Andayani, Sari Dewi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literatur Review : Pengaruh Tradisi Mengunyah Sirih Terhadap Kesehatan Gigi Aditya, Ronal Surya; Alifatunnisa, Alifatunnisa; Elvarelta, Chysaura Malva; Adhitama, Felicia Dewati Elit; Khusna, Nasya Zilza; Betay, Oskar; Andayani, Sari Dewi
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2024: Kekerasan dalam Pacaran: Hubungan Romantis Berujung Tragis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The habit of nginang (chewing betel), which has been practiced for generations in various tribes in Indonesia, has various health benefits. The belief that chewing betel nut can prevent oral diseases and treat toothache and bad breath may be deeply ingrained among its users. The purpose of this study was to explore an in-depth understanding of the phenomena relevant to this research topic. This study used the literature review.method by taking ten different article titles with the criteria of selecting literature sources covering the time span of publication in the last ten years in order to include current and relevant information. Literature sources were obtained through searching using the search engine "Google Scholar" with relevant keywords. This study was conducted with the aim of gaining a deeper understanding of the phenomenon. The results showed that one of the main benefits of betel chewing is improved oral health. In addition, there are potential dangers that can cause damage to the teeth and periodontal tissues, especially when done excessively or with certain chemicals. Therefore, efforts to strengthen and preserve the betel chewing habit can also be seen as a step to preserve the culture and identity of a community.This study provides valuable insights into the relationship between the traditional practice of nginang (chewing betel) and dental health, as well as cultural preservation efforts in Indonesian society.
Kajian Literatur: Evaluasi Praktik Sanitasi Dan Keamanan Pangan Kantin Sekolah Serta Implikasi Terhadap Kesehatan Siswa Mulmaijah, An Nur Ghamiyyu; Fadilla, Asylia Rahma; Yuliasari, Elly; Sa'adah, Galuh Lailatus; Eka Restu, Mayravanya Zakiya; Andayani, Sari Dewi; Rahma Ilahi, Veny Autentica; Gunawan, Yuvica Novita; Al-Irsyad, Muhammad
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2063

Abstract

Kondisi sanitasi dan keamanan pangan di kantin sekolah dasar di Indonesia masih menjadi permasalahan yang berdampak langsung terhadap kesehatan peserta didik. Indonesia mencatat sebanyak 30 kasus keracunan makanan terjadi pada tahun 2021, dengan persentase 69,2% diakibatkan oleh makanan dan 7,69% diakibatkan oleh minuman. Sementara itu, pada tahun 2020 terjadi sebanyak 42 kali (14,4%) kejadian keracunan makanan yang diakibatkan jajanan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dari berbagai permasalahan sanitasi dan keamanan pangan pada kantin sekolah. Metode penelitian ini literatur dikaji dengan fokus pada sanitasi dan keamanan pangan  di kantin sekolah. Pencarian artikel dilakukan menggunakan Google Scholar, dengan menerapkan kata kunci seperti “sanitasi dan keamanan pangan di sekolah”, dan dikombinasikan dengan operator Boolean “AND” dan “OR” untuk memperluas hasil pencarian. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa banyak kantin menghadapi kendala dalam aspek higiene dan sanitasi, seperti fasilitas cuci tangan yang terbatas, kebersihan peralatan makan yang belum optimal, serta kurangnya pengetahuan penjamah makanan mengenai higienitas. Kontaminasi mikroorganisme patogen, seperti Escherichia coli, ditemukan pada minuman es dan jajanan, yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan seperti diare. Meskipun hubungan langsung antara kontaminasi mikroba dan kejadian diare tidak selalu signifikan, penerapan standar higiene dan sanitasi yang baik tetap krusial untuk mencegah penyebaran penyakit. Edukasi, pengawasan, dan peningkatan kesadaran higiene di lingkungan sekolah sangat penting untuk melindungi kesehatan siswa dan mencegah keracunan makanan. Regulasi pemerintah, seperti Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021, menjadi dasar dalam penerapan dan pengawasan standar higiene dan sanitasi di kantin sekolah. Secara umum, peningkatan praktik higiene, sanitasi, dan edukasi keamanan pangan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup peserta didik.