Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitas Hasil Pengomposan Metode Takakura Dengan Menggunakan Bioaktivator EM-4 Dan Maggot Putri, Dhea Ayu Amalia; Puspikawati, Septa Indra
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 1 (2025): February
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14725846

Abstract

The environment has an important role in the survival of living creatures on earth. One of the environmental problems that will always be produced every day is waste. Indonesia is one of the countries with the largest population which is predicted to increase every year. This population can increase the amount of waste generated. According to SIPSN data, the amount of waste generation in Indonesia reached 33,133,124 tons/year and in Banyuwangi Regency it was 305,313 tons/year, of which 130,160 tons/year of unmanaged waste came from organic household waste. This research aims to determine the comparison of the quality of the results of the physical parameters temperature, color, smell, pH, humidity between treatment I (EM-4) and treatment II (Maggot) in making compost using vegetable waste using the Takakura method. This research method uses a field experimental design carried out at the FIKKIA Environmental Health laboratory at Airlangga University in Banyuwangi from February to March 2024 with descriptive and comparative analysis. The results of this research for color, smell and temperature parameters between EM-4 and Maggot meet the requirements, namely blackish color, smells like earth, and temperatures of 34.6?C and 37?C. The pH parameters do not meet the standards, namely4.68 and 5.36, which means it is acidic. The moisture parameter of only the Maggot bioactivator meets the standard, namely48.6%, while EM-4 does notnamely 59%, which means that making compost using the Takakura method using the help of the Maggot bioactivator has a greater influence on the decomposition results of composting organic waste.
Analisis Masalah Pengelolaan Sampah Di Desa Jelun Dan Pemetaan Sebaran Timbulan Sampah: pemetaan sebaran timbulan sampah Asroful, Asroful Waro'faid Sukamto; Ayik, Ayik Mirayanti Mandagi; Susy, Susy Katikana Sebayang; Syahrul, Syahrul Ramadhan; Aini, Wahyu Nur; Nasardi, Raihan Noval; Kamila, Hikmatul; Putri, Dhea Ayu Amalia; Maula, Firda Ismatul; Pangestu, Margaretha Putri; Salsabila, Risma Putri Nur; Sa’adah, Irma Hanifatu; Kusuma W, Lusyana Putri; Wardana, Risandi; Selpiana, Eka
Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v3i2.38

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, terutama akibat pertumbuhan penduduk yang pesat dan laju urbanisasi yang terus meningkat. Pulau Jawa tercatat sebagai penyumbang sampah terbesar dengan total timbulan mencapai 13,46 juta ton. Peningkatan volume sampah serta praktik pembakaran yang berlangsung secara terusmenerus dapat menimbulkan risiko kesehatan dan menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit. Sistem informasi geografis melalui pemetaan dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan memetakan wilayah-wilayah yang terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pengelolaan sampah serta memetakan area berisiko terkait timbulan dan pembakaran sampah di Desa Jelun, Banyuwangi. Pendekatan yang digunakan adalah metode observasional mixed method, yaitu metode kualitatif melalui Focus Group Discussion untuk menggali informasi terkait masalah pengelolaan sampah, dan metode kuantitatif untuk memperoleh data persentase timbulan serta lokasi pembakaran sampah dengan bantuan aplikasi GPS Essential dan Quantum GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama dalam pengelolaan sampah disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat serta ketiadaan lahan pembuangan yang memadai. Pemetaan menghasilkan 76 titik koordinat yang menunjukkan lokasi timbulan dan pembakaran sampah, yang berpotensi menyebabkan banjir akibat tersumbatnya aliran sungai saat hujan. Oleh karena itu, dibutuhkan kesinambungan program pengelolaan, serta perluasan cakupan pengumpulan data yang terintegrasi dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta petugas kebersihan.