Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potret Kehidupan Masyarakat Nias Dari Aspek Pendidikan dan Budaya Berdasarkan Foto-Foto Kuno Tahun 1928-1930 Waruwu, Abdi; Harefaa, Asran Ebinsa; Hutapea, Bella Insani; Bangun, Esa Indriyani Br; Pebrina, Yunita
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Multidisiplin
Publisher : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53935/jim.v2.i1.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potret kehidupan masyarakat Nias pada masa kolonial Belanda melalui analisis foto-foto kuno tahun 1928-1930. Dengan memanfaatkan koleksi foto digital Leiden University Libraries dan Digital Library Unimed, penelitian ini berupaya merekonstruksi kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Nias di bawah pengaruh kolonialisme.Pulau Nias, dengan kekayaan adat istiadatnya, menjadi target kolonialisme Belanda sejak abad ke-17. Melalui berbagai kebijakan, Belanda berupaya mengintegrasikan Nias ke dalam sistem kolonial mereka. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana foto-foto kuno merefleksikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Nias akibat kebijakan kolonial, seperti Pendidikan dan sosial budaya.Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, meliputi tahap heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Data primer berupa foto-foto kuno dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan dalam aspek kehidupan masyarakat Nias. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru dalam pemahaman sejarah masyarakat Nias dan memperkaya khazanah pengetahuan tentang kolonialisme di Indonesia.
Masa Pendudukan Jepang Di Indonesia Wulandari, Ayu Nadira; Tusaddiah, Halimah; Sari, Ajeng Priska; Pebrina, Yunita; Waruwu, Abdi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.10662

Abstract

Kependudukan sama dengan kata penjajahan yang merupakan penguasaan suatu negara terhadap negara lain. Kependudukan ini memberikan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat suatu Negara dalam segala aspek kehidupan baik itu aspek politik, ekonomi, agama, social budaya sampai bidang militer. Bagi bangsa Indonesia kependudukan atau penjajahan merupakan pengalaman sejarah yang sangat pahit, oleh karena silih berganti dijajah oleh bangsa asing. Salah satu bangsa yang sempat menjajah Indonesia adalah Jepang selama kurang lebih tiga setengah tahun (1942-1945). Oleh karena itu tulisan ini bertujuan mengambarkan secara teoritis tentang Sistem kependudukan Jepang di Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan studi Pustaka melalui beberapa sumber baik buku, artikel dan sumber lainnya yang terkiat dengan kependudukan Jepang di Indonesia.
The Bongal Site in the Dynamics of Indian Ocean Maritime Trade Networks, 7th–11th Centuries Sinaga, Thania Paskah Margaretha; Putri, Adilla Aura; Pebrina, Yunita; Nataly, Alya; Tanjung, Muhammad Fahrijal
Local History & Heritage Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/lhh.v6i1.2006

Abstract

This study examines archaeological findings from the Bongal Site, Central Tapanuli Regency, to understand its role in the Indian Ocean maritime network between the 7th and 11th centuries. Using a qualitative historical-archaeological approach supported by artifact analysis and literature review, the study addresses how material evidence reflects early transregional interactions. Archaeological discoveries at the Bongal Site indicate that the west coast of Sumatra functioned as an international maritime hub, as evidenced by artifacts such as a Nestorian Christian hand cross, Abbasid silver coins, Tang Dynasty coins, and Persian glass fragments. These findings reflect extensive trade networks linking the Islamic world, East Asia, Persia, and the Indonesian archipelago. The Nestorian cross provides early evidence of Eastern Christianity prior to European colonial expansion, while Abbasid coins demonstrate economic integration with the Islamic world since the 8th century. Tang coins indicate active trade relations with China, and Persian glass suggests the exchange of luxury goods and Middle Eastern merchant involvement in camphor trade. Collectively, these findings position Bongal as a cosmopolitan port and contribute to maritime historiography and early religious diffusion studies in Southeast Asia.