Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pengunaan Media Alat Peraga Garis Bilangan terhadap Keaktifan Belajar Matematika pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat di Siswa Kelas VII SMP Advent Wamena Gombo, Lepinus; Rumpaisum, Christine M; Kayame, Marthinus; Borean, Sutarman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga terhadap keaktifan belajar matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di siswa kelas VII SMP Advent Wamena. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diajarkan menggunakan alat peraga dan kelas kontrol yang diajarkan menggunakan metode konversional. Hasil analisis menujukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada keaktifan siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas control. Maka saya dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika memberikan pengaruh positif terhadap keaktifan siswa khususnya dalam pemahaman materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Oleh karena itu, disarankan bagi guru untuk memanfaatkan alat peraga dalam proses pembelajaran guna meningkatkan keaktifan belajar yang menyenangkan.
MEREKONSTRUKSI KURIKULUM MERDEKA DALAM KONTEKS KEPAPUAAN Legi, Hendrik; Rumpaisum, Christine M
Journal Education Innovation (JEI) Vol. 2 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Perguruan Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65474/b5zvcv21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami tantangan dan peluang dalam merekonstruksi Kurikulum Merdeka di Papua serta menganalisis faktor-faktor sosial, budaya, dan kontekstual yang memengaruhi implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan multibahasa dan berbasis budaya sangat relevan untuk Papua, sementara partisipasi masyarakat dan peran tokoh adat menjadi kunci dalam menguatkan implementasi kurikulum. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas pendidikan di Papua dan menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di wilayah tersebut. dalam merumuskan kurikulum yang relevan dan responsif terhadap keberagaman budaya dan geografis Papua. Dalam konteks ini, konsep-konsep seperti kearifan lokal, pembelajaran berbasis budaya, dan partisipasi masyarakat menjadi landasan utama dalam merekonstruksi Kurikulum Merdeka di Papua. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada diskusi tentang implementasi Kurikulum Merdeka yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.