Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PREVENTION OF INFERIORITY COMPLEX ATTITUDES ACCORDING TO THE QUR'AN Asnawiyah, A; Wahid, Abd; Amri, Nurullah; Husni, Muhammad Hadi
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 3 No. 2 (2024): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/qist.v3i2.8413

Abstract

Man as a caliph on earth was created by Allah in perfect form, but man is never free from emotional challenges such as the inferiority complex, which can hinder his spiritual and social development. The Qur'an calls for people not to feel this way, but also prohibits them from hitting the threshold that makes them arrogant, analysis is needed to find out the answer to how the mufassir interprets the verses related to the inferiority complex? And what are the limits of behaving so as not to have an inferiority complex attitude and not to result in arrogance? This study focuses on the analysis of mufassir's interpretation of Qur'anic verses related to the theme of inferiority complex, with the aim of understanding the boundaries of attitudes between arrogance and inferiority. This research is a literature review with a qualitative approach. The results of this study show that the mufassir emphasize that true strength lies in faith, solid faith is the initial key in overcoming the sense of inferiority complex, inferiority complex is the spiritual part of human beings and spiritual studies sourced from the Qur'an are the initial stages in fighting the inferiority complex. Allah commands His servants not to feel weak because they are created in the best form by Allah, with physical, intellectual, and spiritual virtues. Imam Qurthubi highlighted the importance of arousing enthusiasm and appreciating the privileges given by Allah without triggering behavior of superiority.
Pengabdian Masyarakat Internasional Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry di Madrasah Tahfiz Taufiqillah Kedah Malaysia Mawardi, Mawardi; Juwaini, Juwaini; Abdullah, Muqni Affan; Mohamad, Nor Zatu Amin Binti; Nofaliata, Nofaliata; Fikri, Muhammad Ahsanul; Rahmadi, Farhan; Husni, Muhammad Hadi; Nizar, Hakimul; Fauzi, Muhammad Ilham; Arian, Danu; Mulia, Rayyan Fitrah; Ubaidillah, Nurfuadi; M, Agus Miranda; Syifa, Ahmad; Mutia, Sayuni Putri; Yasri, Wirda; Jannah, Siti Azzahra
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v2i1.151

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan program pengabdian di Madrasah Tahfiz Taufiqillah, Kedah, Malaysia, untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan berbasis tahfiz Al-Qur’an. Program ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi madrasah, seperti keterbatasan dalam pengelolaan pendidikan, fasilitas pembelajaran, dan metode pengajaran yang kurang inovatif. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru dan siswa melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan manajemen madrasah.  Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan empat tahapan: identifikasi kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi reflektif. Mahasiswa bekerja sama dengan pihak madrasah untuk merancang solusi yang relevan dengan konteks lokal, seperti pelatihan pembelajaran berbasis teknologi dan pengembangan metode tahfiz yang lebih interaktif. Hasilnya, program ini berhasil meningkatkan kompetensi guru, motivasi siswa, dan efektivitas pengelolaan madrasah. Kesimpulannya, pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi madrasah, sekaligus memperkuat hubungan bilateral dalam bidang pendidikan Islam. Pendekatan kolaboratif ini dapat menjadi model untuk pengabdian serupa di masa depan.