SMP (52,1%). Sebagian besar responden tinggal bersama keluarga besar (43,7%) dan menderita CHF kurang dari 1 tahun (47,9%). Berdasarkan dukungan emosional, 57,7% responden memperoleh dukungan baik, 32,4% cukup, dan 9,9% kurang. Kesimpulannya, dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di RS X Tangerang sebagian besar tergolong baik, sehingga keluarga berperan penting dalam memperbaiki kualitas hidup pasien serta mencegah rehospitalisasi.
Gambaran Tingkat Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit X Olivia Florentina Bara; Ricky Riyanto Iksan; Maria Susila Sumartiningsih; Roza Indra Yeni
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.892

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan psikososial yang sering dialami oleh perawat sebagai akibat dari tuntutan pekerjaan, beban kerja yang tinggi, serta tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Kondisi stres kerja yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif terhadap kinerja perawat, kesehatan fisik dan mental, serta mutu pelayanan keperawatan yang diberikan. Oleh karena itu, identifikasi tingkat stres kerja perawat menjadi hal penting sebagai dasar perencanaan upaya pencegahan dan pengelolaan stres di lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat stres kerja perawat di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit X sebanyak 143 orang. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 58 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja perawat, kemudian dianalisis secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi, persentase, nilai mean, dan standar deviasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perawat mengalami stres kerja ringan, yaitu sebanyak 56 responden (96,6%), dengan nilai rata-rata skor stres sebesar 79,1 ± 0,609. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat stres kerja perawat berada pada kategori rendah dan relatif homogen. Tidak ditemukan responden dengan tingkat stres berat. Kesimpulannya, tingkat stres kerja perawat di Rumah Sakit X berada pada kategori ringan, sehingga perlu dilakukan upaya berkelanjutan untuk mempertahankan lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung kesejahteraan perawat.
Kualitas Tidur Dengan Keteraturan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMA X Jakarta Popi Meykuri; Roza Indra Yeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.988

Abstract

The menstrual cycle is a physiological process in women that is influenced by the interaction of reproductive hormones with a normal range of 21–35 days. Menstrual cycle disorders are still common in adolescents and can be influenced by various factors, one of which is sleep quality. This study aims to determine the relationship between sleep quality and menstrual cycle regularity in female adolescents at SMA Negeri X Jakarta. This study used an analytical design with a cross-sectional approach. The research sample consisted of 58 respondents. Data collection was carried out through a questionnaire on sleep quality and menstrual cycle regularity. Data analysis used univariate tests to see the frequency and percentage distribution, and bivariate tests using Chi-Square with a significance level of 0.05. Results Poor sleep quality: 47 (87.0%) experienced disturbances and 7 (13.0%) did not experience disturbances. Good sleep quality: 1 (25.0%) experienced disturbances and 3 (75.0%) did not experience disturbances. The test results showed a p-value of 0.14 (>0.05), OR 20.143 with a 95% CI of 1.830–221.690, indicating no significant relationship, but there was a tendency for a higher risk of poor sleep quality. The conclusion of this study is that there is no significant relationship between sleep quality and menstrual cycle regularity, but there is a tendency for an increased risk of menstrual cycle disorders in adolescents with poor sleep quality.
Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Ibu Post Sectio Caesarea Henny Suprihatin; Roza Indra Yeni; Maria Susila Sumartiningsih; Putri Permata Sari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1261

