Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan pembuatan eco fly trap sebagai upaya pengendalian lalat yang ramah lingkungan Al-Irsyad, Muhammad; Arifianto, Muhammad Lukman; Adji, Lanang Laskita; Aini, Rosiana Fadilatul; Lumitasari, Sherly Dia
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p34-44

Abstract

Lalat merupakan vektor yang tidak hanya mengganggu kenyamanan dan estetika, tapi juga dapat menjadi vektor penyakit. Sejauh ini penggunaan insektisida banyak dipilih sebagai langkah pengendalian lalat. Akan tetapi penggunaan insektisida yang berlebihan dan tidak tepat berdampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, sehingga diperlukan cara pengendalian yang lebih alami, salah satunya dengan menggunakan Eco Fly Trap yang lebih ramah lingkungan. Artikel ini melaporkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengendalian lalat yang ramah lingkungan melalui pelatihan pembuatan Eco Fly Trap. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi edukasi berupa penyampaian materi mengenai pentingnya pengendalian lalat dan peran lalat sebagai vektor penyakit, diikuti dengan sesi pelatihan yang terdiri dari demonstrasi dan praktik mandiri pembuatan Eco Fly Trap menggunakan bahan botol plastik bekas. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test pada sesi edukasi serta penilaian hasil praktik mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta secara signifikan tentang pentingnya pengendalian lalat dan peran lalat sebagai vektor penyakit dan keberhasilan dalam membuat Eco Fly Trap secara mandiri. Pelatihan ini diharapkan mampu membantu warga perumahan dalam mengendalikan kepadatan lalat dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan.
Kajian Literatur: Evaluasi Praktik Sanitasi Dan Keamanan Pangan Kantin Sekolah Serta Implikasi Terhadap Kesehatan Siswa Mulmaijah, An Nur Ghamiyyu; Fadilla, Asylia Rahma; Yuliasari, Elly; Sa'adah, Galuh Lailatus; Eka Restu, Mayravanya Zakiya; Andayani, Sari Dewi; Rahma Ilahi, Veny Autentica; Gunawan, Yuvica Novita; Al-Irsyad, Muhammad
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2063

Abstract

Kondisi sanitasi dan keamanan pangan di kantin sekolah dasar di Indonesia masih menjadi permasalahan yang berdampak langsung terhadap kesehatan peserta didik. Indonesia mencatat sebanyak 30 kasus keracunan makanan terjadi pada tahun 2021, dengan persentase 69,2% diakibatkan oleh makanan dan 7,69% diakibatkan oleh minuman. Sementara itu, pada tahun 2020 terjadi sebanyak 42 kali (14,4%) kejadian keracunan makanan yang diakibatkan jajanan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dari berbagai permasalahan sanitasi dan keamanan pangan pada kantin sekolah. Metode penelitian ini literatur dikaji dengan fokus pada sanitasi dan keamanan pangan  di kantin sekolah. Pencarian artikel dilakukan menggunakan Google Scholar, dengan menerapkan kata kunci seperti “sanitasi dan keamanan pangan di sekolah”, dan dikombinasikan dengan operator Boolean “AND” dan “OR” untuk memperluas hasil pencarian. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa banyak kantin menghadapi kendala dalam aspek higiene dan sanitasi, seperti fasilitas cuci tangan yang terbatas, kebersihan peralatan makan yang belum optimal, serta kurangnya pengetahuan penjamah makanan mengenai higienitas. Kontaminasi mikroorganisme patogen, seperti Escherichia coli, ditemukan pada minuman es dan jajanan, yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan seperti diare. Meskipun hubungan langsung antara kontaminasi mikroba dan kejadian diare tidak selalu signifikan, penerapan standar higiene dan sanitasi yang baik tetap krusial untuk mencegah penyebaran penyakit. Edukasi, pengawasan, dan peningkatan kesadaran higiene di lingkungan sekolah sangat penting untuk melindungi kesehatan siswa dan mencegah keracunan makanan. Regulasi pemerintah, seperti Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021, menjadi dasar dalam penerapan dan pengawasan standar higiene dan sanitasi di kantin sekolah. Secara umum, peningkatan praktik higiene, sanitasi, dan edukasi keamanan pangan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup peserta didik.
Relationship between Personal hygiene and Environmental Sanitation to the Presence of Escherichia coli Bacteria in Food Azzahra, Erica Ardhana Fathimah; Novianti, Vivi; Al-Irsyad, Muhammad
BKM Public Health and Community Medicine The 12th UGM Public Health Symposium
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: Food safety is one of the major public health issues, especially in developing countries. Processed food that is widely distributed and consumed by communities may contribute significantly to people's dietary intake and public health risks. In this study, hygiene-sanitation practices at food stalls in Area Terusan Ambarawa Malang City were evaluated. This study aimed to identify Escherichia coli bacteria in 11 food stalls and assess the relationship of environmental sanitation and personal hygiene of food handlers to the presence of E.coli. Methods: This study used a quantitative descriptive design with a cross sectional approach, data collection using a checklist observation questionnaire sheet and laboratory tests to determine the number of E.coli bacteria. Results: based on laboratory tests, 10 (90.1%) of 11 food samples exceeded the E.coli quality standard according to the requirements of the Indonesian Ministry of Health Regulation 2023, the results of chi-square analysis of the relationship between environmental sanitation (p=0.012) and the relationship between personal hygiene (p=0.012), both variables have a significant relationship to the presence of E.coli. Conclusion: There is a relationship between personal hygiene and environmental sanitation to Escherichia coli contamination in food sold on Area Terusan Ambarawa Malang City.
Inovasi Penyerap Kelembaban dengan Karbon Aktif untuk Mengurangi Tingkat Kelembaban di Ruang CSSD, Rumah Sakit Universitas Brawijaya Afni , Laura Fadilla; Kurniawan , Agung; Razali, Mohd Rizal; Al-Irsyad, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12695

