Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketentuan Pernikahan Menurut Perspektif Islam Anton Anton; Ismi Siti Fauziah; Idma Firdaus; Ahmad Syauqi Munjaji; Nurul Hasanah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas mengenai ketentuan hukum pernikahan dalam islam dengan pendekatan normatif dan analisis teks keagamaan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif terhadap landasan hukum pernikahan dalam Islam dan relevansinya dalam konteks masyarakat modern, karena pernikahan merupakan salah satu institusi sosial yang penting dalam kehidupan umat Islam, diatur secara rinci dalam hukum Islam untuk menjaga kehormatan, hak, dan kewajiban pasangan suami istri sehingga dapat dianalisis berdasarkan sumber-sumber utama seperti Al-Qur'an dan Hadis, serta pandangan ulama, guna memberikan landasan pengetahuan yang kokoh mengenai pelaksanaan pernikahan sesuai syariat dan relevansinya dalam kehidupan umat Islam masa kini. Dalam pandangan ini, pernikahan tidak hanya dipandang sebagai bentuk ibadah dan pelaksanaan sunnah Rasulullah, tetapi juga sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga berdasarkan prinsip keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab bersama. Selain itu, pernikahan juga dipandang sebagai bagian dari ibadah kepada Allah, di mana suami dan istri bekerja sama untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketentuan hukum pernikahan dalam Islam dirancang untuk menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban pasangan suami istri, melindungi kehormatan individu, serta menciptakan ketenangan dan keberkahan dalam rumah tangga. Pernikahan dalam Islam memiliki rukun dan syarat yang harus dipenuhi, seperti adanya calon mempelai, wali, mahar, dua saksi, dan ijab kabul. Dengan demikian, hukum pernikahan dalam Islam tidak hanya memberikan panduan bagi individu, tetapi juga berfungsi sebagai kerangka untuk membangun masyarakat yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai keadilan serta kebaikan.
Semangat Literasi dalam Periode Keemasan pada Masa Daulah Abbasyiah Anton, Anton; Ahmad Syauqi Munjaji; Ismi Siti Fauziah; Muhammad Wisnu; Nurul Hasanah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): FEBRUARI - MARET 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era keemasan Islam pada masa Daulah Abbasiyah (750-1258 M) menjadi periode gemilang dalam sejarah peradaban manusia. Masa ini ditandai dengan produktivitas luar biasa dalam berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. Dinasti Abbasiyah menandai era gemilang peradaban Islam, yang sering disebut sebagai "The Golden Age.". Berdirinya Baitul Hikmah, yang berfungsi sebagai perpustakaan dan pusat penerjemahan, menjadi simbol kemajuan intelektual. Para sarjana Abbasiyah aktif menerjemahkan karya-karya ilmiah dari peradaban Yunani, Persia, dan India, yang kemudian dikaji dan dielaborasi lebih lanjut. Hal ini melahirkan khazanah intelektual yang kaya raya dalam bidang filsafat, matematika, astronomi, kedokteran, dan lainnya. Mempelajari masa keemasan Islam di era Abbasiyah tidak hanya memberikan gambaran peradaban Islam yang cemerlang, namun juga diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pelajaran berharga dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban secara umum. Kajian terhadap faktor-faktor yang mendorong kemajuan pesat pada masa tersebut dapat memberikan sumbangsih dalam memahami dinamika peradaban dan memajukan peradaban Islam di masa kini