Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF LAGRANGE INTERPOLATION FOR PREDICTING FORWARD MOVEMENT OF AN AUTOMATED WHEELCHAIR martati; Ariyen Duri'; Lapu Tombi Layuk
Jurnal Media Elektrik Vol. 22 No. 1 (2024): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v22i1.4672

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan data gerak yang direkam untuk memperkirakan gerakan maju kursi roda otomatis menggunakan teknik interpolasi Lagrange. Metode ini dipilih karena kapasitasnya untuk menghasilkan perkiraan yang tepat tanpa kompleksitas komputasi yang umumnya terkait dengan metode interpolasi diferensial terpisah seperti interpolasi Newton. Studi ini melibatkan pengukuran jarak lurus, jarak lateral, dan waktu yang dibutuhkan untuk setiap percobaan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa teknik interpolasi Lagrange menghasilkan perkiraan yang akurat pada titik evaluasi penting. Pada x=5000, interpolasi Lagrange memprediksi -5,43269 × 1015 dengan kesalahan 0,26665, sedangkan pada x=10000, prediksinya adalah -7,83405 × 1018 dengan kesalahan 0,78549. Studi ini menyimpulkan bahwa interpolasi Lagrange adalah metode yang efektif untuk memodelkan pergerakan kursi roda otomatis menggunakan data yang tersedia. Namun, perhitungan kompleks yang terlibat memerlukan manajemen distribusi data yang cermat dan peningkatan metode untuk mengatasi keterbatasan ini di masa depan. Studi ini berkontribusi pada pengembangan teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup individu dengan kebutuhan mobilitas khusus. Hal ini diharapkan dapat memacu pengembangan sistem prediksi yang lebih canggih dan efisien untuk aplikasi kursi roda otomatis. Kata kunci: Teknik interpolasi Lagrange, Gerakan kursi roda otomatis, Prediksi Gerakan, Kebutuhan mobilitas khusus
PENINGKATAN LITERASI TEKNOLOGI DAN KETERAMPILAN SISWA SMA MELALUI PENGENALAN DAN IMPLEMENTASI ARDUINO UNO SEBAGAI ALAT PENDETEKSI KETINGGIAN AIR DAN KELEMBAPAN TANAH Duri', Ariyen; Pineng, Martina; Gallaran, Ferayanti Boas; Bontong, Yafet
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi mikrokontroler dan sensor meberikan peluang bagi peningkatan literasi tenologi di kalangan siswa. Pengenalan dan implementasi Arduino Uno sebagai alat pendeteksi ketinggian air dan kelembapan tanah bagi siswa SMA Katolik Rantepao bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep mikrokontroler, sensor, dan mendorong kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui penerapan teknologi sederhana. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi, demonstrasi alat, praktik langsung, serta diskusi dan tanya jawab interaktif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa siswa mampu memahami dasar pemrograman Arduino, merakit rangkaian sederhana, dan mengamati respons sensor secara praktis. Kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi belajar, keterampilan teknis, serta kesadaran akan pemanfaatan teknologi dalam memecahkan masalah nyata, sekaligus membentuk budaya belajar yang inovatif dan kolaboratif di lingkungan sekolah.
Evaluasi Akurasi Metode Arus Cabang Melalui Pendekatan Teoritis, Simulasi EWB, dan Pengukuran Eksperimental Ariyen Duri'; Martina Pineng; Martati Martati
Jurnal FisTa Fisika dan Terapannya Vol 6 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67006/fista.v6i2.513

Abstract

This study aims to evaluate the accuracy of the branch current analysis method through three approaches: theoretical calculation, simulation using Electronics Workbench (EWB), and experimental measurement using a digital multimeter. The test circuit consists of two 10 V DC voltage sources and three resistors (R1 = 2200 Ω, R2 = 2200 Ω, R3 = 1000 Ω) forming two loops with three branch currents (I1, I2, I3). The theoretical analysis was performed by applying Kirchhoff’s Current Law (KCL) and Kirchhoff’s Voltage Law (KVL), while the simulation was conducted in EWB software with the same configuration. Direct measurements were obtained by connecting the multimeter in series with each branch. The results show that the simulated current values closely match the theoretical calculations, with a maximum relative error of 0.0084% and an accuracy of 99%. Meanwhile, the experimental measurements exhibit larger deviations compared to the simulation, ranging from 1% to 2 %, with accuracies between 97% and 98%. Overall, the study demonstrates that the branch current method produces consistent results between theoretical calculations and simulations, while the experimental measurements show deviations that remain within acceptable limits due to component tolerances, connection resistance, and instrument accuracy.
EVALUASI SISTEM PEMBUMIAN PADA INSTALASI LISTRIK RUMAH TANGGA DI LEMBANG POTON TANA TORAJA Ariyen Duri'; Martina Pineng
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The grounding system is a crucial component of electrical installations, serving to protect humans and equipment from electric shock, fire, and damage caused by electrical disturbances. In rural areas with mountainous soil, grounding systems often do not meet safety standards. This study aimed to evaluate the performance of residential grounding systems in Lembang Poton, Bonggakaradeng District, Tana Toraja Regency. A field experiment was conducted by measuring grounding resistance using an earth tester at several rod electrode depths. Soil treatments were applied, including natural conditions, water addition, and a water–salt mixture, to assess their effects on grounding resistance. Data were analyzed descriptively and compared with the 2011 PUIL standard. Results indicated that grounding resistance decreased as electrode depth increased. Water and water–salt treatments significantly reduced grounding resistance, with the lowest values observed in the water–salt condition. However, the measured resistance still exceeded the maximum 5 Ω limit set by PUIL 2011. These findings provide insight into the actual performance of grounding systems in mountainous areas and serve as a basis for technical recommendations to enhance the safety and effectiveness of residential electrical installations.
Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal melalui Pemberdayaan Masyarakat di Lembang Lilikira Ao’ Gading Yafet Bontong; Ariyen Duri; Nitha Nitha; Reski Reski; Morgiyani Sari; Jein Rappana; Rumas Binti Janu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9383