Abstract

Sectio caesarea is a commonly performed obstetric surgical procedure that may cause acute postoperative pain. Uncontrolled pain can interfere with early mobilization, breastfeeding process, and postpartum maternal recovery. Lavender aromatherapy is a non-pharmacological complementary intervention that has the potential to reduce pain perception through relaxation effects and nervous system modulation. This study aimed to determine the effect of lavender aromatherapy administration on pain intensity among post sectio caesarea mothers. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach. The Evidence-Based Nursing implementation was conducted on May 18–21, 2026, in the postpartum ward of Hospital X, involving four post sectio caesarea mothers selected based on inclusion criteria. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after inhalation of lavender aromatherapy for 15–30 minutes. Data were analyzed using the Paired t-test. Results: Before the intervention, most respondents experienced severe pain, with 3 respondents (75%) reporting severe pain and a mean pain score of 7.25 ± 0.50. After receiving lavender aromatherapy, pain intensity decreased with a mean score of 4.25 ± 0.50. The Paired t-test showed a significant difference in pain levels before and after the intervention with a p-value of 0.002 (p<0.05). Conclusion: Lavender aromatherapy significantly reduced pain intensity among post sectio caesarea mothers and can be applied as an evidence-based complementary nursing intervention to support postoperative pain management.
Intervensi Triase Perawat Instalasi Gawat Darurat Terhadap Akurasi Penentuan Prioritas Pasien Hotma Romaida Sinaga; Ricky Riyanto Iksan; Roza Indra Yeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1262

Abstract

The Emergency Department (ER) requires fast and accurate clinical decision-making, especially in the triage process to determine patient care priorities. Inaccurate triage can cause delays in the treatment of critical patients, so it is necessary to improve nurse competency through triage education and training. This study aims to analyze the effectiveness of triage education and training interventions on improving the accuracy of patient prioritization by ER nurses. This study used an Evidence Based Nursing design with a pre-test and post-test approach. The intervention was carried out on 4 ER nurses at Hospital X on May 18–21, 2026. Respondents were selected based on inclusion criteria, namely nurses who actively perform triage and are willing to participate in the activity. Data were collected using a triage knowledge questionnaire and an observation sheet on the accuracy of triage implementation based on standard operating procedures. Data analysis was performed using a Paired t-test. Before the intervention, all respondents (100%) were in the inaccurate triage accuracy category with an average score of 20.60 ± 4.682. After receiving triage education and training, all respondents (100%) demonstrated correct accuracy, with an average score increasing to 30.80 ± 5.812. Statistical test results showed a significant difference between before and after the intervention, with a p-value of 0.001. Conclusion: Triage education and training effectively improved the accuracy of patient prioritization by emergency department nurses. This intervention can be implemented as a strategy to improve nurse competency in supporting patient safety and the quality of emergency care.
Elevasi Kepala 30° Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien Stroke Tri Mulyani; Ricky Riyanto Iksan; Roza Indra Yeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1263

Abstract

Stroke is an acute neurological disease that can cause oxygenation disturbances due to neurological dysfunction, impaired airway protection, and ventilation abnormalities, which may lead to decreased peripheral oxygen saturation (SpO₂). A 30° head-up position is a simple nursing intervention that may improve pulmonary ventilation, enhance gas exchange, and maintain oxygenation in stroke patients. This study aimed to determine the effect of a 30° head-up position on improving oxygen saturation among stroke patients. Methods: This Evidence-Based Nursing (EBN) implementation used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach involving four stroke patients admitted to Hospital X from May 11–14, 2026. Respondents were selected based on inclusion criteria, including patients diagnosed with stroke, hemodynamically stable conditions, and measurable oxygen saturation using pulse oximetry. The intervention consisted of providing a 30° head-up position. Oxygen saturation was measured before and after the intervention. Data were analyzed using the paired t-test. Results: Before the intervention, all respondents (100%) had oxygen saturation levels below 90%, with a mean value of 89.10 ± 0.68. After receiving the 30° head-up position, all respondents (100%) had oxygen saturation levels above 90%, with the mean value increasing to 99.70 ± 0.79. Statistical analysis showed a significant difference in oxygen saturation before and after the intervention (p = 0.021). Conclusion: The 30° head-up position significantly improved oxygen saturation in stroke patients. This intervention can be applied as a simple, safe, and evidence-based nursing intervention to support optimal oxygenation management in stroke patients.