Abstract

Kegiatan pembuangan limbah di rumah sakit dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan tingkat kesehatan manusia. Di Rumah Sakit Universitas Brawijaya, telah dilakukan pengukuran harian yang meliputi kelembaban udara. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar unit pelayanan yang ada memiliki tingkat kelembaban yang tinggi terutama pada unit CSSD yang merupakan unit yang sangat vital bagi perawatan pasien mengingat hasil uji swab yang dilakukan menunjukkan angka coliform yang melebihi baku mutu. Penelitian ini juga menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi langsung ke setiap ruang pelayanan yang ada di Rumah Sakit Universitas Brawijaya, menganalisa data manifes hasil pengukuran harian terkait kelembaban udara di setiap ruang pelayanan dan wawancara langsung dengan pihak terkait. Berdasarkan hasil pengamatan, didapatkan bahwa inovasi dehumidifier dengan campuran calsium cloryde dan karbon aktif terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kelembaban di unit CSSD yang semula berada di angka 70% menjadi 53% sesuai dengan data manifes yang dilaporkan oleh pihak Rumah Sakit Universitas Brawijaya.
Identification of Fly Density in Traditional Markets of Malang City, East Java Sihabul Fudhula’i, Ari; Al-Irsyad, Muhammad; Novita Deniati, Ema; Annisaa, Annisaa
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 22 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 22 No. 2, Juli 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v22i2.976

Abstract

The environment plays a crucial role in the emergence and spread of diseases. Environmental sanitation is particularly essential in public places such as markets, as these locations are frequented by the community on a daily basis. Poor market sanitation conditions can facilitate the breeding of disease vectors, such as flies. Therefore, this study aimed to identify fly density as an indicator of environmental sanitation quality. This research employed an exploratory observational design by observing market environmental conditions and recording the number of flies trapped using a fly grill at four observation points in Traditional Market X, Malang City. The results indicated that temperature and humidity were interrelated and influenced each other. The average fly density at the four observation points ranged from low to moderate and high categories. The beef stall showed a moderate to low category (3.0, 0.6, 0.2); the chicken meat stall showed a low to moderate category (0.2, 1.2, 3.2); the goat meat and fish stall showed a low to high category (1.2, 1.8, 8.8); while the food and beverage stall showed a low category (0, 0, 0.4).
Efektivitas kotoran ternak sebagai aktivator pupuk organik dalam mereduksi limbah blotong tebu Al-Irsyad, Muhammad; Kurniawan, Agung; Aini, Rosiana Fadilatul; Adji, Lanang Laksita; Lumitasari, Sherly Dia; Aini, Febrianty Quratul; Rahmadita, Fariza Eky Putri; Ramadhan, Alfaka
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.2004

Abstract

Background: Livestock farming in Malang Raya has been carried out in line with the increasing public awareness of the nutritional value of animal protein. Not infrequently, livestock commodities are sold to other cities, ensuring a consistent abundance of livestock farms in Malang. However, livestock farming generates various types of waste, leading to concerns and potential pollution in various sectors. Therefore, the utilization of livestock waste, such as manure and sugarcane bagasse, as organic fertilizer can have a positive impact on the environment. Purpose: To determine the effectiveness of livestock manure as an organic fertilizer activator in reducing sugarcane bagasse waste. Methods: A quantitative experimental research design using a posttest-only control group design through laboratory testing of fertilizer quality. Organic fertilizer production was carried out using the takakura composting method with aeration in fertilizer piles. Results: The mixture of sugarcane bagasse waste and manure as a bioactivator was effective in meeting the physical characteristics of organic fertilizer. Furthermore, the mixture of sugarcane bagasse waste and manure as a bioactivator met the nutrient quality of solid organic fertilizer in all parameters. The most effective composition of the mixture of sugarcane bagasse waste and manure activators in producing high-quality fertilizer was a mixture of 15% cow manure, 15% chicken manure, 60% sugarcane bagasse waste, and 10% finished compost. Conclusion: A mixture of sugarcane bagasse waste with cow and chicken manure as a bioactivator has proven to be effective as an organic fertilizer with the mixture composition being the most effective.