Abstract

Ketahanan pangan masyarakat perdesaan perlu diperkuat melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan praktik sosial yang telah berkembang di masyarakat. Lembang Lilikira Ao’ Gading, Kecamatan Balusu, Kabupaten Toraja Utara memiliki potensi pertanian dan kearifan lokal yang kuat, namun masih menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya pemanfaatan lahan, terbatasnya diversifikasi pangan, serta perlunya penguatan praktik pertanian berbasis potensi lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, pengolahan dan pemanfaatan lahan, pendampingan aktivitas pertanian, monitoring, dan evaluasi deskriptif. Partisipasi masyarakat dan praktik gotong royong juga teridentifikasi sebagai modal sosial penting dalam pengelolaan pangan. Dampak langsung kegiatan berupa meningkatnya pemanfaatan lahan produktif, keterlibatan masyarakat, dan penguatan kesadaran terhadap pentingnya potensi lokal dalam mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi sumber daya lokal, kearifan masyarakat, dan pemberdayaan partisipatif merupakan pendekatan yang relevan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat pedesaan.
PENGEMBANGAN DAN INOVASI PASAR HUTAN BAMBU TO`KUMILA Ferayanti Boas Gallaran; Israel Padang; Semuel Yakobus Padang; Bergita Gela Saka; Gidion Aryo Nugraha Pongdatu; Ariyen Duri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v9i1.7322

Abstract

ABSTRACTSustainable tourism development increasingly focuses on integrating nature-based tourism (ecotourism) and cultural heritage (cultural tourism). To'Kumila Bamboo Forest Market in Tonga Riu Village, North Toraja Regency, holds strong ecological and cultural potential; however, its management faces challenges including limited physical infrastructure, lack of MSME product innovation, and underutilized digital marketing. This community service program aims to enhance tourism appeal and local economic capacity through nature- and culture-based market innovations. The methodology employed a participatory approach, community empowerment, and educational interventions involving market managers, 16 local MSME actors, villagers, and tourists. Program implementation comprised socialization, hospitality training, physical site enhancement using bamboo-based green architecture, implementation of a unique bamboo token ("seng") transaction system, local culinary and craft product diversification, and digital marketing mentoring via social media platforms. The results demonstrated an increase in community capacity, a more aesthetic and eco-friendly market environment (zero-plastic packaging), the creation of an authentic experience tourism concept, and functional digital marketing channels expanding tourist reach. This initiative confirms that integrating Community-Based Tourism (CBT), ecotourism, and digital technology effectively fosters creative economic self-reliance and environmental sustainability in rural areas.Keywords: Community-Based Tourism, Creative Economy, Digital Marketing, Ecotourism, To'Kumila Bamboo Forest Market, Tourism Village, North Toraja.ABSTRAKPengembangan pariwisata berkelanjutan kini berfokus pada integrasi wisata alam (ecotourism) dan kearifan budaya (cultural tourism). Pasar Hutan Bambu To’Kumila di Lembang Tonga Riu, Kabupaten Toraja Utara, memiliki potensi ekologis dan budaya yang tinggi, namun pengelolaannya masih menghadapi tantangan seperti fasilitas yang terbatas, minimnya inovasi produk UMKM, dan belum optimalnya promosi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat daya tarik wisata dan kapasitas ekonomi lokal melalui inovasi pasar berbasis alam dan budaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, community empowerment, dan edukatif yang melibatkan pengelola wisata, 16 pelaku UMKM, masyarakat desa, serta wisatawan. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan hospitality, penataan fisik kawasan berbasis arsitektur hijau berbahan bambu, pengembangan sistem transaksi unik berbasis token bambu (seng), diversifikasi produk kuliner dan kerajinan lokal, serta pendampingan digital marketing via media sosial. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat, terwujudnya tata kelola pasar yang lebih estetik dan ramah lingkungan (zero-plastic packaging), terbentuknya pengalaman wisata (experience tourism) yang autentik, serta tersedianya media promosi digital yang memperluas jangkauan wisatawan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi Community-Based Tourism (CBT), ekowisata, dan pemanfaatan teknologi digital efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi kreatif serta pelestarian lingkungan di kawasan pedesaan.Kata kunci: Community-Based Tourism, Ekowisata, Ekonomi Kreatif, Pasar Hutan Bambu To’Kumila, Toraja Utara.